Whatsapp Share Like
Simpan

Ketika si Kecil usianya masih sekitar 1 sampai 2 tahun dulu, saya pernah mengalami hal yang cukup menarik. Jadi, waktu itu saya sedang membacakan buku cerita bersamanya di halaman rumah. Tiba-tiba ada kucing yang  lewat dan mengeong di depan kita. Tak disangka-sangka, Bu. Ternyata si Kecil tiba-tiba bilang, “Meeeoonnnng” sambil menunjuk ke kucing itu. 

Dari kejadian ini, saya jadi tahu kalau ternyata kegemarannya meniru suara itu bisa terjadi soalnya  si Kecil sedang asyik-asyiknya mengamati dan meniru bunyi yang ada di sekitarnya. Ini karena dia penasaran dengan hal baru yang ditemuinya itu. Menarik ya, Bu? 

Setelah tahu hal itu, akhirnya saya mencoba untuk memperkenalkan beragam jenis hewan kepadanya. :

  • Ketika melihat kucing atau anjing, saya minta si Kecil menirukan suara salah satu hewan tersebut, dengan bertanya seperti “Sayang, kalau kucing suaranya seperti apa, ya?”. 
  • Saya juga mengajak si Kecil untuk menonton kartun yang menggunakan hewan sebagai tokoh cerita. Misalnya, kartun Mickey and Friends atau Shaun The Sheep. Sambil menonton, saya biasanya mengajak si Kecil untuk menirukan suara hewan yang ada di kartun tersebut. 
  • Main drama bisa jadi salah satu cara yang menarik lho untuk belajar tentang suara hewan. Jadi, waktu itu saya berpura-pura jadi induk dan ia sebagai anak kucing. Saat bermain, kami berdua berusaha untuk ngobrol tapi hanya boleh menggunakan suara “meong” saja.
  • Kebetulan waktu itu si Kecil punya beberapa mainan atau boneka hewan. Jadi, sambil bermain, saya juga pernah mengajak dia untuk main tebak-tebakan, misalnya saya menirukan salah satu bunyi boneka hewan yang dimilikinya, lalu meminta dia untuk menunjuk boneka yang sesuai. 
  • Sesekali, berkunjung ke kebun binatang juga bisa menjadi acara rekreasi yang menarik dan juga membuka wawasan lebih baginya. Jadi, sambil melihat aneka ragam hewan di sana, dia juga bisa belajar lebih banyak tentang mereka.

Selain menarik dan menyenangkan, ternyata permainan ini juga punya banyak manfaat yang tak kalah penting, Bu! Ya, meniru suara maupun kata-kata yang dia dengar itu merupakan salah satu cara yang baik untuk melatih kemampuan bicara dan komunikasinya. Biasanya, ia menirukan suara hewan yang didenganya  karena ia ingin berkomunikasi dengan hewan-hewan tersebut. Menarik ya! Dari hal-hal kecil di sekitar kita, ternyata si Kecil bisa belajar banyak hal yang  dapat mempengaruhi proses tumbuh kembangnya saat ini.

Supaya perkembangan si Kecil bisa terus berjalan dengan baik. Peran nutrisi dari makanan dan minuman sehari-harinya juga tak kalah penting. Salah satu kandungan gizi yang dibutuhkannya saat ini adalah zat besi yang berperan membantu produksi hemogoblin dalam tubuh. Hemogoblin inilah yang nantinya akan membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Jika kebutuhan zat besinya tidak terpenuhi dengan baik, nantinya  hal tersebut. bisa mempengaruhi kinerja organ tubuh dan otot juga. Supaya zat besinya bisa terpenuhi dengan baik, saya biasanya menambahkan sup bayam atau kacang merah ke menu sehari-harinya. Lalu, agar kebutuhan nutrisinya bisa dipenuhi dengan baik, saya membiasakan si Kecil untuk minum susu setiap hari, yaitu saat sarapan pagi, sesudah tidur siang, dan sebelum tidur malam. Susu pertumbuhan Frisian Flag Jelajah bisa dijadikan pilihan untuknya.  Ini karena, susu Frisian Flag Jelajah punya kandungan vitamin dan mineral seperti inulin dan fosfor, serta mengandung DHA tinggi yang baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil saat ini.

Semoga info ini bermanfaat ya, Bu!