Whatsapp Share Like Simpan

Penting bagi Ibu untuk selalu memerhatikan jumlah trombosit normal si Kecil. Ini karena jika jumlah trombosit dalam tubuh si Kecil tidak normal, baik itu terlalu rendah atau terlalu tinggi, maka akan meningkatkan risiko si Kecil mengalami gangguan kesehatan tertentu. 

Mungkin sebagian Ibu pernah tahu bahwa salah satu ciri trombosit rendah adalah munculnya penyakit DBD. Nah, sebenarnya trombosit yang rendah tidak hanya memicu penyakit tersebut, ada gangguan kesehatan lain yang mungkin saja dialami oleh tubuh si Kecil. Itulah sebabnya, menjaga trombosit normal perlu Ibu lakukan agar mengurangi risiko si Kecil sakit. Namun, sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai trombosit normal, sebaiknya Ibu pahami dulu apa itu trombosit, yuk! 

Apa itu Trombosit?

Trombosit dikenal juga dengan istilah keping darah merupakan sel yang bertugas untuk membentuk gumpalan darah guna menghentikan perdarahan. Jadi, apabila ada salah satu pembuluh darah dalam tubuh si Kecil robek, maka pembuluh darah tersebut akan mengirimkan sinyal ke trombosit. 

Trombosit inilah yang kemudian akan bergegas ke tempat kerusakan untuk membentuk gumpalan, sehingga darah dapat berhenti. Oleh karena itu, menjaga jumlah trombosit normal sangatlah penting dilakukan agar perdarahan dapat berhenti dengan baik. 

Jumlah trombosit normal dapat ditemukan di dalam darah dan limpa. Sel darah ini tidak berwarna dan memiliki siklus hidup hanya selama 10 hari. Tubuh akan memperbarui persediaan trombosit dengan menghasilkan trombosit baru di sumsum tulang. 

Artikel Sejenis

Seperti yang telah disebutkan, trombosit bisa jadi menggumpal saat terjadi luka karena berperan untuk menghentikan perdarahan. Nah, setelah perdarahan berhenti, luka akan berangsur pulih dan sembuh. 

Bila si Kecil tidak memiliki jumlah trombosit normal di dalam darah, maka tubuhnya akan kesulitan untuk menghentikan perdarahan saat ia terluka. Lantas, berapa jumlah trombosit normal untuk anak berusia 4-6 tahun?

Melansir laman resmi alodokter.com, jumlah trombosit normal pada anak umumnya sama seperti pada orang dewasa, yaitu sekitar 150.000 - 400.0000 trombosit per mikroliter. Ibu bisa mengetahui apakah si Kecil memiliki jumlah trombosit normal atau tidak dengan melakukan tes darah yang dikenal dengan istilah cek hitung darah lengkap (CBC), yaitu tes darah yang digunakan untuk mengevaluasi kesehatan seseorang secara keseluruhan dan mendeteksi berbagai gangguan kesehatan, termasuk anemia, infeksi, dan leukimia. 

Penting untuk memastikan jumlah trombosit normal pada si Kecil melalui tes tersebut. Bila nilai trombositnya rendah, maka si Kecil mungkin saja berisiko mengalami perdarahan. Sedangkan, bila nilai trombositnya tinggi, gumpalan darah bisa terbentuk secara berlebihan sehingga dapat menghalangi suplai darah ke berbagai organ vital dalam tubuh.

Apa yang Terjadi Bila Jumlah Trombosit Anak Rendah?

Dalam mengetahui jumlah trombosit normal pada anak, Ibu juga perlu paham kondisi yang akan terjadi bila trombosit si Kecil kurang dari 150.000 karena kondisi ini bisa memicu gangguan kesehatan tertentu. 

Jumlah trombosit rendah dikenal juga dengan istilah trombositopenia. Jika jumlah trombosit terlalu rendah, tubuh si Kecil akan sulit untuk menghentikan perdarahan bila terjadi luka. Penurunan jumlah trombosit pada anak bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, di antaranya:

  • Demam berdarah
  • Campak
  • Hepatitis
  • Leukemia
  • Anemia aplastik
  • Sepsis
  • Penyakit autoimun 
  • Konsumsi obat-obatan tertentu

Kondisi penurunan trombosit bisa membuat si Kecil menunjukkan beberapa gejala, seperti kulit yang mudah memar atau lebam, muncul ruam berwarna ungu kemerahan, adanya darah pada urine atau tinja, mudah lelah, kulit dan mata tampak kuning, limpa membesar, sering mimisan, serta perdarahan dari gusi. 

Apabila si Kecil mengalami beberapa gejala di atas, kemungkinan ia tidak memiliki jumlah trombosit normal sehingga penting bagi Ibu untuk segera memeriksa kondisi kesehatannya ke dokter. Untuk menentukan diagnosis dan mengevaluasi jumlah trombosit di dalam tubuh, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang berupa tes darah. 

Apa yang Terjadi Bila Jumlah Trombosit Anak Tinggi?

