Whatsapp Share Like
Simpan

Tidak terasa Bu, si Kecil sudah memasuki usia dua tahun. Sebagai orang tua, tentu kita ingin melihat si Kecil senantiasa tumbuh sesuai usianya dari waktu ke waktu. Oleh sebab itu, tak ada salahnya bila Ibu rutin memantau tahap perkembangan anak setiap bulannya.  Bagaimana caranya? Berikut ini beberapa langkah sederhana yang pernah saya lakukan dulu. Yuk, disimak, Bu! 

1. Memantau Berat dan Tinggi Badan
Ketika diizinkan pulang pasca melahirkan, biasanya tenaga medis akan mengukur berat, lingkar kepala, dan tinggi badan anak. Nah, hal ini penting untuk terus rutin dilakukan setiap bulan agar Ibu bisa memantau apakah si Kecil tumbuh sesuai usianya atau tidak. Hal ini pun tidak harus selalu dilakukan di rumah sakit, Bu. Ibu hanya perlu membawa si Kecil ke posyandu terdekat dan periksakan tinggi serta catat hasilnya di buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) dan pada grafik pertumbuhan Ibu dan Balita!  

Tahukah, Ibu?

Berdasarkan penelitian, tinggi badan si Kecil berkaitan dengan tingkat kecerdasannya. Selain itu, anak yang tumbuh sesuai usianya umumnya memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dibanding anak yang pertumbuhannya lebih lambat. Oleh sebab itu, berikan si Kecil asupan nutrisi yang mengandung Protein, Kalsium, dan Vitamin D3 untuk membantu membentuk dan mempertahankan kepadatan tulang dan giginya.

2. Menyimpan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Apakah Ibu pernah mendengar sebutan buku KIA sebelumnya? Seperti yang disebutkan di atas, buku Kesehatan Ibu dan Anak atau KIA adalah kumpulan catatan penting berisi informasi kesehatan Ibu dan si Kecil hingga ia berusia 6 tahun. Selain itu, buku KIA juga menyediakan informasi seputar cara merawat kesehatan Ibu dan si Kecil dengan benar. Buku ini penting sekali untuk memudahkan Ibu dalam memantau pertumbuhan si Kecil dari waktu ke waktu.

3. Memerhatikan Pencapaian Tumbuh Kembangnya 
Tahukah, Ibu? Pada usia 0-2 tahun, pertumbuhan si Kecil sedang mengalami peningkatan yang sangat pesat atau dikenal sebagai fase “usia emas”, sehingga ia bisa tumbuh menjadi anak yang cepat tangkap. Itu sebabnya, Ibu perlu memerhatikan pencapaiannya agar dapat terdeteksi apabila pertumbuhan si Kecil tidak berjalan secara optimal. Contohnya, pada usia 1 tahun, si Kecil umumnya sudah belajar jalan dan bicara. Apabila pada usia tersebut ia belum mencapai perkembangan tersebut, Ibu bisa mencari penyebab dan solusinya sejak dini.

4. Memerhatikan Perilaku si Kecil
Beberapa waktu lalu saya sempat khawatir melihat si Kecil lesu dan tidak nafsu makan. Padahal ia biasanya cepat tangkap, aktif bergerak, dan selalu bersemangat ketika bermain. Tidak ingin terus khawatir, saya akhirnya memutuskan untuk mengonsultasikannya dengan dokter. Benar saja Bu, ternyata si Kecil kekurangan asupan Vitamin dan Mineral. Nah, dari pengalaman tersebut, saya sangat menyarankan Ibu untuk lebih jeli dalam memerhatikan perilaku si Kecil, ya. Jika ia terlihat beda dari biasanya, jangan ragu untuk memeriksakannya ke dokter. 

Ternyata tidak sulit ya, memantau tahap perkembangan anak secara rutin. Agar dapat menjadi anak yang cepat tangkap, aktif bergerak, dan tumbuh sesuai usianya, lengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil secara optimal ya, Bu. Semangat terus merawat si Kecil!