Whatsapp Share Like
Simpan

Setiap makhluk hidup memiliki kemampuan untuk mengeluarkan kotoran dari tubuhnya. Begitu juga bayi, meskipun ia baru saja lahir ia sudah bisa untuk buang air besar (BAB). Biasanya bayi yang baru lahir akan BAB mencapai 10 kali dalam sehari. Ibu tidak perlu khawatir karena kondisi tersebut adalah hal yang normal khususnya untuk bayi yang mendapatkan ASI eksklusif.

Kondisi BAB pada bayi dapat dijadikan indikator kondisi tubuh si Kecil. Ibu perlu memastikan bahwa si Kecil BAB lebih dari 5 kali sehari, sebagai pertanda bahwa s Kecil telah cukup minum ASI. Selain intensitas BAB, ibu juga perlu memperhatikan tekstur dan warnanya. Normalnya BAB bayi terlihat halus dan kadang berair. Kondisi BAB bayi juga akan sering berubah dari hari ke hari mengikuti asupan yang masuk ke tubuhnya.

Untuk mengetahui kondisi ideal BAB pada bayi, yuk simak perubahan BAB 5 hari pertama pada si Kecil.

Hari pertama

Mungkin Ibu akan kaget melihat kondisi BAB si Kecil berwarna hijau tua atau cenderung kehitaman. Ibu tidak perlu khawatir karena hal tersebut wajar. Bayi yang baru lahir, pada BAB pertamanya akan mengeluarkan kotoran yang masuk ke dalam tubuhnya selama ia di kandungan Ibu. Kotoran pertamanya disebut meconium. Meconium terdiri dari sel darah merah dan bilirubin.

Proses keluarnya meconium dikarenakan si Kecil meminum ASI pertama yang mengandung colostrum. Kandungan pada colostrum tersebut yang membuat tubuh si Kecil memproduksi meconium selama 3 hari pertama. Gunakanlah popok yang memiliki kemampuan menyerap tinggi dan tidak menyebabkan lembab pada kulit sensitif si Kecil. Biasanya pada hari pertama, si Kecil memerlukan sekali ganti popok.

Artikel Sejenis

Hari kedua

Memasuki hari kedua, warna dan tekstur BAB masih relatif sama dengan hari pertama, yaitu hijau dan kehitaman. Hal ini juga masih disebabkan oleh asi yang masih banyak memproduksi colostrum yang sangat berguna untuk pertumbuhan bayi. Hari kedua biasanya si Kecil minum ASI lebih banyak, sehingga kotoran yang dikeluarkan pun akan lebih banyak. Pada hari kedua ini si Kecil mulai membutuhkan dua kali ganti popok.

Hari ketiga

Si Kecil semakin kuat untuk minum ASI, pada hari ketiga mulai terjadi perubahan warna BAB. Hari ketiga warna BAB kuning, hijau, atau coklat. Normal jika si Kecil bisa berganti popok sebanyak 3 kali dalam sehari.

Hari keempat

Perubahan warna pada hari keempat tidak begitu signifikan, masih hijau dan kecoklatan. Namun, akan lebih banyak berganti popok karena si Kecil semakin banyak minum. Biasanya tekstur BAB bayi yang diberikan ASI eksklusif cenderung lebih lembut dan lunak. Sedangkan bayi yang meminum susu pertumbuhan cenderung lebih keras dan bau. Hal tersebut dikarenakan ASI memiliki kemampuan diserap oleh tubuh bayi lebih baik dibandingkan dengan susu pertumbuhan.

Hari kelima

Pada hari kelima, ibu butuh mengganti popok si Kecil sebanyak 6 kali. Sedangkan untuk warna kotoran terlihat lebih kekuningan. BAB si Kecil juga sudah mulai berbentuk dan lebih banyak daripada sebelumnya.

Warna yang perlu diwaspadai

Hitam

Warna BAB bayi yang hitam dapat mengindikasikan adanya darah yang tercerna di dalam saluran pencernaan. Jika warna hitam terjadi lebih dari 3 hari setelah bayi lahir, Ibu perlu waspada karena kemungkinan besar hitam bukan disebabkan oleh mekonin.

Merah

Jika BAB berwarna merah menandai ada darah segar yang keluar dari dubur atau usus besar. Hal ini perlu diwaspadai karena dapat dijadikan tanda adanya infeksi tertentu pada pencernaan si Kecil.

Pucat atau putih

Warna BAB yang pucat menandakan ada infeksi atau masalah pada empedu. Bayi yang terkena sakit kuning biasanya mengalami hal ini. Pada bayi yang baru lahir, umum terjadi bayi terkena penyakit kuning. Biasanya akan hilang dalam beberapa minggu. Tidak hanya BAB saja yang putih atau pucat tapi kulit dan area putih mata juga terlihat kuning.

Hijau

Warna hijau pada BAB bayi juga perlu diwaspadai. Untuk bayi yang minum ASI bisa mengindikasikan si Kecil terlalu banyak laktosa. Hal ini bisa diatasi dengan cara ketika menyusui sebaiknya habiskan dulu susu di payudara satu baru kemudian pindah ke payudara lainnya.

Untuk membersihkan BAB pada bayi yang baru lahir, cukup gunakan kapas serta air hangat. Ibu sebaiknya menghindari bahan tertentu yang berisiko menimbulkan iritasi pada kulit bayi. Pemilihan popok pada bayi juga penting untuk menjaga kelembapan dan kebersihan kulit si Kecil. Ibu juga perlu memastikan untuk memakaikan popok jangan terlalu ketat yang menyebabkan sirkulasi udara kurang baik yang mengakibatkan lembap. Jika popok lembap akan mempermudah bakteri dan jamur berkembang sehingga menyebabkan ruam pada pantat si Kecil. Yuk, selalu perhatikan kondisi si Kecil secara detail.