Whatsapp Share Like
Simpan

Proses menyusui si Kecil tidak selalu sesuai dengan keinginan Ibu. Terkadang Ibu juga harus menemui kenyataan tidak bisa memberikan ASI eksklusif. Padahal ASI sangat diperlukan agar si Kecil tumbuh sehat dan kuat. Faktor kesehatan, stres, si Kecil yang tidak disusui ketika baru lahir, Ibu yang harus bekerja, kurangnya pengetahuan, dan lain sebagainya bisa membuat produksi ASI Ibu menurun atau bahkan si Kecil yang menolak diberi ASI. Dalam kondisi seperti ini, Ibu biasanya akan merasakan perasaan sedih dan patah hati mendalam.

Sejak awal, perkara memberikan ASI eksklusif bukan merupakan hal yang mudah. Namun seorang Ibu pasti tidak akan kehabisan akal untuk membuat si Kecil kembali mendapatkan asupan gizi utamanya. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan melakukan relaktasi.

Apa Itu Relaktasi?

Relaktasi adalah proses agar si Kecil kembali menyusu secara langsung melalui payudara Ibu setelah tidak menyusu atau menyusu secara parsial dalam waktu tertentu. Relaktasi juga bisa berarti upaya untuk mengoptimalkan kembali produksi ASI Ibu yang sebelumnya sempat menurun atau bahkan berhenti.

Proses relaktasi juga bukan hal yang mudah, perlu kesabaran lebih agar bisa menunjukkan hasil. Dan yang perlu diketahui pula bahwa apa yang dihasilkan dari proses relaktasi berbeda pada setiap orang tergantung dari faktor jeda menyusui, usia, dan kondisi payudara Ibu.

Hal yang Harus dipersiapkan Sebelum Mencoba Relaktasi

Ibu pasti tidak mau si Kecil terlepas dari ASI terlalu lama. Relaktasi mungkin bisa menjadi salah satu solusi, akan tetapi kalau dilakukan dengan tepat. Untuk membuatnya berhasil diperlukan juga kesiapan Ibu untuk bisa memulainya. Ibu perlu mempersiapkan ini untuk membantu proses laktasi berjalan optimal.

Artikel Sejenis

  1. Mengatur mindset dan meminta dukungan orang terdekat. Ini penting karena di minggu awal dimulainya relaktasi, si Kecil tidak langsung menerima puting payudara Ibu begitu saja. Ada kemungkinan si Kecil akan menolak dan lama-kelamaan membuat Ibu stres dan frustasi. Sebelum memulai, usahakan untuk memperkuat mental dan menanamkan kepercayaan diri serta komitmen yang kuat. Minta juga dukungan dari orang terdekat agar proses yang sulit bisa terasa mudah ketika dijalani.
  2. Pastikan Ibu mendapatkan asupan nutrisi yang cukup. Nutrisi optimal seperti protein dan cairan yang masuk ke dalam tubuh Ibu akan membantu proses produksi ASI untuk si Kecil. Ibu juga bisa mengonsumsi jamu untuk membantu menambah jumlah ASI.
  3. Relaktasi merupakan proses panjang dan membutuhkan banyak waktu Ibu. Buatlah pembagian pekerjaan domestik di rumah dan usahakan untuk mendapatkan istirahat yang cukup. Ibu juga perlu mengurangi jadwal di luar rumah agar bisa setiap saat bersama si Kecil.

Yang Harus Dilakukan dalam Proses Relaktasi

Setelah berbagai persiapan awal dilakukan, kini Ibu bisa langsung ke proses inti relaktasi. Apa saja yang dilakukan dalam relaktasi? Berikut penjelasannya.

  1. Hentikan penggunaan dot dan botol. Apabila si Kecil terpaksa meminum ASI Perah (ASIP), berikan dengan menggunakan cup feeder.
  2. Maksimalkan skin to skin. Kontak kulit ke kulit sangat berguna untuk memperkuat bonding antara Ibu dan si Kecil. Karena berada lama dengan Ibu, si Kecil juga akan mencari sumber makanannya dari Ibu. Si Kecil yang sering meraba-raba akan menemukan payudara Ibu dan mulai mengenalinya sebagai sumber makanan. Cari posisi senyaman mungkin agar si Kecil merasa betah.
  3. Gunakan selang NGT atau pipet untuk mengalirkan cairan ASIP. Ujung satu dimasukkan ke dalam wadah berisi ASIP, sementara ujung lainnya diletakkan di dekat puting. Letakkan selang pada posisi yang lebih tinggi agar ASIP mengalir ke bawah. Jika selama ini si Kecil mendapatkan asupan makanan dari susu pertumbuhan, Ibu bisa mengisi wadah dengan susu pertumbuhan tersebut. Ini digunakan untuk merangsang si Kecil mengisap puting Ibu dengan kuat untuk menstimulasi produksi ASI. Susu pertumbuhan ini juga mencegah si Kecil rewel karena tidak menemukan ASI ketika mengisap. Pastikan tetesan ini tidak berhenti agar si Kecil tidak frustasi.
  4. Memerah ASI baik dengan tangan atau pompa. Memerah ASI dapat merangsang prolaktin, hormon utama untuk produksi ASI.
  5. Susui si Kecil setiap 2 jam sekali atau setiap si Kecil memintanya. Biarkan si Kecil mengisap puting susu Ibu selama 15 menit setiap kali menyusui. Setelah proses berjalan, tingkatkan durasi mengisapnya hingga 30 menit setiap kali menyusu.
  6. Berkonsultasi dengan dokter apabila terdapat kendala dalam proses relaktasi.


Jangka waktu yang dibutuhkan agar produksi ASI Ibu meningkat sangat bervariasi. Jadi tidak perlu khawatir jika waktu yang dibutuhkan lebih lama dari perkiraan. Selama Ibu termotivasi dan tetap berada di samping si Kecil, relaktasi akan membuahkan hasil.