Whatsapp Share Like
Simpan

Setiap Ibu pasti menginginkan persalinannya berjalan normal. Namun proses persalinan normal yang dialami para Ibu hamil tentu berbeda-beda. Tahapan normal seakan menjadi pilihan utama. Ada tiga tahapan yang akan Ibu lalui ketika akan bertemu si Kecil.

Tahapan pertama ketika melahirkan normal adalah saat Ibu mulai mengalami kontraksi. Ukuran leher rahim berubah ukuran atau dikenal dengan istilah bukaan. Tahapan kedua adalah proses mendorong si Kecil keluar dari dalam perut. Lalu, tahapan ketiga adalah tali plasenta si Kecil akan keluar setelah beberapa menit si Kecil dilahirkan.

Pada tahapan pertama, Ibu akan mengalami dua proses yaitu fase awal dan fase aktif. Saat fase awal, leher rahim yang menipis dan mulai membuka. Ibu akan mulai merasakan kontraksi ringan selama 30-90 detik. Lama-kelamaan kontraksi yang Ibu alami akan semakin teratur, misalnya setiap 5 menit. Sejalan dengan waktu, leher rahim akan terbuka sedikit demi sedikit. Biasanya akan ada lendir bercampur darah yang keluar dari vagina.

Fase awal akan berakhir ketika pembukaan leher rahim mencapai 4-6 waktu yang dibutuhkan untuk mencapai pembukaan. Setiap Ibu akan memiliki fase awal yang berbeda-beda. Bagi yang mengalami kehamilan pertama, fase ini biasanya sekitar 6-12 jam. Namun untuk Ibu yang sudah pernah melahirkan fasenya akan lebih cepat.

Setelah melewati fase awal, Ibu akan memasuki fase aktif dalam proses persalinan. Tanda-tanda fase aktif adalah leher rahim akan melebar lebih cepat. Pada fase ini pembukaan leher rahim mencapai 6-9 kontraksi yang lebih kuat, lama, dan sering. Ibu mulai merasa tidak nyaman dalam fase ini. Ibu bisa saja merasa kram, tekanan di punggung, dan mual. Jika belum mengalami itu, air ketuban akan pecah pada fase ini.

Artikel Sejenis

Bila air ketuban pecah pada fase aktif, inilah saat yang tepat untuk bergegas ke rumah sakit atau rumah bersalin. Intensitas rasa sakit yang Ibu alami akan meningkat. Bila Ibu tidak bisa menahan rasa sakit tersebut, mintalah obat pereda rasa sakit atau suntik bius. Fase aktif biasanya berlangsung selama 4-8 jam bila ini kehamilan pertama Ibu. Namun akan berbeda lagi setiap orangnya.

Ketika fase aktif sudah berakhir, Ibu akan melalui masa yang disebut fase transisi. Pada fase ini kontraksi akan berlangsung lebih kuat dan lama karena si Kecil sudah turun ke jalan lahir. Ibu akan merasakan kelelahan, takut, dan semakin cemas. Ibu akan membutuhkan dampingan saat melahirkan. Namun ada juga yang merasa terganggu bila didampingi. Fase transisi akan berlangsung lama jika ini proses persalinan normal pertama Ibu.

Tahapan kedua dalam proses persalinan normal adalah proses mendorong si Kecil agar keluar dari tubuh. Pada tahapan ini bukaan leher rahim sudah penuh yaitu sebesar 10 cm. Ibu harus mengeluarkan semua tenaga di fase ini. Kondisi yang akan Ibu lewati saat fase ini adalah tidak merasakan kontraksi seperti di fase aktif. Jarak waktu kontraksi tidak terlalu dekat sehingga Ibu bisa beristirahat sebelum kontraksinya datang lagi. Secara perlahan si Kecil akan turun ke jalan lahir. Ibu disarankan untuk bersabar ketika proses tersebut. Tidak perlu tergesa-gesa. Bersabar juga akan membuat tubuh Ibu lebih rileks dan tidak stres.

Jika si Kecil sudah berada di bawah panggul Ibu, rasa ingin mengejan akan muncul sendiri. setelah beberapa saat akan terlihat tonjolan pada jaringan antara vagina dan anus ketika Ibu mendorong. Tidak lama lagi kulit kepala si Kecil akan terlihat. Saat ini rasa ingin mendorong akan terasa lebih kuat. Ibu akan terus berusaha mengejan hingga akhirnya si Kecil keluar secara utuh. Ketika proses mengejan Ibu akan merasakan nyeri yang kuat karena jaringan pada jalan lahir meregang. Ketika si Kecil sudah keluar mulut dan hidungnya akan dibersihkan agar mudah bernapas. Ibu bisa segera bertemu si Kecil jika tidak ada komplikasi.

Tahapan ketiga adalah Ibu akan merasa lega dan bahagia yang tidak bisa diungkapkan. Ibu sudah bisa mencium dan memeluk si Kecil dengan penuh kasih sayang. Namun proses melahirkan belum selesai. Proses selanjutnya yang akan Ibu alami adalah menunggu plasenta keluar dari rahim sekitar 5-10 menit setelah si Kecil lahir. Namun ada juga yang baru keluar setengah hingga satu jam.

Setelah tali plasenta lahir, luka robekan jalan lahir akan dijahit oleh penolong persalinan. Sebelum jalan lahir dijahit, Ibu akan diberi suntikan bius lokal untuk mengurangi nyeri. Bagi Ibu yang baru pertama kali melahirkan, proses keseluruhan persalinan biasanya menghabiskan waktu 10-20 jam. Proses melahirkan bisa lebih cepat jika sudah pernah melahirkan secara normal sebelumnya. Proses melahirkan normal memang akan menguras waktu, tenaga, dan pikiran. Namun hal tersebut akan terbayar ketika Ibu sudah bertemu dengan si Kecil.