Whatsapp Share Like
Simpan

Menjaga kesehatan gigi si Kecil memang sangat penting agar terhindar dari penyakit mulut dan lainnya. Merawat kondisi gigi si Kecil memang gampang-gampang susah. Ibu harus membersihkan gigi si Kecil secara rutin karena dia belum bisa melakukannya sendiri. Tugas membersihkan mulut dan giginya menjadi tanggungjawab Ibu hingga dia bisa membersihkannya sendiri. Ibu bisa mengajari si Kecil agar selalu merawat gigi dalam keadaan yang bersih.

Bila gigi si Kecil sudah rutin Ibu bersihkan maka akan menjadi kebiasaan baik untuk si Kecil. Ibu juga sekaligus mengajarkan si Kecil hidup bersih dan sehat. Gigi yang kuat dan sehat akan sangat berguna dalam proses mencerna makanan. Gigi memang berfungsi dalam memotong makanan sehingga bisa diolah di dalam tubuh. Si Kecil yang sudah memasuki usia 7 bulan ke atas akan mulai makanan dengan tekstur yang lebih padat. Sehingga bantuan gigi dalam mengunyah makanan sangat diperlukan.

Untuk merawat gigi si Kecil agar tetap kuat dan sehat ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan. Saat lahir si Kecil sebenarnya sudah memiliki gigi lengkap namun masih berada di dalam gusi. Ibu bisa membersihkan gusi, lidah si Kecil, dan gigi yang baru muncul dengan kain lembut yang bersih. Kain tersebut sebaiknya dibasahi dengan air matang hangat, lalu bersihkan dengan gerakan ringan dan perlahan.

Setelah gigi si Kecil tumbuh lebih banyak, Ibu bisa menggosok giginya setelah sarapan dan sebelum tidur. Gunakanlah sikat gigi kecil khusus untuk si Kecil dengan bulu lembut dan pakai pasta gigi dengan kandungan flour. Ibu bisa menggosok giginya ketika berusia 12 bulan ke atas. Ketika usia 1-2 tahun berikan pasta gigi selapis tipis (1/2 biji kacang polong) sedangkan usia 2-6 tahun berikan pasta gigi seukuran 1 biji kacang polong.

Ibu bisa ajari si Kecil menggosok gigi sendiri secara teratur selama 2 menit. Ibu sebaiknya mendampingi si Kecil saat dia menggosok gigi hingga usia 8 tahun. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi si Kecil curang ketika sikat gigi. Ibu perlu mengawasinya hingga dia paham guna menggosok gigi. Bila sudah terbiasa sejak dini maka si Kecil akan memiliki gigi yang bersih dan kuat.

Artikel Sejenis

Ibu sebaiknya melarang si Kecil minum susu dengan botol dalam posisi tiduran. Ibu juga sebaiknya tidak membiasakan si Kecil melakukan kebiasaan hisap jari atau dot (mengempeng). Hindari makanan manis dengan tekstur yang lengket karena bila tertinggal dalam gigi akan menghasilkan bakteri. Periksalah gigi si Kecil secara rutin setiap 3-6 bulan sekali ke dokter gigi atau perawatan gigi. Ibu juga bisa membawa si Kecil ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya.

Apakah Ibu tahu cara menggosok gigi yang benar? Ibu bisa mengawali dengan menyikat gigi pada semua permukaan kunyah gigi atas dan bawah si Kecil. Hal ini dilakukan agar tidak ada bekas makanan yang tertinggal di gigi. Bila ada yang tertinggal akan menimbulkan banyak kuman dalam mulut. Bersihkan gigi dengan gerakan lurus ke arah depan dan ke belakang (maju mundur). Dengan gerakan ini sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi akan terbuang.

Selanjutnya Ibu bisa menyikat permukaan luar gigi (yang menghadap pipi dan bibir). Letakkanlah bulu sikat di daerah batas gusi dan gigi, lalu lakukan gerakan memutar mulai dari sisi belakang kiri sampai ke sisi belakang kanan. Lanjutkan dengan menyikat permukaan dalam gigi (yang menghadap langit-langit dan lidah) atas dan bawah dengan gerakan maju mundur. Bila Ibu membersihkan gigi si Kecil dengan baik dan benar maka giginya akan tumbuh kuat.

Terkadang Ibu sering melarang si Kecil mengonsumsi makanan dengan kandungan gula karena berpotensi membuat gigi berlubang. Jagalah pola makan si Kecil sehingga dia tumbuh dengan sehat dan pintar. Namun sering kita lihat anak-anak sekarang banyak yang memiliki gigi busuk. Faktor terbesar penyebab gigi busuk biasanya konsumsi gula yang banyak. Sehingga terkadang gula masih tertinggal di gigi dan tidak dibersihkan. Sehingga menjadikannya bakteri dan menimbulkan kerusakan pada lapisan gigi.

Ibu tidak perlu terlalu cemas bila gigi si Kecil sudah rusak, karena gigi tersebut masih akan terganti oleh gigi dewasa. Gigi pertama yang muncul pada si Kecil masih merupakan gigi susu. Sehingga masih ada harapan agar gigi si Kecil tumbuh dengan baik. Ibu berperan dalam pemberian nutrisi yang sesuai kebutuhan si Kecil. Beberapa makanan mungkin bisa menyebabkan kerusakan pada gigi sehingga ada baiknya jika Ibu memilih makanan yang tidak merusak gigi. Selain itu bisa mendukung pertumbuhan si Kecil selanjutnya.