Whatsapp Share Like Simpan

Larangan setelah melahirkan normal ada beberapa yang perlu diikuti. Hal ini agar Ibu cepat pulih sehingga bisa lebih fokus merawat si Kecil. Meski tidak melalui prosedur operasi besar seperti persalinan caesar, tetap ada beberapa perubahan tubuh yang perlu dihadapi setelah melahirkan normal. Kondisi ini meliputi kelelahan, keluarnya darah nifas, nyeri pada bekas jahitan di vagina, hingga rasa kurang nyaman saat buang air kecil dan buang air besar.

Perubahan tersebut bukan hanya menimbulkan rasa tak nyaman, namun juga menimbulkan risiko infeksi, perdarahan, bahkan depresi pascamelahirkan. Oleh karenanya, larangan setelah melahirkan normal tidak bisa diabaikan, Bu. Mau tahu apa saja larangan setelah melahirkan normal? Baca artikel ini sampai habis ya.

Lama Pemulihan Setelah Melahirkan Normal

Sebelum membahas larangan setelah melahirkan normal, mungkin pertanyaan ini juga lebih dulu muncul. Berapa lama pemulihans setelah melahirkan normal? Melahirkan secara normal atau pervaginam, efeknya mungkin tidak sesakit pasca melahirkan caesar. 

Namun, persalinan normal lebih mempengaruhi stamina tubuh akibat fase kontraksi dan proses mengejan. Selain itu, persalinan normal juga juga turut mempengaruhi kondisi organ intim wanita terlebih jika harus dijahit. Maka dari itu, masa pemulihan metode persalinan ini memakan waktu kurang lebih 6 minggu untuk kembali bugar seperti semula.

Sebenarnya, ukuran organ intim bisa kembali mengecil dengan sendirinya setelah melahirkan. Melansir Kompas.com, Dr Pari Ghodsi, M.D, seorang obgyn bersertifikasi mengatakan, kekencangan vagina memang jadi berkurang di awal masa post-partum. Tapi, kondisi itu akan berlalu dan kembali normal seiring dengan berjalannya waktu. Untuk menguatkan dan mengembalikan kekencangan vagina secara maksimal, Dr Ghodsi menyarankan melakukan senam kegel.

Artikel Sejenis

6 Larangan Setelah Melahirkan Normal

Larangan setelah melahirkan normal setidaknya ada 6. Supaya masa pemulihan setelah melahirkan berjalan lancar dan tidak menimbulkan efek berbahaya, berikut ini, Bu larangan setelah melahirkan normal yang perlu diketahui:

  1. Berhubungan intim

    Larangan setelah melahirkan normal yang pertama, hindari berhubungan intim. Hal ini dikarenakan adanya robekan perineum dan perdarahan nifas. Berhubungan intim pasca melahirkan tak hanya meningkatkan risiko infeksi, namun juga menimbulkan nyeri pada area vagina. 

    Terlebih ketika menyusui, organ intim wanita juga akan menjadi lebih kering. Maka itu demi menghindari rasa kurang sakit, berhubungan intim sebaiknya ditunda. Berhubungan intim setelah melahirkan umumnya boleh dilakukan 2-6 minggu setelah melahirkan atau sesuai izin dokter. 

  2. Melakukan aktivitas berat

    Setelah melahirkan, Ibu sebaiknya tidak melakukan aktivitas berat atau berolahraga dengan intensitas tinggi dulu. Larangan setelah melahirkan normal ini dimaksudkan agar Ibu tidak mengalami cidera karena tubuh masih dalam masa pemulihan. Jika ingin berolahraga, lakukan secara bertahap sembari berkonsultasi dengan dokter seperti apa baiknya.

    Mulailah dari olahraga yang ringan, misalnya berjalan kaki. Hindari berenang pada satu minggu pertama, karena darah nifas masih deras dan rentan infeksi. Larangan setelah melahirkan normal juga mencakup olahraga yang cenderung menggunakan otot perut, seperti sit up, karena otot panggul dan perut masih lemah. Kegiatan lain, seperti menyetir, naik turun tangga, dan mengangkat beban berat, juga hanya boleh dilakukan bila telah diizinkan dokter.

  3. Kurang merawat daerah kewanitaan

    Melahirkan secara normal umumnya merobek area vital yang mengharuskannya dijahit. Larangan setelah melahirkan normal untuk Ibu, sebaiknya jangan sampai lalai merawat daerah kewanitaan tersebut. Oleh karenanya, perlu dilakukan perawatan yang baik pada organ intim, agar jahitan tidak robek atau mengalami infeksi. 

