Share Like
Simpan

 Rasanya baru saja si Kecil sembuh beberapa hari yang lalu dari serangan batuk, sore ini mulai terdengar kembali batuk-batuknya. Batuk pada anak dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Si Kecil menjadi kurang aktif, napsu makan berkurang yang bila berlangsung lama tentu akan mengganggu pertumbuhannya.

Sebenarnya batuk merupakan suatu mekanisme pertahanan saluran napas yang alamiah dan dapat menunjukkan kemungkinan adanya gangguan pada sistem pernapasan atau di luar sistem pernapasan. Si Kecil akan batuk jika reseptor batuk terangsang, misalnya oleh udara dingin, benda asing atau debu, lendir pada saluran napas, saat radang atau mukosa (lapisan lendir) mengalami pembengkakan, dan sebagainya.

Batuk anak dianggap kronik dan berulang bila terjadi sedikitnya selama 2 minggu berturut-turut atau dalam 3 bulan mengalami batuk 3 episode tanpa adanya gejala gangguan saluran napas atau dapat juga disertai gangguan saluran napas lainnya seperti pilek.

Beberapa penyebab batuk kronik dan berulang dapat juga disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, alergi/asma, polusi asap rokok dan radang lain yang berkaitan dengan saluran napas atas, tuberkulosis, dan radang sinus.

Tiga hal yang harus diwaspadai pada batuk kronik dan berulang terutama pada anak-anak di Indonesia adalah kemungkinan adanya flek pada paru (tuberkulosis paru), alergi, atau batuk karena kelainan jantung bawaan. Bawalah ke dokter segera dan ceritakan dengan detail kapan terakhir si Kecil batuk dan obat apa saja yang telah diberikan sebelumnya.

Biasanya dokter akan memberikan jenis obat batuk yang sesuai dengan jenis batuk si Kecil, misalnya:

  1. ekspektoran adalah obat yang bekerja merangsang pengeluaran dahak, dengan cara merangsang selaput lendir lambung. Selanjutnya ekspektoran akan memicu lendir saluran nafas keluar, sehingga kekentalan dahak berkurang dan mudah dikeluarkan. Obat ini juga merangsang terjadinya batuk supaya terjadi pengeluaran dahak.
  2. antitusif adalah obat yang bekerja menekan refleks batuk.
  3. mukolitik yang berfungsi untuk mengencerkan dahak, sehingga dahak tidak menyangkut di tenggorokan dan mudah dikeluarkan
  4. antihistamin adalah jenis obat antialergi dan mengeringkan lendir.
  5. bronkodilator adalah jenis obat yang dapat melebarkan saluran napas yang menyempit akibat alergi/asma.

Selain itu bila diperlukan, dokter akan meresepkan antibiotik dan menganjurkan fisioterapi. Fisioterapi ini berupa penguapan atau nebulasi dan menepuk-nepuk dinding dada, pengaturan napas, pemanasan/diatermi untuk memudahkan pengeluaran dahak.