Whatsapp Share Like
Simpan

Hampir semua Ibu tidak merasakan dan menyadari minggu pertama kehamilan. Tapi, setiap individu berbeda karena ada juga Ibu yang cukup sensitif dan langsung merasakan tanda-tanda kehamilan setelah berhubungan intim. Apalagi bagi Ibu yang sangat mengharapkan kehadiran si Kecil.

Ciri yang sering menjadi tanda kehamilan yaitu terlambatnya menstruasi, namun hal ini terjadi setelah minggu pertama kehamilan.

Lalu, apa ciri-ciri kehamilan sebelum telat haid?

Untuk Ibu yang baru pertama kali mengandung, sering salah mengira sindrom menjelang menstruasi (PMS) sebagai tanda-tanda kehamilan sebelum telat menstruasi. Jika diperhatikan dengan lebih teliti, terdapat perbedaan antara PMS dan tanda-tanda kehamilan.

Beberapa perubahan dan fenomena fisik pada Ibu akan terjadi yang menandakan kehamilan telah tiba. Berikut diantaranya.

  1. Mual dan Muntah
    Mungkin Ibu sudah tahu mengenai tanda kehamilan yang satu ini. Penyebab mual yang terjadi ini kemungkinan karena gabungan dari perubahan-perubahan pada fisik dan hormon dalam tubuh.
  2. Perubahan Payudara
    Gejala kehamilan satu ini sedikit mirip seperti saat PMS, namun terdapat beberapa perbedaan jika Ibu lebih teliti. Perubahan serangkaian hormon membuat payudara jadi lebih padat, sensitif, dan lebih kencang.
  3. Mudah Lelah
    Kelelahan umumnya terjadi karena meningkatnya kadar progesteron dalam tubuh, meningkatnya detak jantung, dan perubahan pada sistem metabolisme tubuh. Jika Ibu biasa mengonsumsi kopi untuk menambah energi, usahakan menghindarinya untuk mengantisipasi kehamilan.

Pada usia satu minggu kehamilan, tidak akan terlihat perubahan pada perut Ibu karena janin masih belum tumbuh. Sehingga belum perlu melakukan USG karena belum ada janin yang bisa dilihat. Namun tetap saja, minggu pertama kehamilan tetap dihitung dalam kalender kehamilan untuk membantu dokter menghitung hari pertama dari menstruasi terakhir.

Artikel Sejenis

Untuk mempersiapkan kondisi fisik dan mental Ibu dalam menghadapi kehamilan, terutama yang baru pertama kali menjalaninya, terdapat beberapa perubahan kebiasaan yang mau tidak mau harus dilakukan.

  1. Pola makan yang sehat
    Mengonsumsi sumber makanan dengan kandungan asam folat tinggi sangat dianjurkan. Berbagai hasil penelitian menunjukan asam folat sangat penting bagi Ibu hamil. Tidak hanya ketika menjalani kehamilan, tapi juga untuk persiapan menghadapi kehamilan. Karena Ibu membutuhkan asam folat untuk kesiapan rahim saat mengalami pertumbuhan agar terhindar dari cacat janin.
    Sumber asam folat dapat diperoleh dari sayuran dan biji-bijian. Susu bubuk untuk ibu hamil dan menyusui Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA juga bisa Ibu jadikan pilihan karena mengandung asam folat yang cukup untuk memenuhi kebutuhan Ibu dan si Kecil.
  2. Berhenti merokok dan batasi konsumsi kafein
    Jangankan untuk Ibu hamil, semua orang juga harus menghindari rokok. Merokok aktif maupun pasif tidak dapat ditolerir ketika Ibu sedang hamil.
    Bagi Ibu muda yang sudah menganut gaya hidup kaum milenial pasti sulit untuk lepas dari kopi. Sebenarnya, Ibu hamil masih boleh mengonsumsi kafein, namun asupannya harus diperhatikan. Tak hanya kopi, kafein juga dapat berasal dari soda, minuman berenergi, dan teh. Batas konsumsi kafein per hari yang dianjurkan adalah 200 miligram.
  3. Memperkuat hubungan dengan pasangan
    Emosi Ibu saat menjalani proses kehamilan akan mengalami perubahan. Oleh karena itu, dibutuhkan rasa saling pengertian yang lebih antara Ibu dan pasangan untuk menghadapi proses yang akan terus berlanjut sampai setelah proses persalinan.
  4. Mempersiapkan peran baru sebagai orang tua
    Pembekalan pengetahuan mengenai cara menghadapi proses kehamilan bisa Ibu dapat dari berbagai sumber. Agar Ibu dan pasangan tidak kaget menghadapi proses kehamilan, belajarlah dari teman, saudara, dokter, pakar, atau buku sebagai sumber informasi. Tidak ada salahnya juga mencari informasi tentang menghadapi proses trimester kehamilan pertama hingga mendekati proses persalinan.
    Informasi-informasi mengenai proses kehamilan ini cukup penting, tapi di sisi lain, semua akan dijalankan Ibu dan pasangan. Maka dari itu, pertumbuhan si Kecil sepenuhnya bergantung pada orang tuanya. Persiapkan sematang mungkin rencana dan keputusan yang dibuat agar si Kecil kelak bisa tumbung PIKAT (Pintar, Kuat dan Tinggi).
  5. Lingkungan sekitar
    Penting untuk memperhatikan atau memperbaiki kondisi tempat dimana Ibu akan menjalani semua proses kehamilan. Usahakan untuk berada pada situasi yang terbebas dari bahan kimia dan polusi udara.


Hal ini berhubungan dengan mental Ibu, karena Ibu akan menjadi lebih sensitif dan lingkungan dapat mempengaruhi tingkat stres.

Jangan menganggap remeh proses kehamilan ya Bu, sebab banyak hal yang tidak diinginkan dapat terjadi tanpa sepengetahuan dan tanpa Ibu rasakan. Penting bagi Ibu dan pasangan untuk mempersiapkan fisik dan mental segera setelah mengetahui akan hadir calon anggota keluarga baru dalam hidup Ibu.