Selain jumlah trombosit rendah, anak-anak juga bisa mengalami peningkatan jumlah trombosit dalam darah. Kondisi ini biasa dikenal dengan istilah trombositosis. Berikut ini beberapa penyebab peningkatan jumlah trombosit pada anak, antara lain:

  • Cedera atau luka yang menyebabkan perdarahan
  • Kelainan darah
  • Infeksi
  • Efek samping penggunaan obat-obatan tertentu 
  • Pemulihan dari operasi

Kondisi meningkatnya jumlah trombosit pada anak sering kali tidak menimbulkan gejala yang pasti. Namun, kondisi ini terkadang dapat menyebabkan si Kecil mengalami sakit kepala, pusing, sakit dada, pingsan, pandangan berkunang-kunang, sesak napas, serta sering mengalami kesemutan pada tangan dan kaki.

Jumlah trombosit yang terlalu tinggi dapat memicu darah lebih mudah membeku atau menggumpal sehingga muncul penyumbatan pada pembuluh darah. Kondisi tersebut bisa menyebabkan berbagai komplikasi yang lebih serius jika tidak ditangani secara tepat, seperti serangan jantung, trombosis vena dalam (DVT), dan emboli.

Sementara itu, peningkatan jumlah trombosit yang disebabkan oleh cedera atau luka, termasuk juga luka bekas operasi biasanya akan normal kembali setelah lukanya sembuh. Namun, jika peningkatannya disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis tertentu, maka kenaikan jumlah trombosit perlu diobat sesuai penyebabnya ya, Bu. Akan tetapi, Ibu tidak perlu khawatir karena jika si Kecil segera ditangani oleh dokter, maka kondisinya akan diobati secara tepat.

Bagaimana Mengembalikan Jumlah Trombosit Normal pada Anak?

  1. Konsumsi makanan berprotein tinggi

    Protein merupakan zat gizi makro yang memiliki fungsi khas yang tidak bisa digantikan oleh zat gizi lain, yaitu membangun dan memelihara sel-sel serta jaringan tubuh. Tanpa asupan protein yang cukup, maka zat gizi lainnya pun tidak akan diserap oleh tubuh secara maksimal. 

    Untuk itu, sebaiknya Ibu memberikan asupan makanan berprotein tinggi, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih sebagai salah satu upaya untuk mencukupi jumlah trombosit normal pada si Kecil. Nah, susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ bisa menjadi pilihan yang tepat karena mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap sebagai salah satu solusi untuk menjaga jumlah trombosit normal dan mengoptimalkan tumbuh kembang anak agar lebih prima. 

  2. Konsumsi makanan mengandung vitamin B9 (asam folat)

    Selain protein, makanan yang mengandung asam folat juga bisa menjadi solusi untuk mencukupi jumlah trombosit normal dalam tubuh si Kecil. Ini karena asam folat termasuk jenis vitamin B yang sangat esensial untuk sel darah yang sehat. Ibu bisa mendapatkan manfaat asam folat dari susu, hati sapi, daging, kacang-kacangan, dan sayuran hijau. 

  3. Konsumsi makanan mengandung vitamin B12

    Jumlah trombosit normal juga bisa dioptimalkan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 secara seimbang. Sama seperti asam folat, vitamin B12 berperan penting untuk menjaga sel darah agar lebih sehat. Beberapa sumber vitamin B12 di antaranya susu, telur, ikan, kerang, dan hati sapi. 

  4. Konsumsi makanan mengandung vitamin C

    Selain penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh, vitamin C juga dapat membantu mencukupi jumlah trombosit normal dalam darah. Ibu bisa mendapatkan manfaat vitamin C dari susu, brokoli, jeruk, stroberi, dan tomat. 

  5. Konsumsi makanan mengandung zat besi

    Nutrisi yang tak kalah penting untuk membantu mencukupi jumlah trombosit normal adalah zat besi karena diperlukan untuk pembentukan sel darah yang sehat. Beberapa sumber zat besi yang berkualitas di antaranya susu, daging sapi, daging ayam, dan kacang-kacangan.

Tahukah Ibu, kelima nutrisi di atas bisa Ibu dapatkan dalam susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang kaya nutrisi untuk meningkatkan kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil agar lebih prima. Susu bubuk pertumbuhan ini mengandung nutrisi yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh, seperti zat besi, vitamin D3, zinc, magnesium, dan vitamin C tertinggi yang dikombinasikan dengan 9 Asam Amino Esensial (9AAE). 

Kehadiran 9 Asam Amino Esensial (9AAE) sangat penting karena tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri sehingga harus didapatkan dari protein hewani berkualitas seperti susu. Tanpa kehadiran 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang lengkap, penyerapan nutrisi lain kurang optimal. Kekurangan asupan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) juga dapat menghambat pertumbuhan. Penelitian dari J.Nutr yang dipublikasi dalam National Center for Biotechnology Information menjelaskan bahwa kekurangan 1 jenis dari 9 Asam Amino Esensial (9AAE) akan menurunkan potensi tinggi badan anak sebanyak -34%, dan kekurangan semua jenis 9 AAE akan menurunkan potensi tinggi badan sebanyak -50%.

Selain itu, susu bubuk pertumbuhan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ juga diperkaya oleh nutrisi penting lainnya yang berperan penting untuk meningkatkan kecerdasan si Kecil, seperti DHA 4x lebih tinggi, asam lemak omega 3, asam lemak omega 6, minyak ikan, kolin, sphingomyelin, asam sialat, dan tirosin tertinggi.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz