Share Like
Simpan

Baru-baru ini, ada tetangga yang meminta saran kepada saya tentang permainan yang melatih kecerdasan otak dan ketahanan fisik untuk anaknya yang masih berusia 5-6 tahun. Wah, tanpa ragu lagi, saya menyarankan dia untuk bermain “Kepala, Pundak, Lutut”. 

Permainannya memang sederhana, Bu. Tapi, ternyata banyak sekali manfaat tersembunyi yang sangat menarik untuk disimak. Yuk, kita lihat pembahasannya di bawah ini!

Cara Bermain “Kepala, Pundak, Lutut”

Yang Perlu Ibu Siapkan:

  1. Lagu “Kepala, Pundak. Lutut”
  2. Si Kecil beserta teman atau anggota keluarganya
  3. Imajinasi si Kecil untuk membuat gerakan-gerakan yang unik. 

Langkah Permainan:

  1. Ajak si Kecil beserta peserta yang lain untuk membuat suatu lingkaran, dengan Ibu di tengah-tengahnya.
  2. Sebagai pemimpin, mulailah bernyanyi lagu “Kepala, Pundak, Lutut” sambil membuat gerakan sesuai lirik lagunya. Kemudian, minta si Kecil dan peserta lainnyauntuk mengikuti gerakan Ibu.
  3. Setelah si Kecil sudah mulai hafal, kini berikan dia 2-3 instruksi yang berbeda atau buat variasi lirik yang lainnya, misalnya, “Kepala, pundak kanan, kaki tendang depan belakang” dan sebagainya.
  4. Setelah mengulang permainan beberapa kali, mintalah si Kecil atau peserta lainnya untuk bergantian menjadi pemimpin. Ajak mereka untuk menciptakan gerakan yang lebih sulit.
  5. Saat bermain nanti, berikan juga pujian kepada si Kecil setiap kali dia berhasil meniru gerakan Ibu atau memimpin permainan. Ini tentu akan membuatnya semakin bersemangat untuk bermain lagi.

Nah, lalu apa saja manfaat permainan ini? Berikut ini saya bagikan beberapa di antaranya:

 

1. Melatih Fisiknya

Seperti yang diungkapkan dalam artikel di Earlychildhood News, saat mengikuti gerakan Ibu, tanpa disadari si Kecil sebenarnya sedang melakukan olahraga sederhana, seperti latihan kardiovaskular (dengan melompat-lompat), peregangan (misalnya, ketika diajak untuk menyentuh jari kaki sambil berdiri), dan penguatan otot (saat diminta menendang). Jadi, usahakan untuk membuat variasi gerakan yang unik saat bermain nanti, ya.

2. Mengasah Daya Pikirannya

Tahukah Ibu? Ternyata, berbagai gerakan yang dibuat si Kecil saat bermain juga akan mempengaruhi produksi jaringan sel-sel saraf dalam otak yang merupakan struktur dasar dari kemampuan berpikirnya, Bu. Nah, semakin banyak stimulasi yang dilakukan si kecil, semakin pesat juga perkembangan otaknya.

3. Latihan Bersosialisasi

Bermain secara berkelompok pastinya melatih si Kecil untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya.  Apalagi, ketika bermain nanti, si Kecil akan diajak untuk menjadi “pemimpin” bagi peserta lainnya, serta jadi “pengikut” saat harus menirukan gerakan temannya.  Selain bisa semakin dekat dengan peserta lainnya, si Kecil pun jadi bisa belajar tentang pentingnya berbagi giliran dan mengikuti aturan.

 

Sudah dapat gambarannya, Bu? Walaupun terlihat sederhana, permainan yang satu ini merupakan suatu pengalaman multi-tasking yang seru dan ikut menguji memori, bahasa, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan motoriknya secara bersamaan. Lewat kemasan yang seru, proses latihan tersebut terasa lebih menyenangkan, bukan?

Satu lagi tips dari saya, Bu. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisiknya, si Kecil tentunya juga membutuhkan asupan nutrisi yang tepat. Nah, saat ini, salah satu kandungan nutrisi yang penting baginya adalah Vitamin D. Vitamin ini berperan penting dalam menyerap Kalsium dan Fosfor untuk memelihara tulang yang kuat.

Supaya kebutuhannya akan Vitamin D terpenuhi, saya sejak dulu selalu menyajikan susu Frisian Flag Karya. Selain mengandung vitamin D, susu khusus anak usia 4-6 tahun ini juga diperkaya dengan Kalsium, Inulin, dan nutrisi penting lainnya untuk mendukung perkembangan fisik si Kecil.  

Semoga tips dari saya ini bisa membantu. Selamat bersenang-senang bersama si Kecil, Bu!