Whatsapp Share Like
Simpan

Gemas sekali melihat si Kecil yang baru saja lahir ke dunia. Rasanya momen ini ingin terus dikenang selamanya. Seperti yang Ibu sering lihat di media sosial, banyak orang tua yang memotret si Kecil dengan cantik dan artistik. Beberapa orang tua hingga menyewa fotografer profesional untuk pemotretan after birth untuk si Kecil. Untuk membuat foto yang bagus, Ibu bisa juga memotret sendiri lho. Selain menghemat pengeluaran, Ibu dan si Kecil lebih fleksibel dalam mengatur jadwal pemotretan.

Memang bukan hal yang mudah untuk membuat foto si Kecil supaya terlihat menarik dan artistik. Namun, Ibu bisa mengusahakannya dengan beberapa cara berikut ini.

  1. Siapkan peralatan fotografi
    Nah, hal yang pertama tentunya peralatan fotografi. Ibu bisa menggunakan kamera saku, DSLR, ataupun kamera ponsel. Tidak perlu khawatir jika Ibu hanya memiliki kamera yang berasal dari ponsel, karena saat ini telah banyak ponsel yang memiliki kamera canggih. Supaya hasil lebih menarik, Ibu bisa juga mengunduh aplikasi editing foto pada gawai untuk semakin mempercantik sentuhan akhir foto sebelum dicetak atau dibagikan.
  2. Benchmarking
    Maksudnya adalah mencari referensi foto bayi yang sudah banyak ditemui di media sosial. Ibu bisa memilih foto seperti apa yang Ibu inginkan. Mencari benchmark bermanfaat untuk membuat pemotretan lebih terarah dan efektif waktunya. Ibu bisa menentukan benchmark dan mengumpulkannya dalam satu file yang nantinya akan digunakan untuk melihat foto apa yang harus dibuat. Tidak terbatas hanya seperti benchmark saja, Ibu tetap bisa berkreasi lebih jauh.
  3. Mempersiapkan properti dan aksesoris
    Langkah selanjutnya adalah mempersiapkan properti dan aksesoris yang sesuai dengan tema dan kebutuhan si Kecil. Mulai dari baju, alas tempat, latar belakang, serta pernak pernik yang mendukung pemotretan. Ibu bisa menggunakan barang-barang yang sudah ada di rumah, kok. Salah satu yang bisa digunakan adalah bantal menyusui yang berbentuk U atau setengah lingkaran. Nah, bantal tersebut bisa digunakan untuk menyangga leher si Kecil. Untuk memberikan simbol si Kecil berjenis kelamin laki-laki atau perempuan, Ibu bisa menyesuaikan aksesoris yang digunakan si Kecil. Jika perempuan, Ibu bisa memakaikan bando atau pita pada kepala si Kecil. Dijamin bakal bikin gemas deh, hasilnya.
  4. Ciptakan kondisi yang nyaman
    Setelah semua persiapan sudah dilakukan dengan matang. Saatnya memastikan kondisi si Kecil juga sudah siap untuk diajak berfoto. Sebaiknya, saat foto si Kecil dalam kondisi kenyang, tidak mengantuk, dan tidak sakit.
    Pastikan juga foto mana saja yang bisa diambil paling awal. Akan lebih mudah jika Ibu mengambil foto yang paling mudah terlebih dahulu. Nah, biasanya foto si Kecil telanjang juga menjadi favorit saat pemotretan. Untuk sesi ini sebaiknya Ibu sudah siap dengan segala peralatan dan tinggal melepaskan baju si Kecil saja, lalu memotret dengan segera. Hal ini dilakukan supaya si Kecil tidak masuk angin.
  5. Gunakan pencahayaan alami
    Untuk mendapatkan hasil yang bagus, sebaiknya Ibu memilih lokasi foto yang memiliki pencahayaan alami dan tentunya aman dan bersih ya. Sebaiknya lakukan sesi foto saat pagi hari setelah si Kecil mandi dan menyusu, hal ini akan membuat si Kecil lebih tenang. Selain itu cahaya di pagi hari juga bagus untuk mendapatkan foto yang memiliki pencahayaan baik.
  6. Foto si Kecil saat tidur
    Ibu bisa memfoto si Kecil saat ia sedang tidur, hal ini selain wajahnya yang bikin gemas, Ibu bisa lebih fokus untuk mengambil sudut mana saja yang bagus untuk difoto. Jika Ibu ingin memasangkan aksesoris dan properti, lakukan dengan pelan-pelan saja supaya tidak mengganggu tidur di Kecil ya.
  7. Minta bantuan Ayah
    Ibu bisa bekerja sama dengan Ayah untuk melakukan sesi foto ini. Nah, Ibu dan Ayah bisa saling bergantian untuk memfoto satu sama lain. Selain itu momen ini bisa semakin menguatkan bonding antara si Kecil dan orang tuanya.
  8. Ambilah foto sebanyak mungkin
    Si Kecil yang bergerak aktif tentunya akan memberikan kesulitan tersendiri saat proses pemotretan. Nah, untuk mengantisipasi momen tersebut sebaiknya pasang kamera shooter dengan mode continuous shoots, sehingga akan lebih banyak gambar yang ditangkap pada satu kali ambil foto.
  9. Manfaatkan aplikasi filter foto
    Jika Ibu memakai ponsel saat memotret si Kecil, Ibu bisa menggunakan aplikasi filter foto untuk menambah efek artistik dari foto yang digunakan. Sebelum pemotretan, Ibu bisa mencoba dulu mana filter yang sekiranya cocok untuk hasil foto yang diinginkan.


Itulah tadi beberapa tips untuk Ibu yang ingin mendapatkan foto artistik saat mengabadikan momen si Kecil di usia awal pertumbuhannya. Semoga berhasil ya, Bu!