Whatsapp Share Like
Simpan

Mendidik si Kecil sejak usia dini tentu akan sangat menyenangkan sekaligus menantang. Ibu harus bisa menemukan cara-cara khusus sehingga si Kecil mau belajar tanpa merasa tertekan. Tentunya belajar asyik bisa diciptakan asal tahu bagaimana caranya. Untuk si Kecil usia 1-3 tahun, ibu bisa mencoba 7 cara berikut ini. Yuk, simak ulasan lengkapnya!

  1. Selalu aktif mengajak si Kecil bicara

    Untuk si Kecil terutama yang berusia di bawah 1 tahun, ibu wajib mengajaknya bicara setiap saat. Meski si Kecil belum bisa bicara, mengajaknya terus bicara akan merangsang pertumbuhan otaknya lebih cepat. Ibu dapat mengatakan berbagai hal layaknya sedang berkomunikasi dengan orang yang sudah bisa bicara. Jika si Kecil menanggapi mesti hanya dengan gumam, hal itu berarti ia sedang belajar berkomunikasi dengan Ibu.

  2. Ajak si Kecil keluar rumah sesering mungkin

    Mengenalkan hal baru pada si Kecil merupakan salah satu cara belajar asyik yang efektif. Usahakan ibu bisa mengajak si Kecil keluar rumah sesering mungkin. Kenalkan si Kecil tentang jalan, pasar, pantai, bahkan kebun belakang rumah. Meski sebentar, pergi keluar akan memberikan si Kecil berbagai pemandangan baru yang mendukung perkembangan belajarnya.

  3. Pastikan si Kecil menggunakan semua inderanya

    Selain indera penglihatan, ibu dapat merangsang indera lain yang ada pada si Kecil. Saat ibu menunjukkan bahwa daun di halaman berwarna hijau, sebaiknya bimbing tangan si Kecil untuk menyentuh daun tersebut. Ibu juga bisa membiarkan si Kecil mencium bau jeruk yang sudah matang. Dengan begitu, perkembangan seluruh indera pada tubuh si Kecil dapat terasah dengan seimbang.

  4. Bacakan buku dongeng sebelum tidur

    Membacakan buku dongeng sebelum tidur juga bisa menjadi sebuah cara belajar yang asyik, lho. Saat anak memasuki usia 3 tahun dan mulai mengenal huruf, ibu bisa sekaligus mengajarinya membaca. Dengan begitu, si Kecil dikenalkan sejak kecil pentingnya belajar literasi.

    Artikel Sejenis

  5. Kenalkan berbagai benda yang dilihat si Kecil

    Mengajari si Kecil berarti ibu harus berubah menjadi sangat cerewet. Untuk si Kecil berusia 1-3 tahun, pastikan ibu menjelaskan semua hal yang ia lihat. Jelaskan kipas angin yang ia lihat dan apa fungsinya. Ulangi penjelasan mengenai benda-benda yang si Kecil lihat setiap hari. Meski si Kecil belum paham, suatu hari nanti memori tentang penjelasan benda-benda di sekitarnya tersebut akan berguna.

  6. Jangan pernah melarang si Kecil

    Hal yang cukup penting dalam proses belajar yang asyik adalah jangan pernah melarang si Kecil. Apabila ada sesuatu yang tidak boleh dilakukan, ibu sebaiknya tidak langsung melarang si Kecil. Misalnya, si Kecil ingin bermain hujan-hujanan. Katakan padanya bahwa bermain air hujan dapat membuatnya sakit. Sampaikan juga bahwa ibu akan merasa sedih dan khawatir jika si Kecil bermain hujan.

    Setelah itu, ibu bisa menawarkan alternatif lain sebagai pengganti bermain hujan. Hal ini akan lebih efektif untuk pembelajaran si Kecil daripada langsung melarangnya untuk melakukan sesuatu karena kadang si Kecil tidak paham bahwa sesuatu itu buruk untuk tubuhnya.

  7. Lakukan berbagai kegiatan bersama si Kecil dengan gembira

    Si Kecil dapat merasakan apabila ibu hanya terpaksa menemaninya belajar semua hal. Oleh karena itu, ibu harus melakukan berbagai kegiatan bersama si Kecil dengan hati yang gembira. Jika ibu bergembira, tentu si Kecil pun akan bersemangat untuk belajar berbagai hal baru. Anak yang tumbuh ceria tentu akan tumbuh menjadi lebih pintar terutama dari segi emosinya. Jadi, ibu jangan sesekali cemberut saat berkegiatan bersama si Kecil, ya.

Nah, itulah 7 cara yang bisa ibu coba untuk belajar asyik bersama si Kecil. Tentu apabila ibu dapat mendidik si Kecil dengan sabar setiap hari, ia akan tumbuh menjadi anak yang pintar dan mandiri. Selain itu, ibu 7 cara yang ibu terapkan tersebut tidak hanya melatih si kecil pintar secara pikiran saja, lho. Ibu sekaligus membantu si Kecil mengontrol emosinya sehingga dapat berkembang secara sehat dan baik.

Apabila daya tangkap si Kecil ketika belajar bersama Ibu agak lebih lambat, ibu bisa menyesuaikan. Gunakan ritme belajar yang lebih santai dan pelan. Beberapa anak memang lebih lambat dalam memahami sesuatu dan hal itu normal. Ibu hanya perlu terus merangsang pertumbuhan otak si Kecil dengan rutin mengajaknya belajar asyik. Semakin lama, daya serap si Kecil tentu akan meningkat dengan sendirinya. Selamat mencoba!