Whatsapp Share Like
Simpan

Bayi usia awal pertumbuhan 0-6 bulan adalah masa dimana ia mulai beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya. Kemampuan sensori dan motorik si Kecil juga sedang berkembang. Lingkungan dan faktor keturunan turut berpengaruh dalam tumbuh kembang si Kecil. Melihat hal tersebut, tentunya setiap perkembangan tiap bayi akan berbeda, oleh karena itu, Ibu perlu memperhatikan keluhan-keluhan apa yang sekiranya menjadikan si Kecil terhambat perkembangannya.

Kemampuan sensori pada si Kecil bisa mulai diasah sejak ia masih dalam kandungan. Ibu bisa mengajaknya ngobrol dan mendengarkan musik-musik yang menyenangkan. Ketika si Kecil telah lahir, kemampuan sensorinya akan terus bertambah. Ia mulai bisa menggerakkan bagian-bagian tubuhnya, merasakan sentuhan benda dengan berbagai jenis tekstur, tertarik dengan warna-warna, dan suara.

Setiap fase perkembangan si Kecil, kemampuan sensoriknya akan bertambah secara bertahap. Meskipun begitu, setiap bayi tidak sama persis antara satu dengan lainnya. Ibu tidak perlu terlalu khawatir, sebaiknya bantu memberikan stimulasi yang tepat untuk meningkatkan kemampuan si Kecil. Untuk bayi berusia 6 bulan, biasanya sudah bisa merangkak dan meraih benda-benda yang menarik perhatiannya. Berikut ini kemampuan sensori yang biasanya dimiliki bayi usia 6 bulan.

  1. Mencari sumber suara
    Kemampuan pendengaran si Kecil pada usia ini sudah dapat berfungsi dengan sempurna. Ia akan senang jika diperdengarkan musik-musik yang menyenangkan. Si Kecil akan menoleh jika namanya dipanggil atau mencari sumber suara. Teruslah stimulasi si Kecil dengan mengajaknya berbincang. Perhatikan  setiap respon yang diberikan si Kecil, Ibu bisa juga menirukan celotehan yang si Kecil lakukan. Selain itu perbanyaklah bercanda dengan si Kecil, buatlah ia senang untuk tertawa. Untuk meningkatkan sensor pendengaran, Ibu bisa mengajak si Kecil bermain dengan benda-benda yang dapat mengeluarkan suara. Pindahkan suara-suara tersebut di berbagai lokasi di sekitar si Kecil. Biarkan ia belajar mencari sumber suara tersebut.
  2. Melihat warna yang menarik
    Penglihatan si Kecil sudah menuju sempurna pada usia 6 bulan. Ia semakin pintar mengenali wajah Ibu dan orang-orang yang sering berinteraksi dengannya. Selain itu si Kecil juga senang melihat benda-benda dengan warna yang menarik. Ibu bisa membantu meningkatkan kemampuan si Kecil dengan menempatkan mainan di atas tempat tidurnya. Ibu bisa juga mengajaknya bermain dengan menggerakkan mainan tersebut, hal ini akan membantu memperkuat otot dan sensor mata si Kecil.
  3. Merasakan tekstur benda
    Kemampuan si Kecil dalam merasakan sentuhan semakin baik. Si Kecil sudah dapat membedakan tekstur seperti kasar, halus, berbulu, atau lembek. Untuk meningkatkan sensornya, Ibu bisa memberikan mainan yang beragam bentuk dan teksturnya, akan tetapi Ibu perlu melihat keamanannya juga. Pastikan tidak memberikan mainan yang memiliki ujung yang runcing dan tajam. Berikan mainan yang tidak mudah pecah, karena bayi usia ini senang melempar setiap benda yang dia pegang untuk mencari perhatian Ibu.
  4. Meraih mainan
    Mainan yang tepat untuk si Kecil dapat membantu proses perkembangan baik sensori maupun motoriknya. Pada usia 6 bulan, otot si Kecil sudah semakin kuat dan ia mengetahui fungsi tangannya. Ia akan semakin senang  memegang benda-benda dengan erat. Si Kecil juga akan mencoba meraih mainan yang ada di sekitarnya. Lihat saja bagaimana tangan dan kakinya bergerak seakan ingin meraih mainannya. Biarkan si Kecil penasaran dengan mengubah arah tempat mainan. Ibu juga bisa menempatkan cermin di depan si Kecil. Biarkan ia mengamati dirinya sendiri. Selalu respon dia dengan ucapan yang menyenangkan dan buatlah si Kecil sering tertawa.
    Memberikan mainan yang tepat sesuai dengan usianya akan membantu mempercepat perkembangan sensorinya. Selama ia berinteraksi dengan mainannya, pastikan si Kecil dalam pengawasan. Hindari si Kecil memasukkan benda-benda ke mulutnya. Pastikan juga mainan si Kecil berasal dari bahan yang tidak berbahaya.

Terus dukung si Kecil

Pada usia emas pertumbuhan si Kecil dibutuhkan kerjasama dari kedua pihak baik Ibu maupun si Kecil. Usahakan ketika Ibu mengajaknya belajar untuk mengasah kemampuan sensorinya, si Kecil dalam kondisi tidak rewel. Bersabarlah jika si Kecil tidak mengikuti stimulus yang Ibu berikan, bisa jadi si Kecil sedang tidak tertarik untuk merespon. Carilah cara-cara kreatif untuk mengembangkan respon si Kecil. Perkuatlah bonding antara Ibu dan si Kecil, buatlah si Kecil selalu gembira. Jangan lupa ibu juga harus bahagia ya jika sedang berinteraksi dengan si Kecil. Karena si Kecil tahu lho jika suasana hati Ibu sedang tidak baik. Yuk, nikmati masa tumbuh kembang si Kecil ini dengan memberikan yang terbaik supaya ia semakin pintar, sehat, dan kuat.

Artikel Sejenis