Whatsapp Share Like Simpan

Belekan pada bayi umumnya dialami di minggu pertama kelahiran si Kecil. Meski merupakan hal yang normal, kotoran ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman dan membuat bayi baru lahir sulit membuka mata. 

Ciri belekan pada bayi baru lahir terlihat dari keluarnya cairan berwarna kuning di mata, yang membuatnya nampak lengket. Selain itu, saluran air mata bayi pun akan lebih berair hingga menyebabkan kelopak mata sembab, tapi tidak ada tanda kemerahan di bagian putih mata. 

Pada kasus tertentu, belekan pada bayi bisa menjadi kondisi yang cukup menghkawatirkan. Seperti apa kotoran mata alias belekan pada bayi yang perlu diwaspadai? Dapatkan jawabannya dari informasi berikut ini ya, Bu:

Penyebab Mata Belekan pada Bayi

Faktor utama penyebab mata bayi mengalami belekan adalah akibat katup Hasner yang ada di dalam saluran air mata, tidak terbuka dengan normal saat persalinan. Dalam keadaan normal, air mata yang mengalir dari sudut mata ke hidung seharusnya menguap saat udara pernapasan memasuki hidung. Dikarenakan terjadi penyumbatan di saluran air mata bayi, akibatnya air mata pun tidak bisa mengalir ke luar dan malah menumpuk atau menggenang di mata. 

Penumpukan tersebut akhirnya menyebabkan mata terlihat sembab, keluar air mata, mengering dan tercampur dengan kotoran yang mengendap di air mata, lalu terjadilah belekan pada bayi. Berdasarkan laporan dari IDAI, sebanyak 5% bayi baru lahir mengalami penyumbatan pada satu atau kedua matanya. Hampir 90% diantaranya, belekan pada bayi dapat sembuh sendiri ketika si Kecil memasuki usia 1 tahun. 

Artikel Sejenis

Selain perkembangan katup Hesner yang tidak sempurna, belekan pada bayi juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Sinus. Jika Ibu mendapati mata bayi mengeluarkan kotoran berwarna kehijauan, ada kemungkinan ia terserang infeksi sinus. Belekan pada bayi dengan kondisi seperti ini biasanya membuat si Kecil menunjukkan tanda lain, seperti nyeri di bawah mata, hidung tersumbat, dan demam.
  • Alergi. Belekan pada bayi karena alergi juga bisa kapan saja terjadi. Selain belekan, biasanya terdapat beberapa gejala lainnya, seperti pilek, mata berair, mata merah, dan bersin-bersin.
  • Infeksi. Belekan pada bayi mungkin saja terjadi karena adanya iinfeksi. Sebagai contoh saat proses persalinan normal, Ibu memiliki bakteri atau virus yang kemudian ditularkan kepada si Kecil. Risiko akan bertambah besar jika Ibu terjangkit infeksi di jalan lahir, seperti herpes atau gonore (kencing nanah). Bayi yang menderita infeksi harus secepatnya ditangani, karena dapat berisiko menyebabkan kebutaan.

Mengatasi Belekan pada Bayi

Belekan pada bayi tentunya memberi rasa tidak nyaman dan mengganggu penglihatan si Kecil. Untuk itu, Ibu perlu mengatasi masalah belekan pada bayi ini dengan cara membersihkan dan memijat ringan area mata bayi. Berikut langkah-langkah mengatasi belekan pada bayi yang bisa Ibu ikuti:

  1. Bersihkan tangan Ibu terlebih dulu dengan cuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun.
  2. Setelah cuci tangan, siapkan beberapa perlengkapan, seperti wadah kecil, air hangat matang, dan cotton bud atau kapas.
  3. Celupkan cotton bud atau kapas ke dalam air hangat untuk membasahinya.
  4. Gunakan cotton bud atau kapas untuk mengusap mata bayi dimulai dari sudut mata dalam ke luar secara teratur.
  5. Ulangi gerakan tersebut sampai mata bayi bersih dari kerak dan belek. Setelah satu usapan, sebaiknya gantilah kapas atau cotton bud untuk menghindari kotoran masuk lagi ke dalam mata.
  6. Buka saluran air mata yang mengalami penyumbatan dengan cara memijat bagian sudut mata bayi. Lakukan gerakan memijat di dekat hidung dari atas ke bawah sebanyak tiga kali sehari.
  7. Jangan memakai kain lap atau handuk yang sama dengan bayi supaya tidak terjadi penularan infeksi.

Belekan pada Bayi yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa kondisi di mana si Kecil mengalami belekan yang tergolong tidak normal dan perlu diwaspadai. Tanda-tanda belekan pada bayi yang mengkhawatirkan ini adalah sebagai berikut: 

  • Belekan pada bayi berwarna kehijauan atau kekuningan.
  • Kerak atau belek keluar semakin banyak.
  • Terdapat nanah pada matanya.
  • Terlalu banyak mengeluarkan air mata.
  • Kotoran mata berwarna putih, tapi atas kelopak mata membengkak atau bagian putih pada mata memerah sebagai tanda terjadi infeksi.
  • Struktur kelopak mata atau mata terlihat tidak teratur.
  • Bayi tampak kesakitan atau merasa silau saat melihat cahaya.
  • Bayi kerap mengusap mata dan tampak kesakitan.
  • Bayi sering rewel dan terus menangis.
  • Bayi seperti tidak mau membuka mata. 

Jadi, bisa disimpulkan kalau belekan pada bayi adalah hal yang normal dialami oleh bayi baru lahir. Ibu pun tak perlu khawatir selama belekan masih tergolong wajar dan bisa menanganinya sendiri, dengan melakukan beberapa langkah membersihkan mata di atas.

Namun saat Ibu melihat belekan pada bayi menunjukkan tanda-tanda mengkhawatirkan, jangan tunda untuk membawa bayi ke dokter ya, Bu. Penanganan secepatnya dapat meminimalisir keadaan yang bisa semakin memperparah kondisi mata bayi. 

Selain fokus menjaga kesehatan mata si Kecil, Ibu juga tetap perlu mengoptimalkan tumbuh kembangnya secara tepat, caranya dengan memberikan si Kecil ASI secara rutin. Untuk itu, Ibu perlu meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM

Frisian Flag PRIMAMUM mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu dengan rasa cokelat ini juga diperkaya tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otaknya.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

Bagi Ibu yang ingin memantau tumbuh kembang si Kecil secara rutin, sekarang Ibu bisa lho memanfaatkan fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Fungsi fitur ini hampir mirip dengan posyandu, namun dilakukan dengan lebih mudah karena Ibu bisa memantau grafik pertumbuhan si Kecil secara online. Melalui fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima, Ibu akan mengetahui berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan indeks massa tubuh sesuai grafik pertumbuhan WHO dan CDC. Yuk, coba fiturnya di sini.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz