Whatsapp Share Like
Simpan

Akhir pekan kemarin, saya dan keluarga pergi ke sebuah pusat perbelanjaan untuk mencari makan malam. Ya, sesekali mengajak anak-anak refreshing di akhir minggu nggak ada salahnya kan, Bu. Sesampainya di sana, si Kecil tiba-tiba mengajak makan di salah satu restoran yang kebetulan agak ramai malam itu.

Alhasil, kami harus menunggu kurang lebih sekitar 30 menit sebelum akhirnya mendapatkan meja. Selama menunggu itu, ada satu keluarga yang juga ikut mengantre di sana dan turut serta mengajak anak balitanya. Entah karena lapar atau nggak nyaman berada di tempat ramai, anak itu mendadak jadi rewel sekali. Awalnya saya berusaha untuk tidak menggubris, tapi lama-kelamaan rengekan itu jadi cukup mengganggu, lho.

Nggak hanya saya saja yang merasakan, beberapa pengunjung pun juga mulai terlihat tidak nyaman. Setelah saya amati, anak ini kira-kira usianya masih sekitar 2 tahun. Nah, pada umumnya anak di usia tersebut memang sering menjadi rewel ketika tidak dapat menyampaikan keinginannya dengan baik. Hal ini disebabkan oleh perasaan kesal si Kecil karena keinginannya tidak dapat dipahami oleh orang tuanya. Oleh sebab itu, peran Ibu maupun Ayah sangatlah penting untuk sering mengajaknya berkomunikasi. Nggak perlu rumit, hal ini bisa Ibu mulai dengan cara seperti:

  • Ajarkan si Kecil untuk mengikuti peraturan yang sudah Ibu buat. Misalnya, “Sayang, sudah jam 12 siang. Kita makan, yuk?” sambil melakukan gestur seperti akan memasukkan makanan ke dalam mulut. Selain mengajarkannya gestur sederhana, Ibu juga sekaligus memintanya agar disiplin. Sehingga, lama-kelamaan ia akan terbiasa memahami, bahwa saat makan siang tiba, ia harus makan. 
  • Coba tanyakan keinginannya, saat ia menolak mainan pemberian Ibu. Berikan ia pertanyaan seperti “Kamu nggak mau main bola? Lalu, mau main apa?”. Biasanya, saat bertanya kepada si Kecil, Ibu secara tidak langsung membuat gestur berupa gelengan kepala. Dari kebiasaan seperti itu, ia juga jadi belajar bahwa ia bisa menyampaikan kata ‘tidak’ dengan menggelengkan kepala.  
  • Bantu si Kecil menambah kosa kata yang dapat mewakili perasaannya. Misalnya, ketika ia mulai rewel, coba berikan pertanyaan “Kamu kenapa sayang? Capek? Atau lapar?”. Saat bertanya, Ibu bisa sambil memberikan pelukan agar ia merasa bahwa Ibu mencoba mengerti apa yang ia rasakan.  

Masa peralihan yang dialami si Kecil dari bayi hingga menjadi balita yang belum betul-betul memahami jati dirinya, membuat ia punya banyak hal yang perlu diasah dan dilatih. Nah, cara berkomunikasi dengan kedua orang tua maupun orang lain menjadi hal yang sangat krusial untuk mengekspresikan keinginan maupun kebutuhannya. Meskipun terlihat sederhana, namun gestur yang terlihat di antara Ibu dan si Kecil merupakan salah satu bagian penting dalam berkomunikasi lho, Bu. Nantinya, hal ini dapat sangat berpengaruh dalam menentukan posisinya ketika memasuki lingkungan pergaulan.

Selain itu, pola komunikasi yang baik juga dapat mempengaruhi ikatan dengan lingkungan terdekatnya, yaitu dengan Ayah dan Ibu, serta berdampak pada hubungan keluarga jangka panjang. Hal ini bisa dimulai dari interaksi sederhana yang biasa dilakukan antara Ibu dan si Kecil. Kok bisa? Ibu adalah contoh pembelajaran yang paling dekat yang dapat ditiru oleh si Kecil. Ia belajar cara berekspresi, berhubungan, dan juga memahami alasan dari sikap yang Ibu tunjukkan. Yang paling sering dijumpai adalah cara berbicara Ibu yang ditiru oleh si Kecil.

Nah, peran Ibu dan Ayah pada proses tumbuh kembangnya saat ini memang sangatlah penting. Tapi Ibu juga jangan lupa, kalau si Kecil juga membutuhkan asupan nutrisi yang seimbang. Salah satunya adalah kandungan seng yang terdapat pada bayam, alpukat, pisang, atau ayam. Kandungan seng ini baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan juga dapat mencegah gangguan pada daya ingat si Kecil. Perlu Ibu ketahui, bahwa pada usia 1-3 tahun, si Kecil sangat imajinatif, selalu ingin  menjelajah dan mengamati hal baru yang ia temui. Oleh karena itu, ia membutuhkan nutrisi untuk mendukung daya tahan tubuhnya agar ia bebas menjelajah . Berikan susu pertumbuhan Frisian Flag Jelajah Suprima yang diformulasikan untuk setiap tahap penting pertumbuhan si Kecil,3 kali sehari, dengan kombinasi Tinggi Protein, Zat Besi,  Iodium, Selenium, Seng, vitamin A, C dan E nya serta Inulin. Dengan tubuh yang sehat, tumbuh kembangnya pun akan semakin optimal! Selamat mencoba!