Whatsapp Share Like
Simpan

Kebiasaan si Kecil memasukkan segala macam hal ke dalam mulutnya tentu tidak bisa dibilang baik. Rasa penasaran yang muncul karena melihat hal baru biasanya menjadi pendorong utama pada hal ini. Reflek si Kecil adalah mencicipi setiap hal baru yang ditemuinya, tentu untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

Padahal nyatanya tidak semua hal baru merupakan hal yang dapat dikonsumsi. Tak pelak, kebiasaan ini bisa memberikan efek balik yang kurang baik pada kesehatan pencernaannya. Harus menjadi perhatian Ibu, untuk selalu menjaga apapun yang masuk ke dalam mulut si Kecil. Selain karena daya tahan tubuhnya belum terbentuk dengan sempurna, gangguan pencernaan senantiasa mengancam si Kecil dengan kebiasaan ini.

Untuk senantiasa menjaga kesehatan saluran pencernaan si Kecil, tentu Ibu harus memberikan asupan makanan yang kaya nutrisi. Selain itu, kebersihan dan higienitas makanan dan minuman yang dikonsumsinya harus dipastikan untuk meminimalisir resiko terjadinya gangguan pencernaan. Upaya lain bisa turut Ibu lakukan untuk menjaga kesehatan sistem pencernaannya.

Konsumsi Lebih Banyak Serat

Serat, merupakan kandungan yang banyak tersemat pada berbagai buah dan sayuran. Serat dikenal luas sebagai salah satu nutrisi yang diperlukan, untuk menjaga kelancaran pencernaan. Untuk si Kecil sendiri, konsumsi serat sangat direkomendasikan demi kesehatan sistem pencernaannya secara keseluruhan.

Berikan variasi buah dan sayuran setiap hari agar kebutuhan seratnya senantiasa terjaga. Kecukupan asupan serta dapat membantu menjaga kesehatan dan kekuatan sistem pencernaan si Kecil, sehingga tidak mudah terserang gangguan pencernaan.

Artikel Sejenis

Gerak Aktif dan Latihan Fisik

Secara umum, si Kecil yang bergerak aktif bisa melatih kesehatan fisiknya. Selain itu, gerak aktif dan latihan fisik juga ternyata berfungsi untuk menjaga kesehatan sistem pencernaan. Pergerakan makanan yang baru dikonsumsinya akan menjadi lebih lancar dan lebih cepat dicerna.

Tentu, sebelum melakukan gerak fisik, pastikan si Kecil beristirahat beberapa menit setelah makan. Biarkan makanan masuk dan dicerna terlebih dahulu, agar tidak akan makanan yang dimuntahkan akibat gerak yang terlalu intens pada si Kecil.

Jaga Asupan Cairan

Untuk negara beriklim tropis seperti Indonesia, si Kecil akan sangat rawan kehilangan cairan tubuh dengan cepat. Keberadaan cairan tubuh akan menjaga sistem kerja setiap bagian organ dalam, sehingga semua akan bekerja dengan baik. Hal ini juga termasuk organ pencernaan dan kesehatannya.

Selalu sediakan air mineral untuk si Kecil agar terhindar dari dehidrasi. Selain itu, agar lebih menarik, berikan potongan buah pada air mineral agar memiliki rasa yang disukai si Kecil.

Lebih Banyak Makan dengan Porsi Kecil

Rasa kenyang yang berlebihan akibat porsi makan terlalu banyak akan membuat aktivitas si Kecil terganggu. Hal ini juga tidak sehat untuk sistem pencernaannya, karena beban kerja akan terlalu berat. Siasati hal ini dengan mengurangi porsi makan, dan menambah kuantitas per harinya.

Porsi makan yang lebih kecil memungkinkan sistem pencernaan bekerja lebih ringan dan dapat mencerna makanan lebih cepat. Si Kecil juga akan terhindar dari rasa kenyang yang berlebihan, sehingga ia bisa beraktivitas dengan nyaman.

Kurangi Konsumsi Makanan Instan

Seperti banyak diketahui, makanan instan yang terlalu banyak akan berdampak buruk untuk kesehatan secara umum. Kandungan pengawet yang tinggi, disertai kurangnya nutrisi yang ada, menjadi resep ampuh untuk kesehatan pencernaan yang buruk.

Batasi konsumsi makanan instan, seperti makanan kalengan atau fast food untuk si Kecil dan perbanyak konsumsi buah dan sayuran. Nutrisi yang diperlukan banyak terdapat pada buah dan sayuran untuk menjaga kesehatan pencernaan si Kecil.

Berikan Contoh Nyata

Si Kecil sangat mudah meniru kebiasaan orang disekitarnya. Pola makan yang tidak sehat, akan tertanam dalam benak si Kecil jika Ibu terus menerus melakukannya. Agar si Kecil memiliki pola makan yang sehat, tunjukkan padanya secara nyata.

Konsumsi makanan sehat dan dalam porsi yang tidak terlalu banyak bersama si Kecil. Kebiasaan baik ini kemudian akan dicontoh dan menjadi pola yang ia jalankan dalam kehidupannya kelak. Kombinasikan setiap jenis makanan agar si Kecil tidak bosan. Lagipula, kombinasi jenis makanan juga akan menjaga asupan nutrisinya tetap seimbang bukan?

Kesehatan pencernaan, merupakan hal vital untuk si Kecil. Masa pertumbuhan pada usia tiga hingga enam tahun memerlukan asupan nutrisi yang banyak. Asupan nutrisi ini tidak akan bisa diserap optimal jika kesehatan sistem pencernaannya terganggu. Otomatis, bahan bakar untuk tumbuh kembang si Kecil juga akan berkurang.

Selalu pastikan kebersihan dan higienitas makanan yang dikonsumsi si Kecil. Lakukan beberapa trik di atas, untuk membantu menjaga kesehatan sistem pencernaanya. Sistem pencernaan yang sehat, akan menjadi modal utama tumbuh kembang si Kecil menjadi anak yang kuat dan bersemangat.