Whatsapp Share Like
Simpan

Banyak hal yang harus dipersiapkan ketika menuju masa hamil. Hal ini karena masa kehamilan banyak mengubah diri Ibu. Selama 9 bulan, Ibu akan mengalami banyak perubahan fisik disebabkan oleh adanya janin di dalam tubuh. Perubahan ini jugalah yang membuat Ibu harus mempersiapkan perubahan mental pada diri Ibu. Ingat, setelah melahirkan, Ibu dan suami akan memiliki seorang anak yang harus diberi perhatian lebih.

Tak jarang sang Ibu mengalami depresi dan stres berat akibat bertambahnya tanggung jawab, kebiasaan, dan keseharian yang berubah karena merawat Si Kecil. Ibu akan mudah khawatir dan cemas dengan hal-hal kecil, apalagi pikiran tentang ‘menjadi Ibu yang baik’ dari lingkungan sekitar. Khawatir dalam batas yang wajar memang diperlukan, tapi jika berlebihan tidak baik untuk kondisi kesehatan mental Ibu.

Nah, untuk itu, sebelum hamil, sebaiknya Ibu mempersiapkan fisik dan mental. Namun, menjaga kesehatan mental terkadang lebih sulit dari menjaga kesehatan fisik. Beberapa hal berikut untuk persiapan mental sang Ibu. Apa saja penjelasannya? Simak ulasan berikut ini.

  1. Kenali ‘panggilan menjadi orangtua'
    Asalnya hanya berdua, kemudian jadi bertiga dengan panggilan berbeda, ya, title orangtua memang kadang mengesankan namun penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, sangat penting membicarakan hal ini dengan pasangan. Bicarakan bagaimana cara mendidik sang anak, pola asuh, pola makan, apa yang boleh dan tidak boleh, mau dibawa kemana sang anak kelak, dan sebagainya. Hal ini akan memperkuat hubungan dan Ibu pun akan lebih siap ketika Si Kecil tiba nanti.
  2. Kuatkan ikatan batin pasangan
    Memiliki anak adalah hasil kerja Ibu dan Ayah. Ibu memang memiliki peran besar, tapi Ayah juga punya peran penting. Jika selama hamil, emosi Ibu akan naik turun karena perubahan hormon, peran Ayahlah yang harus meredamkan emosi Ibu. Tentu hal itu akan terus berlanjut ketika merawat bayi baru lahir, hingga bulan-bulan pertama berlalu. Percayalah, semua tahapan kehidupan itu akan dilalui dengan baik namun harus dengan ikatan batin dari pasangan yang sangat kuat.
  3. Pertahankan kondisi mental dengan hidup teratur
    Serangkaian perubahan hidup akan berubah seiring dengan datangnya kehamilan. Ibu mungkin akan lebih hati-hati dalam berbuat demi keselamatan Si Kecil, emosi akan naik turun karena perubahan hormon, dan perubahan-perubahan kecil lainnya. Sadarilah hal ini, sehingga membuat Ibu berdua mencari cara dan berupaya agar kondisi mental masing-masing menjadi cukup stabil.  Ini akan membuat Ibu dan pasangan tidak mudah terjebak dalam kesalahpahaman serta permainan emosi sesaat yang terjadi karena proses transisi yang sedang dialami oleh Ibu berdua. Jagalah untuk tetap berpikiran positif.
  4. Rencanakan kehidupan baru yang seimbang
    Membesarkan anak tidak semudah membalikkan telapak tangan. Peran Ibu dan Ayah memiliki porsi masing-masing pada kehidupan sang anak. Jika Ibu membesarkan dengan kasih sayang melalui ucapan dan kecupan, Ayah menunjukkan cintanya dengan kebebasan yang diberikan pada Si Kecil. Bicarakanlah hal-hal kecil ini agar Ibu dan pasangan tidak salah paham tentang pola asuh yang kelak akan diberikan. Seimbangkan porsi Ayah dan porsi Ibu dalam waktu mendidik. Jangan lupa seimbangkan juga waktu untuk pasangan, jangan hanya fokus kepada Si Kecil saja ya Bu.
  5. Persiapkan peran baru ini dengan matang
    Banyak yang mengatakan kita tidak akan pernah siap menjadi orangtua hingga kita merasakannya sendiri. Berbincang dengan teman, kerabat, pakar, dokter, mertua atau rekan yang lebih berpengalaman akan sangat membantu Ibu. Ingat, tidak ada guru yang paling bijak selain pengalaman. Memang setiap keluarga memberlakukan pola asuh yang berbeda, tapi berbagi cerita tak ada salahnya, bukan? Mungkin Ibu bisa mendapatkan pelajaran berharga dari cerita teman-teman.

Setelah Ibu mengalami kehamilan dan persalinan, aktivitas Ibu akan sangat padat, dan sangat sulit untuk meluangkan waktu untuk diri sendiri. Bahkan, terkadang waktu makan terlewat akibat mengurus ulah Si Kecil, waktu tidur terkuras menjadi tak menentu. Persiapkan hal tersebut, jangan lupa menjaga asupan makanan dan nutrisi yang baik bagi tubuh Ibu. Karena jika tubuh Ibu sehat, badan si Kecil pun akan turut sehat dan kuat.

Artikel Sejenis