Share Like
Simpan

Beberapa waktu lalu, saya sempat mengobrol dengan seorang Ibu di sebuah pesta ulang tahun. Si Ibu terlihat bingung sambil terus membujuk anak laki-lakinya untuk ikut bergabung dalam permainan bersama anak-anak yang lain. “Maklum Bu, dia anaknya memang agak pendiam, jadi agak susah untuk langsung ikut main,” katanya. 

Merupakan hal yang wajar jika kita sedikit khawatir melihat si Kecil lebih senang berdiam diri atau enggan bermain dengan teman sebaya yang baru ditemuinya. Namun, satu hal yang perlu Ibu ketahui, tidak ada yang salah dengan karakternya yang pendiam. 

Sifat pendiam sering digolongkan dalam tipe kepribadian introvert. Individu yang introvert cenderung menikmati waktu untuk dirinya sendiri. Namun, mereka memiliki karakteristik yang tak kalah baik dengan pribadi ekstrovert, lho. Introvert senang mengamati keadaan, fokus dalam mengerjakan sesuatu, serta memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang lain.

Sifatnya yang pendiam bukanlah sebuah hal yang mesti kita takuti. Agar Ibu sukses membimbing si Kecil yang pendiam berkembang dalam lingkungan sosialnya, cobalah lakukan beberapa hal berikut:

  • Bangun Rasa Empati

Dibanding memaksa si Kecil untuk mengubah karakternya, mulailah menerima ia apa adanya. Tak kalah penting, kita harus membuatnya merasa dicintai dan didukung penuh. Tunjukkan bahwa Ibu memahaminya dengan baik. Jauhkan asumsi bahwa sifatnya yang pendiam ini adalah sebuah hal yang salah, terimalah itu sebagai salah satu kualitas baik di dalam dirinya.

  • Hindari Label Diri

Sebisa mungkin, hindari mengucapkan kata sifat negatif tentang diri si Kecil di depan orang lain. Ibu tak perlu merasa bersalah atas sifatnya. Jika ada keluhan tentang si Kecil yang pendiam, cukup berikan senyum dan katakan, “Kalau sudah kenal, dia bakal cerita tentang apa saja, lho,” atau “Ya, dia anaknya memang kalem, Bu.”

  • Bantu Ia Belajar

Apabila si Kecil terlihat pemalu dan sulit berbaur, bantulah ia belajar untuk menghadapi situasi tersebut. Biasakan dirinya untuk melakukan kontak mata ketika berbicara, ajarkan cara menjabat tangan, tersenyum, dan kalimat sapaan yang sopan. Selain itu, cobalah berikan petunjuk bagaimana sebaiknya ia bersikap dalam berbagai situasi sosial. Ia pun akan lebih siap ketika harus berhadapan dengan orang lain.

  • Berikan Pengertian Penuh

Saat si Kecil menolak untuk bergabung dalam permainan, tenangkan dirinya dengan berkata“Nggak apa-apa, coba adek lihat saja dulu bagaimana mereka main sebelum ikutan.” Dengarkan pula segala cerita ataupun keluh kesahnya, dan berikan pengertian dengan bijak.

Bu, usaha untuk membantu si Kecil mengatasi sifatnya yang pendiam sebaiknya dilakukan perlahan-lahan tanpa paksaan. Tetaplah percaya, bahwa seiring tumbuh kembangnya, ia akan mengalami berbagai pengalaman dan akhirnya mampu membawa dirinya sendiri dengan baik di lingkungan sosial. Nah, sekarang Ibu tak perlu cemas lagi, bukan?