Whatsapp Share Like
Simpan

Melihat si Kecil bermain dengan ceria disertai senyum bahagia di wajahnya menjadi anugrah tersendiri untuk Ibu. Mood-nya yang baik serta gerak aktif yang ditunjukkan juga jadi pertanda bahwa si Kecil berada dalam keadaan sehat. Namun demikian, ada saja yang bisa menyebabkan hal ini hilang dari hari-hari si Kecil. Salah satu gangguan yang kerap melanda si Kecil dan merenggut senyum bahagianya adalah gangguan pencernaan. Ya, gangguan pencernaan memang sering kali jadi masalah untuk Ibu dan si Kecil ketika si Kecil harus mengalaminya. Selain mengganggu pola makan dan aktivitas sehari-hari si Kecil, gangguan pencernaan juga bisa membuat berat badan si Kecil turun drastis.

Diare menjadi gangguan pencernaan paling sering dialami. Gangguan pencernaan pada bagian perut ini menyebabkan rasa nyeri dan juga mengganggu kelancaran buang air besar pada si Kecil. Si Kecil tidak lagi bisa beraktivitas dengan nyaman karena harus merasakan nyeri secara terus menerus serta kendala pada buang air besar yang terkadang tidak terkontrol.

Meski diare sering menyerang pencernaan si Kecil, nyatanya banyak cara sederhana untuk menghindarkan si Kecil dari gangguan pencernaan ini. Langkah-langkah yang bisa diambil oleh Ibu, pada dasarnya adalah penanaman nilai kebersihan pada kehidupan si Kecil sehingga ia terbiasa hidup higienis.

Untuk lebih jelasnya, simak beberapa kebiasaan di bawah ini, agar si Kecil terhindar dari ancaman diare yang mengintainya.

Rajin Mandi

Mandi merupakan rutinitas yang menyehatkan karena dapat membersihkan tubuh secara menyeluruh. Salah satu penyebab utama dari diare adalah masuknya bakteri jahat atau kotoran ke dalam sistem pencernaan si Kecil, yang bisa berasal dari lingkungan sekitarnya. Ketika si Kecil bermain di tempat yang cenderung kurang bersih, potensi diare akan senantiasa mengancam. Mandikan si Kecil secara rutin dan pastikan setiap bagian tubuhnya bersih. Dengan begini, selain si Kecil tetap segar, Ibu juga sudah mengurangi satu resiko si Kecil terjangkit diare dari kotoran yang mungkin masuk ke dalam tubuhnya. Si Kecil juga akan terhindar dari iritasi kulit atau kutu yang mungkin menjangkitinya ketika sedang bermain di luar.

Artikel Sejenis

Makanan Sehat

Membiasakan si Kecil untuk mengkonsumsi makanan sehat jadi cara lain untuk menghindarkannya dari diare. Seperti diketahui, makanan atau jajanan yang dijajakan di pinggir jalan dikenal kurang terjamin kadar higienisnya dan menjadi penyebab utama mengapa si Kecil terkena diare. Meski menggoda, makanan atau jajanan ini sebaiknya dihindari dan jangan sampai dikonsumsi oleh si Kecil.

Ibu bisa memberikan bekal untuk si Kecil dengan mengkreasikan berbagai bahan yang ada di rumah. Selain lebih sehat dan kebersihannya terjamin, Ibu juga bisa menakar kira-kira asupan nutrisi apa saja yang ingin dimasukkan ke dalam menu bekal makanan si Kecil. Jangan lupa kreasikan pula bentuk bekal yang diberikan, agar si Kecil antusias dalam menyantap makanan bekal dari rumahnya.

Menjaga si Kecil tetap merasa kenyang juga jadi cara yang baik untuk menghindarkannya dari jajanan di luar yang tidak terkontrol kebersihannya. Ketika si Kecil senantiasa merasa kenyang, maka keinginan untuk membeli jajanan akan berkurang secara drastis. Menu buah –buahan bisa jadi pilihan utama untuk menjaga perut si Kecil tetap terasa kenyang, dan menjaga asupan serat yang diperlukannya.

Kebiasaan Menggigit Kuku

Ya, kebiasaan ini memang menyebalkan dan membuat kuman mudah masuk ke dalam tubuh si Kecil. Kebiasaan ini bisa muncul karena kuku sedikit panjang dan mulai mengganggu, sehingga si Kecil mengambil jalan pintas untuk menggigiti kukunya agar pendek. Menggigiti kuku sendiri sangat tidak sehat, karena interaksi yang dilakukan si Kecil dengan tangannya memberi kesempatan besar kuman untuk bersemayam di kuku tangan si Kecil.

Upayakan untuk menjaga kebersihan kuku si Kecil setiap saat dan memotongnya secara rutin. Selain sehat, tampilan rapi pada jemari si Kecil juga akan membuatnya semakin terlihat menyenangkan. Biasakan ajak si Kecil selalu mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan aktivitas, sehingga bagian tangannya senantiasa bersih dan terbebas dari kuman yang mengancam.

Cermati pula jika si Kecil memiliki kebiasaan menggigiti kuku, bisa jadi ini karena si Kecil merasakan emosi negatif karena suatu hal. Kekhawatiran, kecemasan, rasa takut, tidak percaya diri, atau emosi negatif lain bisa mendorong si Kecil untuk memiliki kebiasaan ini. Jika kebiasaan ini berlanjut, sebaiknya segera cari tahu penyebabnya agar tidak menjadi kebiasaan jangka panjang.

Kegiatan si Kecil setiap hari selalu menuntutnya untuk aktif bergerak, menaklukan berbagai tantangan baru. Gerak aktif ini, tentu harus didasari dengan kesehatan yang baik serta daya tahan tubuh yang kuat. Selalu berikan asupan nutrisi yang cukup untuk menjaga kesehatan pencernaannya, agar si Kecil bisa selalu bersemangat dalam beraktivitas.