Whatsapp Share Like
Simpan

Melihat di Kecil tumbuh sehat dan kuat tentu menjadi dambaan setiap Ibu. Terlebih jika gerak tubuhnya lincah serta mampu bergaul dan berkomunikasi dengan baik ketika sedang bermain bersama teman-temannya. Masa anak-anak memang menjadi periode emas pertumbuhan dan perkembangan fisik, sehingga harus dioptimalkan dengan berbagai upaya.

Aktivitas bermain pada si Kecil, tidak sekedar sebagai hiburan belaka. Kegiatan fisik yang dilakukan sehari-hari selain akan menjaga kesehatannya juga dapat merangsang perkembangan fisik secara umum serta koordinasi tubuh sehingga si Kecil dapat menguasai tubuhnya dengan sempurna. Tentu saja, pada periode ini, Ibu sebaiknya memberikan pengawasan ekstra untuk menghindari resiko cedera.

Ketika si Kecil bermain, ada saja resiko cedera yang mungkin dialami oleh si Kecil. Tidak ada salahnya memberikan perlindungan ekstra, misalnya berupa pakaian yang cukup tebal atau helm, jika memang si Kecil akan melakukan aktivitas fisik yang cukup intens. Tujuannya jelas, agar si Kecil setidaknya terlindung ketika terjatuh, atau terbentur benda keras.

Selain perlindungan fisik si Kecil, Ibu juga wajib memberikan asupan nutrisi, agar tubuh si Kecil juga memiliki ketahanan yang baik pada bakteri, kuman atau virus yang banyak tersebar dan dapat mengancam setiap saat. Dengan perlindungan ganda seperti ini, si Kecil bisa beraktivitas dengan bebas dan resiko rendah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Resiko Cedera dan Upaya Pertolongan Pertama

Beberapa resiko cedera bisa dialami si Kecil. Tanpa bermaksud menakut-nakuti dan membatasi ruang geraknya, Ibu sebaiknya mengetahui pertolongan pertama yang sebaiknya dilakukan ketika si Kecil mengalami cedera, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

Artikel Sejenis

  1. Lecet atau Goresan

    Luka lecet atau goresan yang terjadi pada permukaan kulit sangat umum terjadi ketika si Kecil terjatuh atau berbenturan dengan benda keras maupun tajam. Jika terjadi pendarahan, pertolongan pertama yang perlu dilakukan Ibu adalah menghentikan aliran darah dengan menekan luka si Kecil dengan perlahan.

    Basuh luka si Kecil dengan campuran air hangat dan larutan antiseptik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi yang mungkin masuk hingga luka nampak bersih, kemudian oleskan salep antiseptik, obat merah, atau sejenisnya dan tutup luka si Kecil yang sudah bersih tersebut.

  2. Luka Bakar

    Resiko luka bakar sering terjadi biasanya ketika si Kecil bermain di dekat kendaraan bermotor, atau di dekat makanan dan minuman panas. Jika hal ini terjadi, Ibu sebaiknya segera membasuh luka bakar tersebut dengan air dingin yang mengalir. Tujuannya adalah untuk menurunkan suhu di area yang mengalami luka bakar.

    Mitos di masyarakat yang mengatakan bahwa luka bakar sebaiknya segera diolesi pasta gigi sebenarnya tidak terlalu disarankan. Pengolesan pasta gigi malah diklaim akan menghambat proses penyembuhan yang wajar. Sangat disarankan untuk segera membawanya ke dokter, untuk mendapat perawatan profesional dan pengobatan yang tepat.

  3. Mimisan

    Istilah lainnya adalah bleeding nose, yang wajar terjadi jika si Kecil kelelahan. Pertolongan pertama yang bisa dilakukan adalah dudukkan si Kecil pada kursi dengan posisi bersandar, kemudian tekan perlahan bagian tengah hidung hingga aliran darah yang keluar berhenti.

    Hindari menengadahkan kepala si Kecil yang sedang mimisan. Hal ini beresiko mengalirkan darah kembali dan membuat si Kecil tersedak. Segera pastikan apa penyebabnya dengan memeriksakan si Kecil ke dokter kepercayaan Ibu.

  4. Sengatan Serangga

    Bermain di alam terbuka bisa menjadi proses belajar yang baik, sekaligus beresiko pada cedera ini. Tak jarang, si Kecil yang memiliki rasa ingin tahu besar bermain dengan serangka yang dapat menyengat. Ketika si Kecil disengat serangga, Ibu bisa melakukan langkah sederhana ini.

    Segera cabut sengat serangga atau serangga yang menempel, Ibu bisa menggunakan kuku atau benda lain. Pastikan kuku atau benda lain yang Ibu gunakan dalam keadaan sebersih mungkin. Kemudian kompres bekas sengatan tersebut dengan handuk berisi es untuk meminimalisir efeknya. Berikan obat yang direkomendasikan oleh dokter.

    Jika terjadi gejala lain seperti demam atau ruam, segera bawa si Kecil ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Gejala ini bisa jadi pertanda bahwa si Kecil mengalami alergi tertentu.

Cedera di atas memang bukan cedera yang terlalu serius, namun tetap harus ditangani dengan sigap dan cepat. Tujuan utama tentu agar cedera yang dialami si Kecil tidak menjadi masalah yang lebih besar untuk si Kecil dan untuk Ibu. Selalu awasi kegiatan bermain si Kecil dan berikan perlindungan ekstra jika diperlukan. Dukung aktivitasnya agar si Kecil tumbuh sehat, kuat dan pintar dengan mempelajari berbagai hal baru di sekitarnya.