    Ibu perlu membersihkannya secara teratur, terutama setelah buang air kecil dan buang air besar. Jaga organ intim wanita tetap kering, serta gantilah pembalut setiap 3-4 jam sekali. Agar jahitan tetap terjaga, jangan mengejan terlalu keras ketika buang air besar. Bila sembelit, lebih baik minta obat pencahar pada dokter ya, Bu.

  4. Diet ketat

    Setiap wanita tentu menginginkan bentuk tubuh yang kembali ideal setelah melahirkan. Namun, ada larangan setelah melahirkan normal terkait hal ini. dapat mengganggu pemenuhan nutrisi penting dan menghambat proses pemulihan tubuh setelah melahirkan. 

    Ibu yang baru saja melahirkan perlu mengonsumsi makanan-makanan yang kaya akan protein seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya agar jahitan pada perineum lekas sembuh dan tubuh ibu kembali bugar.

    Ibu juga bisa menjadikan susu Frisian Flag PRIMAMUM jadi pilihan asupan tambahan untuk setiap hari. Frisian Flag PRIMAMUM mampu mendukung gizi dan pemiluhan ibu sekaligus mendukung kualitas ASI untuk si Kecil.

  5. Emosi berlebihan

    Selain memperhatikan kondisi fisik Ibu, mood usai melahirkan pun butuh dijaga dengan baik. Hal yang menjadi larangan setelah melahirkan normal dalam kasus ini adalah emosi berlebihan. Stres secara tidak langsung bisa memperlambat pemulihan pasca persalinan. 

    Untuk menghindari rasa stres tersebut, cobalah untuk berbagi cerita dan perasaan dengan pasangan, keluarga, atau teman dekat. Ibu juga dapat meluangkan waktu untuk diri sendiri, meski sibuk mengurus bayi yang baru lahir.

  6. Menggunakan menstrual cup atau tampon

    Larangan setelah melahirkan normal selanjutnya, sebaiknya tidak menggunakan menstrual cup atau tampon. Pasca melahirkan, setiap Ibu akan menghadapi masa nifas yaitu keluarnya darah selama 40 hari. Untuk menampungnya, gunakan pembalut biasa saja daripada menstrual cup atau tampon. 

    Hal ini dijadikan larangan setelah melahirkan normal, karena dikhawatirkan kedua benda tersebut dapat merusak jahitan pada organ intim wanita yang belum sepenuhnya pulih. Risiko infeksi juga kemungkinan bisa terjadi jika menggunakan menstrual cup atau tampon pasca persalinan pervaginam.

Nutrisi Prima untuk Ibu Setelah Melahirkan

Larangan setelah melahirkan normal sudah diketahui, kini saatnya Ibu mengenal apa saja makanan yang baik untuk dikonsumsi pasca persalinan dan menyusui. Terlebih bagi Ibu baru, selain larangan setelah melahirkan normal, juga perlu mengetahui hal ini demi mendukung kesehatan tubuh dan kualitas ASI.

Seperti yang telah dikatakan, Ibu perlu mengonsumsi makanan tinggi protein seperti susu, telur, ikan, daging merah, daging putih, dan kacang-kacangan serta hasil olahannya. Selain baik untuk memulihkan jahitan, sumber makanan ini juga mampu melancarkan ASI. Secara umum, ibu menyusui membutuhkan lebih banyak kalori per hari, yaitu dengan tambahan sekitar 400-500 kalori dibandingkan wanita yang tidak sedang menyusui. Jika ditotal, berarti maksimal kalorinya adalah 1.800 sampai dengan 2.000 per hari. Oleh karenanya, jangan diet dulu ya, Bu.

Adapun makanan yang menjadi larangan setelah melahirkan normal, sebaiknya hindari makanan pedas untuk sementara karena berisiko diare, Bu. Selama menyusui, usahakan stop dulu minuman berkafein seperti kopi, sebab minuman tersebut dapat mempengaruhi kandungan ASI dan membuat si Kecil sulit tidur. Sebaiknya ganti dengan minuman bernutrisi prima untuk Ibu menyusui, yaitu susu Frisian Flag PRIMAMUM.

Susu Frisian Flag PRIMAMUM mengandung 9 asam amino esensial (9AAE) lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil.

Yang tak kalah penting, susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

Jangan lupa, Bu. Cek selalu tumbuh kembang si Kecil secara berkala melalui fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Bayi yang cukup ASI akan terlihat melalui pertambahan tinggi badan anak, berat badan, lingkar kepala, dan indeks massanya. Semua aspek pertumbuhan tersebut akan diukur serta disesuaikan dengan grafik pertumbuhan dari WHO di sini. Coba sekarang, yuk.

Seperti itulah larangan setelah melahirkan normal yang perlu diketahui. Dengan mengikuti larangan setelah melahirkan normal pada artikel ini, semoga dapat membantu Ibu supaya lekas pulih dan lancar menyusui. Semangat, Ibu!

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz