Whatsapp Share Like Simpan

Bu, pernahkah Ibu memperhatikan saat mata bayi berair? Sebenarnya, ini adalah kondisi yang normal terjadi pada bayi. Saat berkedip, kelenjar di kelopak mata akan menghasilkan sedikit air mata untuk melembapkan dan menghalangi benda asing agar tidak masuk ke dalam mata. Pada beberapa keadaan, produksi air mata jadi lebih banyak, seperti saat menangis, tertawa terbahak-bahak, atau menguap.

Namun mata bayi berair juga bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Untuk mengatasinya, tentu harus diketahui terlebih dahulu penyebabnya. Ada penanganan yang hanya membutuhkan perawatan rumahan, tapi ada juga kasus yang memerlukan perawatan medis, mulai dari obat-obatan hingga operasi.

Faktor Penyebab Mata Bayi Berair

Mata bayi berair mungkin disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Reaksi alergi. Mata bayi berair juga bisa diakibatkan karena reaksi alergi terhadap debu, bulu, dan serbuk sari. Apabila disebabkan oleh alergi, biasanya bayi juga akan menunjukkan gejala lainnya, seperti nyeri akibat tekanan pada saluran telinga, bersin, pilek, hidung tersumbat, dan hidung gatal.
  • Mata kering. Saat mata bayi kering, tubuhnya akan merangsang lebih banyak produksi air mata sehingga memicu mata bayi menjadi berair. Mata kering yang dialami oleh bayi bisa disebabkan oleh faktor lingkungan atau cuaca, seperti sinar yang terlalu terang, mata lelah, angin, dan asap.
  • Adanya iritasi. Adanya bahan kimia iritatif (seperti parfum atau debu) atau benda asing yang masuk ke mata bayi dapat memicu keluarnya air mata. Saat merasakan adanya benda asing di matanya, matanya akan terasa sangat gatal atau perih, sehingga ia akan sering menggosok-gosok mata dengan tangannya yang justru akan semakin memperparah keadaannya.
  • Flu. Penyakit flu juga bisa mengakibatkan mata bayi menjadi berair. Sistem imun bayi yang masih lemah lebih rawan terserang flu. Bayi juga akan lebih sering menyentuh wajahnya saat mengalami flu, sehingga mengakibatkan penyebaran kuman menjadi lebih cepat. Tak hanya membuat mata bayi berair, ia juga bisa mengalami bersin-bersin dan hidung tersumbat.
  • Saluran air mata mengalami penyumbatan. Penyumbatan ini terjadi saat air mata tidak bisa bergerak dari sudut kelopak mata menuju rongga hidung, sehingga air mata akan kembali ke mata. Ada banyak bayi mengalami kondisi ini, sebab saluran air matanya terlalu sempit atau tidak terbuka ketika persalinan.
  • Mengalami infeksi. Mata bayi berair bisa disebabkan adanya infeksi, seperti bintitan dan konjungtivitis. Bintitan disebabkan adanya infeksi pada kelenjar minyak pada kelopak mata yang memunculkan benjolan merah di kelopak mata yang terasa sakit dan membuat mata berair. Sedangkan konjungtivitis disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang menyebabkan mata menjadi mengeluarkan nanah, bengkak, merah, dan berair.

Jangan khawatir, Bu, karena kondisi tersebut biasanya akan sembuh dengan sendirinya di tahun pertama kehidupannya. Pada kasus langka, penyumbatan saluran air mata juga bisa terjadi karena kondisi medis, seperti tumor atau kista, polip hidung, infeksi mata, serta trauma pada mata.

Baca juga: Pentingnya Pemeriksaan Mata pada si Kecil

Artikel Sejenis

Cara Mengatasi Mata Bayi Berair

Seringnya, mata bayi berair dapat sembuh sendiri sehingga tidak memerlukan perawatan khusus. Namun bayi bisa merasa terganggu dan tidak nyaman pada matanya. Untuk meredakannya, berikut beberapa langkah yang bisa Ibu lakukan:

  • Kompres mata bayi menggunakan handuk yang telah dibasahi dengan air hangat selama beberapa kali dalam sehari untuk mengatasi penyumbatan saluran air mata.
  • Berkonsultasi pada dokter untuk diberi resep obat jika bayi mengalami alergi atau infeksi pada matanya.
  • Lakukan pijatan pada saluran air mata bayi untuk membuatnya terbuka menggunakan jari telunjuk yang sudah dibersihkan. Pijat lembut di dekat sudut dalam mata atau di sisi tulang hidung bayi. Arahkan pijatan ke cuping hidung. Lakukan pijatan selama beberapa kali setiap hari selama beberapa bulan.
  • Tindakan operasi mungkin akan direkomendasikan oleh dokter jika penyumbatan di saluran air mata bayi tidak kunjung membaik.
  • Bersihkan kotoran pada mata bayi dengan kain kasa atau kain lembut yang bersih dan basah oleh air hangat. Usap lembut bagian ujung mata. Gunakan kain yang berbeda untuk masing-masing mata.
  • Lindungi mata bayi dari cuaca dingin, sinar matahari terik, dan angin yang bisa memperparah gejalanya.
  • Hindarkan tangan bayi untuk sering menyentuh matanya karena tangan yang kotor akan membuat kondisi matanya semakin parah.

 

Demikianlah penjelasan mengenai mata bayi berair, Bu. Mata merupakan bagian tubuh yang cukup sensitif, sehingga Ibu harus menjaganya dengan baik. Pada bayi, indera penglihatannya juga masih dalam tahap perkembangan. Dari yang tadinya hanya bisa melihat secara hitam putih dan buram, kemudian akan berkembang sedikit demi sedikit menjadi berwarna dan lebih jelas.

Oleh karena itu, waspadalah terhadap mata bayi ya, Bu. Ibu juga perlu mengawasi jika terdapat gejala yang tidak biasa supaya bisa segera dikonsultasikan pada dokter dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar bayi, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Pertanyaan Ibu akan dijawab langsung oleh ahlinya. Untuk bisa mengakses laman tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

Suara

Alodokter

Sehatq