Whatsapp Share Like
Simpan

Stimulasi dari orangtua sangat berpengaruh kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil. Sejak usia kelahirannya hingga si Kecil memasuki usia 12 bulan, proses pertumbuhan organ dan perkembangan otak si Kecil berkembang pesat. Stimulasi dari orangtua dapat diberikan melalui permainan. Orangtua perlu mengetahui permainan dan cara bermain anak sesuai usianya. Berikut adalah permainan yang bisa orangtua berikan beserta manfaatnya:

Usia 0-4 Bulan

Pada usia 0-4 bulan, si Kecil dapat diberikan stimulasi dengan mainan bola-bola kecil beraneka warna. Si Kecil biasanya akan tersenyum jika bola-bola tersebut digerakkan ke arah kiri-kanan hingga merangsang perhatiannya. Kenalkan bola tersebut dengan membuat si Kecil menyentuhnya. Eksplorasi ini akan membantu merangsang kemampuan motoriknya. Rangsangan tersebut akan melatih indera penglihatan berfungsi secara optimal.

Kemudian, orangtua bisa memberikan stimulasi dengan menggantungkan boneka/mainan/gambar menarik di atas wajah si Kecil. Gerak-gerakkan gantungan tersebut untuk merangsang perhatian si Kecil. Si Kecil akan belajar mengetahui perbedaan masing-masing benda hingga ingin memegang benda tersebut, menunjukkan kemampuan motoriknya terasah. Selain itu, memberikan permainan kerincingan dapat mengasah kemampuan pendengaran si Kecil.

Usia 5-8 Bulan

Si Kecil usia 5-8 bulan mulai memiliki keingintahuan mengidentifikasi diri sendiri. Orangtua dapat memberikan cermin sebagai stimulasi agar si Kecil mengenali diri mereka serta mengasah si Kecil mengembangkan kemampuan sosialnya. Memberikan permainan dengan selimut yang dijadikan ayunan bisa menjadi stimulasi untuk melatih kekuatan/stamina tubuh si Kecil dalam melakukan berbagai aktivitas fisik di kemudian hari.

Lalu, stimulasi berupa pemberian mainan berbentuk alat-alat makan seperti sendok, piring, dan garpu bisa digunakan untuk mengenal perbendaharaan alat-alat sehari-hari yang akan si Kecil gunakan. Mendongeng buku-buku cerita anak juga menjadi hal yang disukai si Kecil. Rangsang ketertarikan si Kecil dengan cerita yang beragam agar si Kecil tidak bosan. Stimulasi tersebut dapat menjadi perbendaharaan kosa kata dan mengasah pendengaran si Kecil.

Artikel Sejenis

Usia 9-12 Bulan

Stimulasi orangtua pada usia ini bisa dilakukan dengan memberikan mainan seperti puzzle, balok beraneka warna, ataupun mobil-mobilan. Cara bermain si Kecil pada usia 9-12 bulan berpusat pada cara mereka mengembangkan kreativitasnya. Cara bermain yang dapat mengasah kemampuan motorik, membuat si Kecil beradaptasi dengan lingkungannya, serta membuat rasa percaya diri pada si Kecil muncul merupakan cara bermain yang sangat dianjurkan untuk orangtua. Saat memasuki usia 12 bulan, penting bagi Ibu untuk mengajarkan si Kecil cara berjalan.

Dalam memberikan mainan untuk stimulasi perkembangan anak, orangtua juga perlu memperhatikan mainan yang boleh diberikan atau tidak kepada si Kecil. Berikut adalah tips memberikan mainan kepada si Kecil usia 0-12 bulan:

  • Pada usia 0-12 bulan, si Kecil akan sering memasukkan sesuatu ke mulutnya. Pastikan semua mainannya aman. Hindari permainan yang memiliki ujung runcing, mudah patah, berbulu, atau permainan yang zatnya mengandung bahan kimia. Jangan lupa untuk selalu mencuci mainan sebelum maupun sesudah digunakan untuk menjaganya tetap bersih.
  • Pilihlah mainan yang bentuknya tampak mirip pada si Kecil usia 3-6 bulan. Hal ini dikarenakan si Kecil akan lebih menyukai permainan yang tampak familiar dan membutuhkan cukup waktu untuk beradaptasi dengan permainan baru.
  • Berilah mainan-mainan kreatif yang Ibu ciptakan, karena tidak semua mainan yang Ibu inginkan terjual di pasar. Mainan kreatif dapat berupa kain yang dijadikan buku cerita ataupun boneka yang Ibu jahit sendiri. Permainan kreatif yang Ibu ciptakan akan membuat kebanggaan tersendiri bagi orangtua dan dikenang baik oleh si Kecil.
  • Tetap jaga waktu istirahat si Kecil. Sesenang apapun ia bermain, Ibu harus cepat tanggap jika si Kecil mulai lelah.
  • Berilah si Kecil banyak rangsangan dengan menyediakan si Kecil banyak mainan/benda-benda yang dapat memperkaya pengalamannya. Makin banyak orang tua memberikan rangsangan, perkembangannya akan lebih cepat. Si Kecil pun akan memiliki banyak pengalaman sebagai bekalnya nanti dalam melakukan problem solving atau berkomunikasi.
  • Mengajak bermain si Kecil bukan hanya untuk memonopoli tugas Ibu, tapi juga Ayah karena perlakuan dari Ayah dan Ibu bisa berbeda kepada si Kecil. Berikan waktu yang cukup untuk si Kecil bermain.

Orang tua memiliki peranan penting untuk mengajak si Kecil bermain baik menggunakan media ataupun permainan sederhana tanpa media/alat. Mengajak si Kecil bermain dapat membuat tumbuh kembang yang optimal pada si Kecil. Melalui bermain dan memberikan nutrisi yang tinggi, seperti pemenuhan lemak omega 3, omega 6, zat besi, minyak ikan, dan asam sialat akan mempersiapkan si Kecil menjadi manusia yang cerdas di kemudian hari.