Share Like
Simpan

 Di masa tumbuh kembang balita, ada banyak Momen Wow si Kecil yang berlangsung. Betul, Bu? Mulai dari kata pertama, langkah pertama, dan hal mengejutkan lainnya yang membuat Ibu dan Ayah bahagia. Namun, ternyata ada Momen Wow si Kecil yang kerap luput dari perhatian. Benarkah demikian?

Ketika bertemu dengan salah satu teman yang berprofesi sebagai psikolog anak, saya mendapatkan banyak informasi tentang hal ini, Bu.  Menurutnya, ada banyak momen wow si Kecil yang seharusnya ikut diapresiasi. Apa sajakah hal tersebut? Berikut saya rangkumkan untuk Ibu.

1. Tahu Namanya

Umumnya, bayi telah mengenali suara di sekitarnya sejak berusia beberapa minggu. Namun, butuh waktu lebih baginya untuk belajar mengenal panggilan, Bu. Inilah sebabnya si Kecil tak langsung merespon ketika namanya disebut. Barulah saat berumur 5-7 bulan,  ia mampu menghubungkan dirinya dengan sesuatu, seperti nama.

Nah, mengenali namanya sendiri termasuk Momen Wow dalam perkembangan balita lho, Bu. Bayangkan, si Kecil mulai merespon panggilan namanya dan mengenal dirinya sendiri. Setelah mengetahui hal ini, otak si Kecil pun akan semakin berkembang untuk menghubungkan berbagai hal lain dengan dirinya. Misalnya, mainan miliknya, kamarnya, rumahnya, dan banyak hal lainnya.

2Menunjukkan Perhatian

Apakah si Kecil pernah berinisiatif membantu anggota keluarga yang butuh pertolongan? Jika iya, berarti si Kecil berhasil menunjukkan perhatian sebagai salah satu Momen Wow-nya, Bu. Saya jadi ingat ketika si Kecil pertama kali menolong kakaknya. Sang kakak terjatuh di depan rumah karena terlalu semangat berlari ketika bermain dengan si Kecil. Sempat terdiam sesaat, si Kecil langsung menghampiri kakaknya dan meniup luka di lututnya. Manis sekali ya, Bu.

Umumnya, di usia pra sekolah, si Kecil lebih sering berinteraksi dengan keluarga. Pada saat-saat tersebut, wajar sekali jika ia sering berdebat atau bertengkar dengan saudaranya, Bu, bahkan dengan Ibu maupun Ayah. Ketika ia mulai menunjukkan perhatian yang tak pernah ia lakukan sebelumnya, ini menandakan si Kecil sudah memiliki rasa sayang dan peduli terhadap keluarganya.

3. Berbagi Tanpa Protes

Tahukah Ibu, berbagi merupakan hal sulit bagi si Kecil yang masih lugu? Tak heran ya, jika ia kerap bertengkar karena berebut mainan atau makanan. Bahkan, ia bisa dengan mudah terpancing emosi ketika melihat Ibu atau orang yang ia sayangi dipeluk orang lain. Hal ini disebabkan rasa kepemilikannya terhadap sesuatu masih tinggi. Oleh karena itulah Ibu dan Ayah perlu mengajarkannya berbagi. Meski sudah Ibu ajari sejak batita, bukan berarti ia rela berbagi tanpa diminta, lho. Perlu konsistensi untuk membuat si Kecil terbiasa berbagi.

Nah, saat si Kecil akhirnya mau berbagi secara sukarela dan tidak protes, berikan apresiasi terhadap Momen Wow-nya ini yuk, Bu! Ini menandakan proses tumbuh kembang si Kecil telah berjalan dengan baik, lho. Ia mampu mengendalikan emosinya dengan baik, sehingga layak dihargai. Betul, bukan?

4. Bertanya, “Kenapa?”

Mempertanyakan penyebab suatu hal merupakan Momen Wow lain yang sering kali luput diapresiasi. Padahal, pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kognitif si Kecil berlangsung dengan baik lho, Bu. Umumnya, anak akan mulai bertanya “kenapa?” ketika berumur tiga tahun. Namun, tentunya setiap anak mengalami hal tersebut di waktu yang berbeda-beda.

Ketika si Kecil mulai bertanya “kenapa”, otaknya mulai memahami bahwa ada alasan atas sesuatu dan hal ini memancing rasa ingin tahunya. Jadi, meskipun sering kali kewalahan menjawab pertanyaan ini, tugas Ibu dan Ayah lah untuk memuaskan rasa ingin tahunya, Bu.

5Ke Toilet Sendiri

 

Bu, umur berapa si Kecil mulai diajari toilet training? Umumnya, hal ini berlangsung di usia 1,5-2 tahun. Namun, belum tentu si Kecil langsung terbiasa, bukan? Melatihnya untuk buang air di tempat seharusnya ini bisa berlangsung konsisten selama beberapa bulan, hingga beberapa tahun. Oleh karena itu, ketika si Kecil mulai ke toilet sendiri tanpa perlu diingatkan ataupun ditemani, itu merupakan pencapaian besar baginya, lho. Si Kecil menjadi lebih mandiri dan ini baik untuk perkembangan psikologinya.

6. Pakai Baju Sendiri

Selain mengajak mandi, memakaikan baju setelah mandi merupakan olahraga ringan yang saya dan si Kecil lakukan setiap hari, karena kami sering kali harus kejar-kejaran. Apakah Ibu mengalami hal serupa?

Nah, mengingat hal ini, pastinya Ibu terkejut ketika si Kecil berinisiatif memakai pakaiannya sendiri, ya. Menurut artikel tumbuh kembang anak yang saya baca, anak umumnya bisa memakai baju sendiri ketika berumur tiga tahun ke atas. Hal ini dikarenakan kegiatan tersebut membutuhkan banyak kemampuan berbeda, Bu. Mulai dari kemampuan koordinasi anggota tubuh sampai logikanya.

O iya, hal tersebut juga penting untuk perkembangan psikologi dan emosional si Kecil, lho. Berhasil memakai baju sendiri merupakan pencapaian yang membuatnya puas dan percaya diri. Oleh karena itu, hal ini sebaiknya dihargai yuk, Bu. Yang perlu diingat, ia bisa jadi belum bisa melakukannya dengan sempurna, Bu. Mungkin sekali si Kecil memasang baju, celana, atau kaos kaki terbalik. Tapi, setidaknya ia sudah belajar dan berusaha, bukan?

Kini sudah tahu ya, Bu, Momen Wow apa saja yang bisa kita apresiasi, namun sering kali luput dari perhatian. Mulai saat ini, yuk, perhatikan berbagai pencapaian yang berhasil diraih si Kecil. Nah, agar Ibu lebih jeli memerhatikan pencapaian si Kecil, ayo ikuti Momen Wow 2017 bertema #IdeAnakWow dengan mengirimkan jawaban dari pertanyaan yang diberikan untuk memenangkan hadiah puluhan juta rupiah dan jadi bintang iklan Frisian Flag. Jadi, terus rayakan berbagai Momen Wow si Kecil di masa tumbuh kembang balita ini agar ia tumbuh menjadi anak wow ya, Bu!