Whatsapp Share Like
Simpan

Bayi dan Ibu mengalami berbagai macam hal baru yang terjadi setiap hari, kemampuan beradaptasi sedang dijalani bersama. Banyak hal yang terjadi pada si Kecil yang akan Ibu temui. Mulai dari pertama kali si Kecil membuka mata, menangis, tersenyum, melirik, dan sebagainya. Adapun hal-hal yang akan membuat Ibu khawatir salah satunya adalah gumoh. Sebelum si Kecil berumur 1 tahun, gumoh akan sering terjadi bisa beberapa kali dalam sehari terutama setelah si Kecil selesai makan atau menyusui.

Gumoh merupakan hal yang wajar terjadi untuk bayi usia 0-4 bulan. Gumoh sendiri merupakan kondisi dimana si Kecil mengeluarkan cairan isi lambung dengan tanpa adanya kontraksi dari diafragma atau dinding perut. Sehingga terlihat mengalir saja dari mulut si Kecil. Berbeda halnya jika muntah yang terjadi dengan disertai tekanan dan kontraksi dari perut. Gumoh terlihat seperti air yang mengalir ke bawah seperti meludah. Gumoh bukanlah sesuatu yang buruk, melainkan cara tubuh si Kecil untuk menyeimbangkan asupan makanan pada tubuhnya supaya sesuai dengan kemampuan lambung si Kecil.

Biasanya gumoh terjadi 1-4 kali sehari pada bayi usia 0-4 bulan, Ibu yang pertama kali mendapati bayinya gumoh sebaiknya jangan terlalu khawatir. Secara medis, kondisi otot kerongkongan masih belum kuat dan kerongkongan tidak panjang. Ditambah lagi lambung si Kecil yang masih relatif kecil. Hal tersebut membuat si Kecil mudah gumoh jika kekenyangan. Gumoh itu normal dalam frekuensi ambang batas tertentu. Ibu bisa mengetahui beberapa penyebab gumoh pada si Kecil.

Posisi menyusui kurang tepat

Hal yang sering mengakibatkan si Kecil gumoh adalah posisi Ibu ketika menyusui si Kecil. Sebaiknya jangan menyusui dengan posisi tiduran miring dan si Kecil terlentang. Hal tersebut akan membuat ASI yang diminum si Kecil tidak masuk ke saluran pencernaan, namun masuk saluran pernapasan. Selain bisa membuat gumoh, bisa menyebabkan si Kecil tersedak.

Pemakaian gurita yang terlalu kencang

Bayi 0-4 bulan seringkali masih memakai gurita untuk menjaga postur tubuhnya. Akan tetapi penggunaan gurita yang terlalu kencang malah dapat membuat si Kecil kurang nyaman. Terlebih ketika menyusui, lambung si Kecil akan mendapatkan tekanan dan ASI tidak dapat masuk dengan lancar ke lambung. Sehingga cairan tersebut akan kembali melalui mulut si Kecil.

Artikel Sejenis

Si Kecil terlalu kenyang

Kapasitas lambung bayi usia 0-4 bulan masih kecil, kira-kira hanya sebesar bola pingpong pada awal usianya. Hal tersebut bisa membuat gumoh, karena si Kecil minum melebihi kapasitas lambung yang dimilikinya. Untuk itu pastikan Ibu dapat mengira-ira kapan si Kecil  minumnya.

Alergi susu pertumbuhan

Adanya alergi pada si Kecil terhadap jenis susu tertentu, terlebih si Kecil yang mengonsumsi susu pertumbuhan. Beberapa produk susu pertumbuhan mungkin tidak cocok dengan tubuh si Kecil. Sebaiknya jika akan membeli susu pertumbuhan konsultasikan ke petugas medis terlebih dahulu.

Alergi ASI

Meskipun ASI adalah makanan yang paling baik untuk bayi, ASI bisa juga menyebabkan si Kecil alergi dan membuatnya gumoh. Hal tersebut dikarenakan ada asupan makanan yang dimakan Ibu namun membuat si Kecil tidak cocok. Sebaiknya Ibu menghindari makanan-makanan yang berpotensi mengakibatkan alergi pada si Kecil.

Cara mengatasi gumoh

  • Sebaiknya Ibu membenahi posisi menyusui dengan badan si Kecil seperti akan didudukkan, dengan posisi kepala lebih tinggi dari perut si Kecil.
  • Hindari membuat si Kecil terlalu banyak minum pada satu waktu, sebaiknya si Kecil minum sesuai kapasitasnya namun dalam waktu yang lebih sering. Hal tersebut akan membuat si Kecil lebih mudah untuk mencerna ASI.
  • Selama dan sesaat setelah menyusui sebaiknya kondisikan si Kecil untuk tidak terlalu aktif bergerak supaya ASI yang diminumnya bisa dicerna dengan baik terlebih dahulu.
  • Sendawakan si Kecil setelah minum, Ibu bisa menggendongnya tegak di bahu. Hal ini bermanfaat untuk membuat ASI turun ke lambung.
  • Usahakan si Kecil tidak kemasukan udara saat minum susu. Ibu bisa menyusui si Kecil dengan berganti payudara yang lain setelah habis susu pada payudara pertama.


Waspada Jika Hal Ini Terjadi

Ibu perlu waspada jika gumoh terjadi lebih dari 4 kali, karena dapat menyebabkan gejala patologis yang membuat si Kecil lebih rewel, susah untuk minum ASI, dan adanya gangguan pernapasan. Selain itu, perhatikan apakah setiap gumoh si Kecil mengeluarkan darah dan membuat kulitnya jadi biru. Secara berkala timbanglah si Kecil untuk mengetahui perkembangan masa tubuhnya. Jika gumoh semakin sering segeralah mencari bantuan pada tenaga medis profesional supaya segera dapat dilakukan penanganan yang tepat.