Whatsapp Share Like
Simpan

Makanan si Kecil memang menjadi kebutuhan utama untuk tumbuh kembangnya. Ibu tidak boleh memberikan makanan yang tidak sesuai dengan si Kecil. Sistem pencernaan yang belum sempurna membuat si Kecil tidak boleh mengonsumsi jenis makanan sembarangan. Hanya makanan yang mengandung gizi dan mudah dicerna oleh sistem pencernaannya yang boleh diberikan.

Pada awal kelahiran hingga usia 6 bulan, si Kecil hanya boleh minum ASI eksklusif. Tidak diperbolehkan makanan atau minuman, termasuk air putih. Memasuki usia 6 bulan ke atas, si Kecil sudah mulai diberi makanan pendamping ASI (MPASI). MPASI akan melengkapi kebutuhan gizi dan nutrisi si Kecil. Ibu perlu peka dengan isyarat si Kecil saat ia lapar. Biasanya ia akan menggigit tangan atau berusaha memasukkan sesuatu ke mulutnya. Bila Ibu belum paham dengan isyarat tersebut, si Kecil akan mulai menangis. Menangis adalah isyarat terakhir si Kecil untuk memberitahukan bahwa ia lapar.

Sebelum Ibu membuat makanan untuk si Kecil ada baiknya mengetahui nutrisi apa yang diperlukan si Kecil. Menurut pedoman gizi seimbang Kemenkes RI, setidaknya makanan si Kecil harus mengandung lemak (alpukat, ikan salmon, tuna, dan sarden, telur, daging sapi, kacang-kacangan), zat besi (daging sapi,ikan, ayam tanpa kulit, hati dan telur), kolin (kuning telur, daging merah, ikan, daging unggas, kacang-kacangan, brokoli, bok coy, kembang kol, kubis), asam folat (kacang kedelai, bayam atau sayuran hijau, hati, alpukat, dan jeruk), yodium (udang, lobster, tuna, kentang, minyak ikan cod, ikan dan telur), protein (telur, daging sapi, daging ayam, ikan, tahu, tempe, kacang hijau, kacang kedelai), zink (ayam, daging sapi, kacang-kacangan, gandum), dan vitamin D (ikan berlemak, susu yang difortifikasi, sinar UV dari matahari pagi). Kandungan nutrisi di atas membantu dalam pembentukan struktur otak dan saraf si Kecil.

Setelah mengetahui kandungan nutrisi pada berbagai jenis makanan, berikut beberapa resep makanan yang bisa membuat si Kecil lebih sehat dan pintar.

  1. Bubur Kentang Brokoli

    Bahan-bahan yang harus Ibu siapkan adalah 60 gram kentang (kupas dan potong dadu), 3 kuntum brokoli yang kecil dan 3 sdm air matang atau ASI. Kandungan kolin dari brokoli merupakan vitamin B kompleks. Kolin akan diubah menjadi betaine saat masuk dalam tubuh yang berfungsi mengatur perkembangan saraf dan otak. Kandungan karbohidrat dari kentang akan membuat si Kecil kenyang. Ibu harus mengukus kentang dan brokoli hingga matang. Setelah matang didinginkan terlebih dahulu, lalu dihaluskan dengan blender. Setelah halus tambahkan ASI atau air matang.

  2. Bubur Kacang Hijau

    Siapkan 2 sdm kacang hijau kupas (rendam selama 2 jam 30 menit), 5 lembar daun bayam, 1 gelas air untuk merebus, dan 80 ml air rebusan kacang hijau dan bayam. Kacang hijau mengandung protein yang berguna untuk membuat sel saraf dan perkembangan sel otak si Kecil. Bayam mengandung asam folat yang berbentuk vitamin B berguna untuk perkembangan otak dan saraf. Untuk memasaknya, Ibu harus merebus kacang hijau hingga empuk sekitar tujuh menit, lalu masukkan bayam. Teruskan memasak sampai bayam empuk atau sekitar dua menit. Tiriskan kacang hijau dan bayam. Pisahkan 80 ml air rebusan tadi. Haluskan kacang hijau, bayam, dan 80 ml air rebusan dengan blender. Bubur kacang hijau siap disajikan.

  3. Sup Krim Sayur

    Bahan makanan yang perlu Ibu siapkan berupa 1 batang wortel (kupas dan potong-potong), 1 genggam buncis (cuci bersih, potong ujungnya, buang serat pinggirannya lalu potong-potong), 2 buah kentang ukuran sedang (kupas dan potong-potong), 350 ml kaldu ayam dan 200 ml ASI . Menu ini untuk si Kecil usia 8 bulan ya Bu. Nutrisi utama makanan ini berupa kalsium, potasium dan beta-karotin. Kalsium berfungsi untuk pertumbuhan tulang dan gigi si Kecil. Potasium merupakan mineral penting yang menjaga jaringan otot dan menyeimbangkan elektrolit tubuh. Agar dapat dikonsumsi si Kecil, Ibu perlu mengukus wortel, buncis, dan kentang terlebih dahulu. Setelah matang, campur sayuran lalu haluskan. Tahap akhir tambahkan kaldu ayam dan ASI.

Resep di atas baru sedikit dari sekian banyak resep makanan untuk si Kecil yang bisa Ibu coba. Mulailah bereksperimen dengan berbagai jenis makanan. Jangan lupa Bu, nutrisi si Kecil harus lengkap agar pertumbuhannya berjalan baik. Pemenuhan nutrisi juga sangat berpengaruh pada perkembangan otak si Kecil. Jadi Ibu harus memilih makanan yang mengandung nutrisi agar si Kecil jadi anak pintar. Bu, hindarilah makanan instan untuk si Kecil. Buatlah makanan sendiri karena tentu lebih aman, sehat, dan murah. Selamat mencoba resep lainnya ya, Bu.