Whatsapp Share Like
Simpan

Si Kecil agar memiliki fisik dan daya tahan tubuh yang kuat harus mendapatkan ASI eksklusif dari Ibu selama 0-6 bulan. Namun tentu masing-masing Ibu memiliki kesibukan sendiri atau bahkan harus bekerja, sehingga tidak bisa menyusui si Kecil secara langsung. Namun Ibu bisa memberikan ASIP (Air Susu Ibu Perah) sebagai solusi, agar si Kecil tetap mendapatkan asupan gizi secara maksimal. Ada banyak hal penting yang harus Ibu ketahui saat melakukan metode ASI Perah pada si Kecil. Penting untuk menjaga kualitas ASI agar tetap baik dengan menggunakan botol kaca atau plastik yang bebas Bisphenol-A (BPA) yang berbahaya bagi si Kecil. Kemudian pastikan botol yang digunakan untuk menyimpan ASI sudah disterilkan atau minimal dicuci dengan air hangat bersih. Ibu juga harus teliti untuk tidak menyimpan ASI dalam botol sekali pakai yang memang tidak diperuntukkan bagi pemakaian berulang. Saat memberikan ASIP, Ibu disarankan untuk tidak menggunakan dot botol untuk memberikan ASI kepada si Kecil. Menggunakan dot botol tidak disarankan, karena akan membuat si kecil bingung dengan puting Ibu. Bingung puting adalah ketika Ibu memberikan ASIP kepada si Kecil dengan dot botol, kemudian saat disusui secara langsung kembali ia akan menolak. Hal ini terjadi karena dot botol lebih lancar mengeluarkan susu dibandingkan puting payudara. Ibu lebih baik menggunakan media lainnya seperti sendok, soft cup feeder, pipet atau gelas, dan berikut penjelasan cara memberikan kepada si Kecil.

  1. Cup feeder atau gelas sloki
    Cara meminumkan ASIP kepada si Kecil dengan gelas sloki sama dengan sendok. Pertama, gendong si Kecil di pangkuan dan posisikan dengan kepala agak tegak dengan menggunakan tangan untuk menopang bahu dan leher si Kecil. Kedua, tempelkan bibir gelas sloki ke bibir si Kecil. Ketiga, perlahan posisikan gelas sloki agar miring dan dekatkan pada mulut si Kecil hingga ASIP menyentuh bibir bawah dan biarkan ia meminum secara perlahan.

  2. Pipet
    Cara meminumkan ASIP kepada si Kecil dengan pipet adalah pertama, memasukkan ujung pipet ke dalam mulut si Kecil. Kedua, teteskan beberapa tetes ASIP ke mulut si Kecil. Lalu, tunggu hingga si Kecil menelan, dan kemudian ulangi lagi. Pastikan saat meneteskan ASIP setetes demi setetes agar si Kecil tidak tersedak. Kemudian gunakan pipet yang terbuat dari plastik, karena pipet yang terbuat dari kaca bisa melukai si Kecil.


Menurut Rahmah Housniati selaku Ketua dari Ikatan Konselor Menyusui Indonesia memberikan saran saat memberikan ASIP jangan menunggu si Kecil terlalu lapar bahkan hingga menangis. Hal ini akan membuat saat meminumkan ASIP menjadi lebih sulit, karena si Kecil sudah tidak sabar. Kemudian saat berlatih minum ASIP, mintalah orang lain seperti pengasuh untuk memberikan kepada si Kecil. Si Kecil lama-kelamaan akan mengerti jika orang lain yang memberikan ASI, maka ia harus menggunakan alat minum ASI. Si Kecil juga sudah mengerti, ia akan mudah untuk berlatih minum ASI dengan alat cup feeder atau pipet. Saat berlatih memberikan ASIP, Ibu dapat mencoba semua alat yang disarankan untuk memberikan ASI perah seperti gelas, pipet atau alat pemberi obat serupa alat suntik, sendok kecil, soft cup feeder, botol yang ujungnya terdapat sendok atau training cup. Si Kecil nanti akan dapat memilih dan memutuskan sendiri alat apa yang paling ia sukai. Lakukan latihan secara bertahap dari jauh-jauh hari agar si Kecil terlatih minum dengan alat.

Saat Ibu mulai menerapkan ASIP, Ibu harus teliti dalam mengingat kapan waktu kedaluwarsa ASI. ASI yang baru saja diperah dapat bertahan dalam suhu ruang hingga 4 jam. Jika disimpan dalam wadah tertutup dengan kantong es, ASIP dapat bertahan hingga 24 jam. ASIP yang disimpan dalam lemari pendingin dapat bertahan hingga 5 hari. Sementara jika disimpan dalam freezer, ASIP dapat bertahan hingga 6 bulan. Namun sebaiknya tidak menyimpan ASIP terlalu lama di kulkas. Semakin lama ASIP disimpan, maka makin banyak vitamin C yang hilang.

Metode memberikan ASI Perah sebenarnya tidak masalah jika Ibu tetap disiplin dan teliti dalam menyimpan ASI. Selain itu Ibu tidak perlu khawatir ikatan dengan si Kecil menjadi lemah dan tidak sekuat Ibu lain yang bisa menyusui secara terus menerus. Buatlah manajemen waktu dan luangkan waktu agar Ibu fokus pada si Kecil dan tidak membawa pekerjaan kantor saat di rumah. Ikatan Ibu dan si Kecil tetap terjalin kuat dan gizinya tetap terpenuhi.

Artikel Sejenis