Whatsapp Share Like
Simpan

Kondisi mata merah pada bayi adalah hal yang sering terjadi. Meskipun begitu, kondisi ini tidak dapat dipandang sepele. Ibu perlu memerhatikan penyebab dan cara penanganan yang tepat untuk meredakan mata merah pada si Kecil. Beberapa penyebab masalah mata merah ini memang hal yang tidak terlalu berbahaya, namun ada juga mata merah yang mengindikasikan penyakit berbahaya.

Mata adalah salah satu organ tubuh yang sangat vital bagi manusia. Gangguan pada mata tentunya akan mengakibatkan rasa tidak nyaman. Kondisi mata merah yang sering terjadi pada bayi bisa saja menular dan mengakibatkan infeksi jika dibiarkan begitu saja. Berikut beberapa penyebab mata merah yang sering terjadi pada bayi.

  1. Flu
    Mata merah pada si Kecil bisa diakibatkan oleh virus yang menyebabkan flu. Jika ada anggota keluarga yang sedang terkena flu, si Kecil berisiko tertular. Coba periksa suhu tubuh si Kecil, jika mata merah disertai demam dengan suhu di atas 38 derajat celcius, susah buang air, tidak nafsu makan, sesak napas, batuk, dan rewel segeralah untuk memeriksakan kondisi si Kecil pada petugas medis.
  2. Iritasi
    Mata merah bisa juga disebabkan oleh iritasi. Faktor yang menyebabkan iritasi bermacam-macam seperti ketidaksengajaan sampo masuk ke mata si Kecil ketika sedang dimandikan, paparan debu, asap rokok, asap kendaraan, atau bisa jadi karena terkena tangan si Kecil itu sendiri. Segeralah mendapatkan pertolongan medis jika ada barang yang asing dan berbahaya masuk ke mata si Kecil.
  3. Pembuluh darah pecah
    Kondisi ini disebabkan oleh subconjunctival hemorhage, yaitu adanya pembuluh darah yang pecah di bawah konjungtiva si Kecil. Sehingga menyebabkan keluarnya darah namun tidak dapat diserap seluruhnya oleh konjungtiva dan menyebabkan mata terlihat merah. Kondisi ini dapat terjadi pada bayi yang baru lahir dikarenakan adanya penekanan selama proses persalinan. Kondisi tersebut tidak berbahaya dan akan segera pulih dalam 1 minggu. Sebaiknya jika mata merah masih terjadi lebih dari 2 minggu setelah persalinan, sebaiknya segera berkonsultasi ke pihak medis.
  4. Conjungtivitis
    Mata merah disebabkan oleh adanya peradangan pada konjungtiva. Konjugtiva merupakan lapisan yang membatasi kelopak mata dan melapisi bagian putih pada bola mata. Kondisi ini bisa menular dari mata satu ke mata yang lainnya. Terdapat tiga faktor penyebab konjungtiva, yaitu adanya serangan virus, bakteri, dan alergi pada anak.


Jika si Kecil sedang mengalami kondisi mata merah, Ibu bisa melakukan beberapa hal berikut ini untuk mengurangi gejala tersebut.

  1. Obat tetes mata
    Tetes mata ini biasa digunakan untuk meredakan kondisi mata merah yang diakibatkan oleh infeksi bakteri. Selain menyebabkan mata merah, juga akan terdapat cairan kuning yang membuat mata menempel dan tertutup, sehingga dapat menyebabkan bengkak dan berkerak.
    Tetes mata antibiotik ini terdapat dua jenis yaitu chlotampenicl dan asam fusidat. Keduanya kemungkinan besar memiliki efek samping yaitu rasa perih dan menyengat namun ringan dan hanya terjadi pada beberapa saat saja.
    Saat memberikan tetes mata pada si Kecil, akan lebih mudah jika si Kecil dibaringkan atau mendongakkan kepalanya. Ibu bisa memberikan tetes mata dengan cara menyuruh si Kecil menutup matanya dan segera teteskan pada sudut mata bagian dalam. Obat tersebut akan masuk ke dalam mata, ketika si Kecil membuka mata dan berkedip. Cara ini relatif lebih mudah dibandingkan harus membuat si Kecil membelalakkan matanya untuk ditetesi.
  2. Salep
    Selain tetes mata, obat mata merah juga dapat berbentuk salep. Bahan baku utamanya juga mengandung antibiotik. Penggunaan salep juga relatif mudah, caranya dengan menarik ke bawah kelopak mata anak, kemudian Ibu bisa mengoleskan salep pada bagian mata tersebut. Salep akan otomatis masuk ke dalam mata ketika si Kecil berkedip.
  3. Berikan Pijatan Lembut
    Ibu, memijat saluran air mata pada si Kecil bisa dijadikan alternatif untuk meredakan kondisi mata merah. Hal ini bisa dilakukan jika si Kecil memiliki peradangan pada matanya. Ibu bisa memijat dengan lembut tanpa perlu tekanan yang berarti, mulai dari sudut mata si Kecil ke arah hidung kemudian kembali lagi ke sudut ujung mata. Ibu bisa mengulangi gerakan tersebut sampai dirasa air matanya sudah tidak terlalu banyak. Namun, Ibu tidak dapat melakukan pemijatan terus menerus, sebaiknya Ibu tetap harus mengunjungi pihak medis untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Kondisi mata merah pada si Kecil memang cukup sering terjadi dan seringkali membuat Ibu khawatir. Ibu harus cermat dalam melihat tumbuh kembang si Kecil. Dimulai dari Ibu, pastikan untuk menjaga kondisi di sekitar tetap higienis. Lingkungan yang bersih akan mengurangi risiko si Kecil terkena mata merah. Semoga si Kecil dapat terus tumbuh Pintar, Kuat dan Tinggi.

Artikel Sejenis