Whatsapp Share Like
Simpan

Seribu hari awal kehidupan si Kecil adalah saat yang tepat untuk menstimulasi pertumbuhan. Namun, Ibu harus tetap ingat bahwa usia ini juga waktu yang paling rentan bagi si Kecil. Kondisi tubuh si Kecil di rentang usia hingga 3 tahun merupakan kondisi yang masih memerlukan penyesuaian dan sensitif terhadap dunia luar. Ibu harus melatih si Kecil sambil terus mengawasi kesehatannya. Menjaga kesehatan si Kecil tidak sulit namun juga tidak mudah. Oleh karena itu, Ibu tidak perlu khawatir, ada tips sederhana yang bisa Ibu praktikkan di kehidupan sehari-hari demi si Kecil yang sehat, kuat, dan pintar. Apa saja? Berikut penjelasannya.

Menjaga Kebutuhan Makanan dan Nutrisi

Memberikan makanan kepada si Kecil dari awal kelahiran hingga 1000 hari kehidupan atau usia 3 tahun harus dilakukan secara bertahap. Mulai hanya diberikan ASI, MPASI, camilan, susu bubuk pertumbuhan hingga makanan yang sama dengan anggota keluarga. Apabila si Kecil sudah mulai mengonsumsi makanan yang sama dengan Ibu, usahakan berikan si Kecil makanan dengan tekstur yang lunak dan rasa yang disesuaikan. Semakin bertumbuh, si Kecil pun akan mulai memilih-milih makanan yang ingin dikonsumsinya. Berikan pilihan yang lebih bervariasi sampai si Kecil menemukan makanan yang cocok untuknya. Dan yang terpenting adalah nutrisi yang dikandung dalam makanan tersebut. Makanan si kecil harus menyukupi gizi seimbang seperti karbohidrat, serat, protein, vitamin, kalsium, zat besi, hingga kebutuhan energi dan kalori. Perhatikan juga jenis makanan yang Ibu berikan jangan sampai menimbulkan alergi.

Perhatikan Waktu Tidur

Selain nutrisi, waktu tidur juga membantu tumbuh kembang, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga metabolisme, dan daya ingat si Kecil. Dalam rentang usia 1-3 tahun, si Kecil membutuhkan waktu tidur setidaknya 11-14 jam sehari. Atur pola tidur yang teratur di siang dan malam hari dan pastikan si Kecil terbiasa serta mematuhi waktu yang ditetapkan.

Di siang hari ajak si Kecil beraktivitas dan bermain serta jangan segan untuk membangunkan si Kecil di siang hari untuk mengajaknya melakukan sesuatu. Dengan rutinitas ini, si Kecil akan mengetahui dan membiasakan diri bahwa ketika hari terang saatnya beraktivitas. Sebaliknya, kurangi aktivitas berat di malam hari dan ubah dengan bercengkrama atau membacakan buku. Ini akan lebih menenangkan dan membuat si Kecil cepat tertidur. Matikan lampu menjelang tidur malam agar si Kecil mengerti bahwa ketika ruangan menjadi gelap saatnya beristirahat.

Berolahraga

Mengajak si Kecil berjalan-jalan, melatih gerak, serta olahraga ringan bisa membantu tumbuh kembangnya. Selain itu, gerakan kecil yang sudah Ibu biasakan sedari dini juga akan membantu koordinasi otot serta otaknya. Jadi si Kecil tidak hanya tumbuh sehat, kuat, dan aktif, namun juga pintar. Berikan waktu minimal satu jam per hari untuk melakukan olahraga bersama si Kecil. Jika ini dilakukan secara rutin maka akan menjaga aliran darah dan mengurangi risiko obesitas. Melakukannya bersama Ibu juga bisa membentuk ikatan yang erat dengan si Kecil.

Artikel Sejenis

Menjaga Kebersihan

Ajarkan pula si Kecil untuk rutin mencuci tangan dan kaki. Karena berbagai sumber penyakit berasal dari benda yang dipegang si Kecil dan apapun yang dipijaknya. Dengan rutin cuci tangan dan kaki,  Ibu dan si Kecil bisa menghindari berbagai penyakit seperti diare, flu, infeksi kulit, konjungtivitis, dan infeksi saluran pernapasan. Selain itu, Ibu juga sebaiknya merutinkan sikat gigi minimal dua kali sehari sejak dini. Mulut dan gigi yang kotor juga menjadi sumber bakteri dan penyakit. Jangan lupa menyimpan sikat gigi di tempat yang kering agar tidak menimbulkan jamur.

Imunisasi

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan untuk melakukan imunisasi secara rutin pada bayi yang berusia 12 hingga 18 bulan. Imunisasi yang wajib diberikan antara lain polio, DPT, HIB, campak, hepatitis A, thypus, dan PCV. Hubungi dokter atau tempat vaksinasi anak, untuk mengetahui jadwal tepat imunisasi si Kecil. Imunisasi sangat berguna untuk melindungi si Kecil dari bakteri dan virus yang biasanya menyerang bayi usia dini. Imunisasi bisa dilakukan di Puskesmas atau rumah sakit terdekat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

Rutin Periksa ke Dokter

Ibu sebaiknya tidak menganggap enteng masalah kesehatan sekecil apapun pada si Kecil. Mungkin banyak saran yang diberikan untuk bayi Ibu, namun semua itu tidak boleh ditelan mentah-mentah. Jika Ibu tidak yakin dengan anjuran kerabat, tetangga, atau orang-orang di sekitar, lebih baik langsung bertanya dan memeriksakan ke dokter ahli. Karena kesigapan Ibu memeriksakan si Kecil bisa menghindarkannya dari kondisi yang lebih parah.

Beberapa tips di atas cukup mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila Ibu melaksanakannya secara rutin maka si Kecil akan terbiasa dan bisa mengulangi di usia berikutnya. Ayo mulai kebiasaan baik ini mulai dari sekarang untuk kehidupan si Kecil yang lebih sehat di masa depan.