Whatsapp Share Like
Simpan

Ibu harus tahu, si Kecil yang memasuki usia 12 bulan akan bergerak lebih aktif. Pertumbuhan otot kaki dan sendi berkembang dengan baik. Si Kecil yang lucu akan mulai berjalan sendiri. Namun Ibu tidak disarankan memberi si Kecil alat bantu gerak seperti kereta berjalan. Karena alat tersebut akan membuat si Kecil malas bergerak. Gerak tubuhnya pun tidak alami lagi. Si Kecil akan lebih cepat berjalan bila dilakukan dengan usahanya sendiri.

Lengan dan kaki si Kecil juga semakin kuat untuk bergerak bebas dan lancar. Ia akan menjelajahi seisi rumah. Si Kecil juga akan mencontoh perilaku Ibu seperti memegang cangkir. Kekuatan kaki dan tangan mungil si Kecil dapat mendorong benda di sekitarnya. Keaktifannya tentu membuat Ibu cemas, sehingga Ibu harus mengawasi si Kecil dengan teliti.

Ibu jangan takut untuk memberikan latihan kepada si Kecil, misalnya latihan memanjat tangga dan percaya kepada si Kecil. Kepercayaan Ibu akan menumbuhkan rasa percaya diri di jiwa si Kecil. Ia pun akan berusaha yang terbaik dalam melakukan misi menaiki tangga tersebut. Ketika si Kecil terjatuh bersikaplah tenang ya Bu. Berikan pelukan dan ciuman untuk menenangkan si Kecil. Dengan begitu rasa trauma karena jatuh akan berkurang dari pikiran si Kecil.

Ibu tidak boleh memukul atau memarahi benda yang menyebabkan si Kecil terjatuh atau terluka. Hal yang benar untuk dilakukan adalah meniup luka dan mengatakan bahwa itu akan sembuh. Jika Ibu memarahi atau memukul benda tersebut, si Kecil akan terbiasa menyalahkan sesuatu. Dengan tindakan kecil tadi, Ibu sedang mengajari si Kecil untuk tidak mendendam atau membenci.

Gerakan tubuh si Kecil yang sangat aktif tentu harus didukung oleh tubuh yang kuat. Biasanya si Kecil yang berbobot besar memiliki tenaga yang lebih kuat dibanding yang berbobot kecil. Bobot atau berat badan si Kecil sangat dipengaruhi oleh makanan yang dikonsumsi. Ibu harus menyiapkan kelengkapan gizi, nutrisi, dan vitamin dengan takaran yang pas agar berat badan si Kecil ideal.

Artikel Sejenis

Berat badan si Kecil memang cenderung berubah-ubah seiring bertambahnya usia. Si Kecil akan kekurangan berat badannya saat baru lahir, namun akan kembali lagi setelah usia dua minggu bahkan meningkat. Ibu perlu memastikan berat badan si Kecil terus meningkat dengan memperhatikan asupan gizi yang diberikan. Kekurangan berat badan si Kecil biasanya terjadi karena kekurangan asupan gizi.

Timbanglah si Kecil secara rutin ya Bu! Timbang berat badannya, ukur panjang tubuh dan lingkar kepala dengan meteran. Pastikan berat badan si Kecil dalam posisi normal atau ideal. Tidak boleh kelebihan atau kekurangan. Ibu juga harus tahu beda jenis kelamin beda juga berat badan idealnya. Berat badan bayi laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan. Asupan gizi yang dibutuhkan bayi laki-laki juga lebih banyak dibanding perempuan. Sehingga Ibu harus memiliki patokan sendiri untuk mengetahui berat badan ideal si Kecil.

Nah, asupan makanan seperti apa yang dibutuhkan si Kecil untuk menambah berat badan? Ada dua hal yang perlu Ibu ingat untuk kelengkapan asupannya, kebutuhan gizi dan nutrisi.

Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan RI kebutuhan gizi dan nutrisi berikut untuk si Kecil usia 7-12 bulan. Kebutuhan gizi yang diperlukan berbentuk energi (725 kkal), protein (18 gram), kalsium (250 miligram), dan zat besi (7 miligram). Sedangkan kebutuhan nutrisi diperoleh dari karbohidrat ( 82 gram), protein (18 gram), vitamin dan mineral, lemak (36 gram), nasi lunak, lauk hewani dan nabati, sayur, buah, susu dan margarin atau minyak untuk menumis.

Kebutuhan nutrisi memiliki fungsi yang berbeda-beda. Karbohidrat untuk memberi rasa kenyang dan zat tenaga. Protein untuk daya tahan tubuh dan pertumbuhan. Vitamin dan mineral sebagai pelindung dan zat pengatur serta sumber serat. Lemak zat untuk melarutkan vitamin A, D, E, K dan sumber energi.

Ingat Bu, pilihan makanan si Kecil harus sesuai dengan pertumbuhan giginya yang belum lengkap dan baru tumbuh. Pencernaan si Kecil pun belum sempurna sehingga Ibu harus masak sayur matang dengan potongan kecil-kecil. Ayam atau daging dilumatkan agar bisa dikonsumsi si Kecil dengan baik.

Saat makan keluarga sertakan si Kecil dan biarkan ia memilih makanan yang disuka serta biarkan ia makan sendiri. Ukuran porsi si Kecil sepertiga makanan orang dewasa. Jangan paksa si Kecil jika tidak mau makan. Cobalah mencari makanan lain agar ia mau makan. Berikan suasana yang menyenangkan dan nyaman saat makan.

Catat menu makanan dan porsi si Kecil setiap harinya. Bandingkan perubahan berat badan si Kecil. Bila berat badannya tidak bertambah, sebaiknya Ibu konsultasikan dengan ahli gizi atau dokter anak.