Whatsapp Share Like
Simpan

Memasuki usia 6 bulan, si Kecil telah diperbolehkan mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Namun, Ibu perlu menghindari pemberian gula dan garam pada MPASI si Kecil. Memberikan gula dan garam terlalu dini pada si Kecil dapat membuat si Kecil berisiko memiliki masalah kesehatan di kemudian hari. Biarkanlah si Kecil merasakan rasa alami makanan selama MPASI agar si Kecil juga tahu rasa bahan makanan yang Ibu berikan.

Umumnya, Ibu menambahkan gula dan garam pada makanan si Kecil karena khawatir makanan akan terasa hambar. Padahal, makanan sebenarnya sudah mengandung garam dan gula alami yang lebih bermanfaat bagi tubuh si Kecil. Jadi, ibu tidak perlu khawatir makanan si Kecil terasa hambar.

Lalu, kapan waktu yang tepat memberikan gula dan garam untuk si Kecil?

Ibu bisa memberikan tambahan garam saat si Kecil berusia 6-12 bulan dengan takaran 1 gram dengan 0,4 gram natrium per hari. Ibu bisa memberikannya berdampingan dengan MPASI. Setelah si Kecil menginjak usia 1-3 tahun, si Kecil telah bisa mengkonsumsi garam sebanyak 2 gram dengan 0,8 gram natrium setiap harinya. Pada usia tersebut, Ibu bisa menambahkan kurang lebih ΒΌ sendok teh ke dalam makanan si Kecil.

Selain penambahan garam, penambahan gula sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan oleh si Kecil. Si Kecil telah mengenali rasa manis melalui buah-buahan yang Ibu berikan selama masa MPASI. Oleh karena itu, Ibu sebaiknya menambahkan gula dengan takaran yang sedikit dan jika diperlukan saja. Perlu juga bagi Ibu, untuk membiasakan si Kecil membersihkan giginya setelah makan. Berikan penambahan gula dan garam pada makanan si Kecil dalam waktu yang tepat.

Memberikan gula dan garam pada si Kecil yang baru berumur kurang dari 1 tahun dengan takaran yang berlebih dapat meningkatkan risiko si Kecil terkena tekanan darah tinggi atau hipertensi, dan gagal ginjal pada si Kecil. Hal tersebut dikarenakan garam, khususnya garam dapur, memiliki natrium tinggi yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Garam juga dapat membuat si Kecil mengalami kegemukan dan penyakit jantung di usia yang lebih muda. Tak hanya itu, kelebihan kadar garam pada tubuh si Kecil juga meningkatkan risiko si Kecil terkena dehidrasi yang dapat membahayakan si Kecil.

Artikel Sejenis

Jika Ibu ingin mengenalkan rasa asin pada si Kecil, Ibu bisa memberikan makanan seperti, kacang-kacangan, sayur, dan daging yang telah memiliki kadar garam alami yang cukup untuk memenuhi kebutuhan si Kecil. Ibu juga bisa memberikan tambahan mentega atau margarin serta minyak zaitun untuk menambah rasa gurih pada makanan si Kecil namun tetap memiliki nutrisi yang baik agar si Kecil tumbuh sesuai dan memiliki kesehatan yang baik.

Kemudian, bagaimana dengan pemberian gula pada waktu yang tidak tepat?

Asupan gula yang diberikan pada si Kecil berusia kurang dari 1 tahun ataupun dengan takaran yang tidak tepat dapat membuat si Kecil berisiko mengalami kegemukan dan meningkatkan potensi terkena diabetes. Selama masa MPASI, Ibu sebaiknya tidak memberikan buah-buahan yang terlalu manis seperti sawo dan nangka. Makanan yang terlalu manis dapat membuat si Kecil hanya menyukai yang manis-manis saja. Sehingga, Ibu akan susah ketika akan memberikan si Kecil sayur-sayuran yang rasanya terbilang hambar.

Menambahkan gula pada makanan si Kecil juga dapat meningkatkan risiko si Kecil terkena penyakit atau kerusakan gigi. Bakteri pada mulut hidup tergantung sisa makanan di dalam mulut dan gula merupakan makanan terbaik bagi bakteri.

Daripada menambahkan gula dan garam, Ibu bisa membuat makanan bervariasi dan lebih berasa dengan menambahkan keju, margarin, mentega, minyak sayur, aneka ragam racikan bumbu, atau santan. Ibu juga bisa memberikan penyedap alami pada makanan si Kecil dengan menggunakan bumbu-bumbu seperti, daun sereh atau batang sereh, bawang merah, bawang putih, daun jeruk, lengkuas, daun bawang, daun pandan, daun salam, dan seledri.

Jika anak seringkali merengek agar diberi makanan yang mengandung rasa asin atau terlalu manis, Ibu dapat memberikan penjelasan mengenai manfaat makanan dalam suasana yang menyenangkan. Ibu perlu memberikan contoh bagaimana mengonsumsi makanan yang baik dan benar, sesuai komposisi gizi yang seimbang.

Pada prinsipnya, orangtua perlu mengambil langkah-langkah untuk memastikan asupan gula dan garam si Kecil sudah ideal, yakni dengan memberikan makanan dalam jumlah dan komposisi yang seimbang agar si Kecil tumbuh sesuai dan memiliki kesehatan yang baik.