Share Like
Simpan

“Lho, masih balita sudah pakai kacamata?” Itulah reaksi sebagian besar orang waktu melihat anak kedua saya dulu sudah memakai kacamata meskipun umurnya masih 5 tahun. Waktu itu, setiap kali mendengar pertanyaan sejenis dari teman dan saudara, saya pasti mendadak merasa minder dan sedih. 

Namun, waktu saya ceritakan hal ini ke sahabat saya, reaksinya malah cukup melegakan, Bu. “Bagus dong kalau anak kamu sudah pakai kacamata dari sekarang. Ini artinya masalah penglihatan si Kecil sudah bisa ditangani sejak dini dan tidak mengganggu pertumbuhannya.”

Ia pun kemudian menunjukkan sebuah artikel menarik dari  Wall Street Journal yang berjudul “Does Your Toddler Needs Glasses?”. Dalam artikel itu, disebutkan kalau penggunaan kacamata sejak kecil untuk menanggulangi masalah penglihatan anak dapat ikut memberikan efek yang positif bagi perkembangan koordinasi mata dan otak si Kecil. Dengan begitu, proses tumbuh kembangnya pun bisa tetap optimal walaupun ia memiliki penglihatan terganggu. Wah, benar juga ya, Bu?

Nah, untuk Ibu yang penasaran dengan topik hari ini, saya pun sudah mengumpulkan beberapa informasi menarik seputar hubungan kacamata dan pertumbuhan si Kecil. Untuk itu, yuk kita baca selengkapnya di bawah ini!

Apa yang Membuat si Kecil Harus Memakai Kacamata?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini saya bagikan 5 gangguan penglihatan umum yang seringkali menjadi alasan mengapa balita sudah harus memakai kacamata:

  1. Myopia yang seringkali disebut sebagai rabun jauh atau mata minus.
  2. Hyperopia yang biasanya dikenal sebagai rabun dekat atau mata plus. Perlu diingat ya Bu, sebenarnya tidak semua balita dengan kondisi ini harus menggunakan kacamata. Namun, jika si Kecil terlihat sangat kesulitan saat melihat benda dekat, maka ini artinya ia harus memakai alat bantu penglihatan tersebut.
  3. Accomodative Hyperopia, merupakan gangguan rabun dekat akut yang membuat matanya bisa sampai terlihat juling.
  4. Astigmatism yaitu gangguan penglihatan yang menyebabkan korena mata si Kecil berbentuk oval sehingga penglihatannya buram. Ini hanya bisa disembuhkan dengan kacamata.
  5. Anisometropia atau gangguan penglihatan pada salah satu bagian matanya. 

Cara Deteksi Gangguan Mata pada si Kecil

Untuk mendeteksi gangguan mata si Kecil, salah satu cara yang paling efektif tentunya adalah dengan melakukan cek di rumah sakit. Namun, di rumah pun, Ibu sebenarnya sudah bisa mendeteksi masalah penglihatan si Kecil dari sikapnya saat bermain sehari-hari dari gejala-gejala, sepert:

  1. Ia sering memicingkan mata saat menonton TV atau membaca buku.
  2. Jarak antara mata si Kecil dan TV atau bukunya selalu terlalu dekat.
  3. Ia seringkali menabrak saat berjalan.
  4. Si Kecil merasa pusing sehabis membaca atau menggambar.
  5. Kedua bola matanya terlihat tidak sikron.

Agar si Kecil Nyaman Menggunakan Kacamata

Apakah ada dari Ibu yang saat ini sedang ingin memperkenalkan kacamata pada si Kecil? Nah, berikut ini, saya punya beberapa tips yang bisa Ibu terapkan untuknya:

  1. Di awal penggunaannya, saya biasanya suka mengajak si Kecil memakai kacamata saat ia sedang asyik bermain sehingga ia melupakan kehadiran alat bantunya tersebut.
  2. Pastikan bingkai kacamatanya memiliki ukuran yang sesuai dengan si Kecil.
  3. Ajak si Kecil untuk memilih model kacamatanya sendiri. Kemudian, berikan pujian kepadanya setiap kali ia memakai kacamata ya, Bu. Ini tentu akan meningkatkan rasa percaya dirinya.
  4. Jika si Kecil melepaskan kacamatanya, jangan langsung memaksanya mengenakan kembali. Namun, ajak ia memakai kacamatanya secara halus dan dengan nada lembut.

Semoga informasi yang saya berikan ini bisa membantu ya, Bu. Terima kasih sudah membaca!