Share Like
Simpan

Saat si Kecil berusia sekitar 5 tahun dan mulai mahir dalam perkembangan motoriknya, ia akan menunjukkan sisi tangan mana yang dominan. Jika ternyata si Kecil menunjukkan tangan kirinya lebih dominan, apa yang harus Ibu lakukan?

Lebih dari 90% di dunia orang-orang dominan menggunakan tangan kanan, namun bukan berarti orang yang kidal tidak normal. Anak-anak kidal sama sehatnya dan memiliki otak senormal anak-anak yang dominan tangan kanan.

Ibu tidak perlu resah bila si Kecil kidal, karena banyak anak-anak kidal dapat menyelesaikan berbagai tugas dan beraktivitas dalam bidang olah raga dan seni dengan handal. Yang diperlukan si Kidal untuk mengembangkan kecerdasan dan ketrampilannya adalah tuntunan yang baik dan benar untuk beraktivitas dengan tangan kirinya, misalnya dalam menggunakan peralatan dan mempelajari keterampilan yang baru, saat menulis, menggunting, menggambar dan berbagai aktivitas lainnya. Berikan bantuan agar ia lebih mudah melakukan pekerjaan dengan rapi, nyaman dan efisien.

Apa yang menyebabkan si Kecil kidal? Para ahli belum yakin penyebabnya, namun telah ditemukan bahwa kidal bersifat genetik (diturunkan) dalam keluarga. Bila tangan kanan seseorang mengalami cedera sukar digunakan, hal ini juga dapat menyebabkan ia menjadi kidal. Demikian pula sebaliknya. Bila seorang yang kidal mengalami cedera tangan kiri hingga sukar digunakan, maka ia dapat berubah menjadi orang yang dominan tangan kanan.

Berikut ini adalah panduan Ibu untuk menuntun ketrampilan si kidal yang cerdas :

  • Memotong dengan gunting : Gunting yang umum digunakan anak-anak dominan tangan kanan dapat menyulitkan si kidal untuk mengikuti alur garis potong. Selain itu, kertas atau kartu dapat terselip diantara kedua bilah gunting, sehingga kertas tidak dapat digunting. Tuntunlah si Kecil untuk mendorong ibu jari dan telunjuknya bersamaan agar gunting dapat bekerja memotong kertas. Beri petunjuk untuk si Kecil untuk mengikuti garis potong dan memperhatikan ujung gunting agar dapat mengikuti alur garis potong dengan baik. Atau berikan gunting yang didesain khusus untuk anak-anak kidal, sehingga lebih mudah digunakan.
  • Menulis : si Kecil yang kidal umumnya akan menemui kesulitan menulis saat pertama kali, karena ia harus ‘mendorong’ pensil pada kertas ketimbang ‘menarik’ pensil untuk menulis pada kertas. Tuntunlah si Kecil untuk mencoba posisi tubuh dan kertas serta memegang pensil pada sisi yang nyaman sehingga ia dapat menulis dengan rapi. Di toko alat tulis juga telah dijual pensil dan bolpen khusus bagi penulis kidal yang memiliki desain ujung pena yang lebih mudah bergulir dengan arah yang umum dilakukan oleh penulis kidal. Berikut ini adalah petunjuk yang dapat Ibu ajarkan pada si Kecil saat menulis:
  1. Tuntun si Kecil untuk memutar kertas 450 searah jarum jam dari posisi duduknya.
  2. Ajari untuk memegang pensil dengan 3 titik pegangan diantara ibu jari, telunjuk dan jari tengah.
  3. Berikan permukaan yang sedikit landai , agar si Kecil lebih mudah memposisikan tangannya saat menulis.
  4. Hindari menulis pada buku dengan bundle ring karena dapat mengganjal tangan kiri si Kecil dan tidak nyaman saat menulis

Dalam bidang olah raga, justru anak-anak kidal memperoleh keuntungan tersendiri. Di bidang basket, misalnya, ia akan lebih mudah mengoperkan bola dan mengejutkan lawan mainnya, serta dapat memantulkan bola dengan tangan kanan atau tangan kirinya dan lebih mudah memasukkan bola dari sisi kiri. Demikian pula dengan pemain bola kidal, biasanya akan mengejutkan lawan mainnya karena mereka juga lebih dominan menggiring bola dengan kaki kirinya. Tidak mengherankan bila beberapa atlet ternama bertangan kidal.

Kemahiran si kidal tidak terbatas pada kemampuan olah raga saja, namun juga banyak ilmuwan bertangan kidal seperti Albert Einstein dan Bill Gates!

Jadi Ibu, bila si Kecil kidal hendaknya jangan paksakan ia untuk menggunakan tangan kanannya dalam beraktivitas, karena malah dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Walau si Kecil lebih aktif menggunakan tangan kirinya, Ibu dapat melatih tangan kanan si Kecil untuk aktif tanpa memaksanya. Mintalah si Kecil mengepalkan tangan kanan atau meremas bola seukuran genggaman si Kecil. Hal ini dapat membantu daya ingat si Kecil lebih kuat karena mengaktifkan belahan otak kiri. Demikian pula sebaliknya, secara bergantian ajak si Kecil untuk meremas bola dengan tangan kidalnya agar belahan otak kanan yang lebih dominan membantu mengumpulkan memori kembali. Percayalah bahwa si Kecil yang kidal juga cerdas dan terampil.