Share Like
Simpan

Tak tega ya, Bu, rasanya melihat keceriaan si Kecil hilang karena gangguan flu. Maka dari itu, saya segera melakukan konsultasi dokter anak tiap kali si Kecil mulai terkena flu. Sebab, menurut artikel di forum online yang saya pernah saya baca, flu yang diderita si Kecil tak selalu flu biasa. Bisa jadi, itu merupakan pertanda adanya alergi pada sistem pernapasannya.

Supaya Ibu tak terlalu panik dan bisa memberikan perawatan yang tepat untuk si Kecil, saya akan berbagi info seputar alergi pernapasan pada anak dan cara menanganinya. Informasi ini saya himpun dari berbagai sumber, di antaranya dari forum konsultasi kesehatan anak online serta hasil obrolan saya dengan dokter saat melakukan konsultasi dokter anak ketika si Kecil flu.

Alergi Sistem Pernapasan dan Penyebabnya

Secara medis, alergi diartikan sebagai respon sistem imun tubuh yang terlalu sensitif dan cenderung tidak normal terhadap alergen (zat pemicu alergi). Biasanya, alergi tidak berbahaya, namun gejalanya cukup mengganggu. Alergi bisa terjadi pada siapa saja, termasuk si Kecil.

Pada si Kecil, alergi sistem pernapasan menjadi salah satu yang paling sering terjadi. Pemicunya pun beragam, namun biasanya tidak terlalu berbahaya, misalnya makanan dengan protein tinggi (telur, kacang, susu sapi), debu, jamur, serbuk sari bunga, bulu binatang, bahkan suhu dingin. Pada beberapa kasus, alergi bahkan juga bisa dipicu oleh obat-obatan tertentu, Bu. Untuk mengetahui penyebabnya secara akurat, sebaiknya ajaklah si Kecil untuk melakukan pemeriksaan ke dokter, Bu, agar alergi tersebut bisa ditangani dengan tepat.

Jenis Alergi yang Paling Sering Terjadi dan Cara Menanganinya

Setelah memahami apa itu alergi beserta faktor-faktor pemicunya, mari ketahui dua alergi yang paling sering terjadi pada sistem pernapasan si Kecil dan cara menanganinya, Bu:

1. Asma bronkial

Di samping dapat terjadi karena kelelahan akibat menjalani latihan fisik yang berat atau terlalu banyak tertawa, asma bronkial biasanya juga dipicu adanya peningkatan kepekaan saluran napas terhadap suhu udara, debu, serbuk bunga, atau makanan. Alergi jenis ini menyebabkan penyempitan saluran napas dan masih dapat sembuh bila diobati dengan tepat. Pada banyak kasus, alergi ini biasanya berkurang atau bahkan sembuh dengan sendirinya begitu seseorang menginjak usia dewasa.

Asma bronkial biasanya ditandai oleh beberapa hal, Bu, di antaranya:
- Sesak napas berulang disertai dengan napas berbunyi;
- Batuk kering, terjadi di malam dan menjelang pagi hari. Biasanya terjadi antara empat hingga delapan jam setelah menghirup alergen.

Menurut info dari dokter, asma bronkial bisa ditangani dengan beberapa cara, yaitu:
• Pemberian rangsangan hangat pada area dada;
• Obat-obatan asma;
• Penggunaan napas bantu dari inhaler/semprotan.

Agar gangguan alergi pernapasan jenis ini lebih cepat hilang, Ibu disarankan mengajak si Kecil melakukan terapi secara rutin dan berkala melalui olahraga ringan berupa senam dan berjalan kaki di tempat yang berudara segar. Supaya lebih aman, Ibu bisa melakukan konsultasi dengan dokter anak, baik secara langsung maupun secara online sebelum mengajak si Kecil melakukan terapi ini.

2. Rhinitis alergika

Berbeda dengan asma bronkial yang alerginya terjadi pada organ paru-paru, rhinitis alergika terjadi pada daerah hidung. Di wilayah tropis seperti Indonesia, penyakit yang secara awam disebut alergi hidung ini bisa hadir dan menyerang si Kecil kapan saja, baik saat musim kemarau maupun musim hujan, Bu. Mereka yang berasal dari keluarga dengan riwayat penyakit ini lebih rentan terhadap alergi jenis ini.

Berikut beberapa gejala yang menjadi tanda rhinitis alergika:
• Bersin dengan gatal di hidung dan ingus encer;
• Sering disertai dengan hidung tersumbat;
• Gatal kadang kala muncul di langit-langit mulut dan telinga;
• Mata merah dan berair;
• Radang sinus.

Berikut beberapa hal yang bisa Ibu lakukan untuk menanganinya:
• Usahakan agar si Kecil terhindar dari faktor pemicu alergi;
• Berikan obat golongan antihistamin, dekongesthan, atau inhaler sesuai resep dari konsultasi dengan dokter anak.

Nah, itulah beberapa alergi sistem pernapasan yang biasa menyerang si Kecil, Bu. Yuk, jadi orang tua yang sigap dalam merawat si Kecil saat ia flu atau pernapasannya terganggu, agar alergi-alergi tadi dapat diatasi dengan baik dan tidak sampai menghambat tumbuh kembang balita. Supaya lebih maksimal, Ibu juga disarankan melakukan konsultasi dokter anak bila perlu.