Whatsapp Share Like
Simpan

Si Kecil mulai menunjukkan kemampuan bicaranya melalui mengoceh saat memasuki usia 5-6 bulan. Setelah itu, menginjak usia 1 tahun si Kecil akan mulai mampu mengucapkan kata-kata untuk menyampaikan apa yang mereka maksud. Seiring bertambah usianya, si Kecil akan mampu menggabungkan kata-kata sederhana untuk meminta sesuatu, misalnya “mau makan” dan “minum susu”. Perbendaharaan kata si Kecil juga semakin banyak seiring dengan stimulasi apa yang si Kecil terima. Penting bagi orang tua untuk memberikan stimulasi sejak dini saat si Kecil mulai mampu mengoceh. Ibu bisa melakukan stimulasi berulang tanpa perlu mengkhawatirkan si Kecil akan bosan, Semakin diulang, si Kecil akan semakin merekam hal tersebut ke dalam memorinya.

Ada banyak cara yang dapat orang tua lakukan untuk menstimulasi si Kecil agar kepintarannya dalam berbicara dapat meningkat lebih cepat dan efektif. Berikut 8 stimulasi yang bisa Ibu lakukan sejak dini saat awal si Kecil mengoceh:

  1. Kurangi tontonan televisi dan gadget

    Video dari televisi dan gadget umumnya hanya memberikan komunikasi satu arah, sehingga si Kecil hanya akan menerima informasi yang masuk tanpa tertantang untuk berbicara ketika menonton video tersebut. Hal ini tidak baik untuk melatih kemampuan bicaranya.

  2. Banyak bertanya

    Mengajukan banyak pertanyaan ketika berkomunikasi mungkin terdengar sia-sia karena si Kecil belum mampu menjawabnya. Namun, mengajukan pertanyaan dapat menambah kosa kata pada si Kecil yang akan direkam oleh memori otaknya, serta mengenalkan si Kecil adanya model komunikasi untuk bergantian dalam berbicara.

  3. Mengajaknya menyanyi

    Menyanyikan lagu mengajaknya untuk berada pada suasana gembira dan mengenalkan kosa kata untuk si Kecil dengan cara yang menyenangkan. Ajarkan si Kecil lagu-lagu yang riang dengan lirik pendek dan berulang. Lagu-lagu anak yang mudah diingat dan sederhana akan gampang ditirukan oleh si Kecil.

    Artikel Sejenis

  4. Membacakan buku cerita

    Buku memuat dan mengenalkan si Kecil akan kosa kata baru. Bacakan buku yang memiliki gambar dan cerita menarik, agar si Kecil juga mengetahui hubungan antara gambar dan kata yang Ibu ucapkan. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan banyak manfaat lain dari buku cerita yang Ibu bacakan, seperti mengenalkan budaya, mengajarkan perilaku positif, serta stimulasi membaca anak di kemudian hari. Membacakan buku pada si Kecil juga mampu meningkatkan kelekatan atau bonding.

  5. Memberi kesempatan si Kecil berbicara

    Pada usia dibawah satu tahun, kemampuan si Kecil dalam berbicara masih terbilang rendah, sehingga membutuhkan waktu lama untuk si Kecil menyelesaikan satu kalimat sederhana. Ditambah lagi, pengucapannya yang belum jelas mengharuskan orangtua harus memiliki kesabaran tinggi. Berilah kesempatan si Kecil berbicara, koreksilah kata-kata yang salah dan minta si Kecil mengulangi dengan kata yang benar. Perlu bagi Ibu untuk tidak menyalahkan si Kecil jika kata-katanya salah, tetapi cukup contohkan kata-kata yang benar.

  6. Bermain menggunakan kartu karakter

    Kartu karakter memiliki karakter bermacam-macam mulai dari jenis-jenis buah, hewan, sayuran, ataupun benda. Tunjukkan karakter tertentu dan mintalah si Kecil untuk menyebutkan namanya atau jika si Kecil masih berusia di bawah 1 tahun, cukup kumpulkan karakter tertentu dan mintalah si Kecil menunjuk karakter sesuai dengan yang Ibu ucapkan.

  7. Ajak bicara dengan bahasa yang benar

    Orangtua kadang memaklumi jika si Kecil menggunakan kata-kata yang ejaannya salah seperti “princess” menjadi “inces”, “sama” menjadi “cama”, dan sebagainya. Orangtua bahkan terkadang menggunakan kata yang salah tersebut agar terdengar lucu dan menarik perhatian si Kecil. Padahal, kebiasaan menggunakan kata-kata yang salah untuk berkomunikasi dengan si Kecil justru akan membuat ia bingung membedakan mana kata-kata yang benar dan kata-kata yang salah.

  8. Mengenali Lingkungan

    Ajaklah si Kecil mengamati lingkungan dan alam di sekitarnya. Misal, ketika ada suara cicak, Ibu bisa bertanya “Itu suara apa dek?”, jika si Kecil belum merespon secara sempurna, Ibu bisa membantu menjawabnya sendiri seperti “Ci...cak”. Namun, jika si Kecil dapat merespon dengan baik dan benar, Ibu bisa menanggapi lagi jawaban tersebut.

Stimulasi kemampuan berbicara tersebut, selain membuat si Kecil lebih pintar dan aktif dalam meningkatkan kemampuan bicaranya, juga salah satu cara bonding antara Ibu dan si Kecil. Akan tetapi, perlu diingat jika tumbuh kembang masing-masing anak bisa berbeda-beda. Ibu tidak perlu memaksakan si Kecil perlu mengoceh dan pintar berbicara sebelum waktunya, yang sebaiknya Ibu lakukan hanyalah mendorong si Kecil agar terus mau mengoceh sebagai bentuk dorongan dari keseluruhan kemampuan bicara si Kecil. Penting bagi Ibu untuk selalu menunjukkan bahwa komunikasi verbal merupakan aktivitas positif yang menyenangkan.