Share Like
Simpan

“Anak paling kecil, biasanya menjadi anak kesayangan orang tua atau kakek neneknya.” Bu, pernah mendengar pernyataan seperti itu? Dulu, sebelum memutuskan untuk memberikan adik kepada si Kecil, ungkapan tadi sempat menjadi bahan pertimbangan saya dan suami. Takutnya, si Kecil nanti jadi berebut perhatian dengan adiknya.

Seperti dulu sewaktu sepupu si Kecil baru lahir, Bu. Begitu melihat saya mencoba bercanda dengan sepupunya, ia bisa langsung menangis lalu kemudian memeluk saya. Awalnya sih, ada perasaan senang saat melihat si Kecil begitu terikat kepada saya. Namun, lama kelamaan saya jadi khawatir kalau nantinya malah tumbuh menjadi anak yang tak mau berbagi.

Ternyata anggapan tersebut salah, Bu. Setelah berkonsultasi dengan saudara dan kerabat, saya jadi memahami sifatnya tersebut. Ya, berhubung perkembangan sosial dan emosional si Kecil sedang meningkat pesat di usia 1-2 tahun ini, muncul rasa kekhawatiran kalau Ibu dan Ayah akan meninggalkan atau berpaling darinya. Jadi, walaupun si Kecil saat ini sudah mau berbaur dengan orang lain, belum tentu ia mau berbagi sosok kesayangannya itu kepada orang lain.

Salah seorang kerabat suami kemudian memberikan saran agar tidak terjadi hal yang ditakutkan kami berdua waktu itu. Berdasarkan masukan tersebut, akhirnya kami memutuskan untuk mulai membiasakan si Kecil belajar berbagi. Caranya sendiri bisa dimulai dari hal yang sederhana Bu, seperti:

  • Menawarkan makanan yang kami santap kepada si Kecil
  • Mengajarkan cara berbagi mainan saat sedang melakukan aktivitas
  • Mengajaknya berbagi camilan saat menonton TV dengan sepupu-sepupunya.
  • Bergantian memilih jenis tontonan untuk disaksikan bersama dengan teman atau saudara si Kecil.

Awalnya, kami tidak langsung berhasil mencoba tips di atas kepada si Kecil. Malah, tidak jarang saya harus berhadapan dengan tangisan rewelnya karena rasa kepemilikannya yang masih begitu tinggi. Namun, perlahan-lahan, sifatnya tersebut mulai melunak, kok.

Ada lagi satu tips kunci dari saya yang sebaiknya Ibu coba. Setiap kali ia mau berbagi, berikan apresiasi berupa pujian karena ia menunjukkan sikap yang baik. Ini akan membuatnya semakin termotivasi untuk lebih banyak melakukan hal baik setiap kali ia mendapatkan apresiasi. Menyenangkan ya, melihat ia terdorong untuk bersikap baik kepada orang lain sejak dini.

Bagaimana dengan Ibu? Apabila Ibu masih harus bergelut dengan kondisi si Kecil yang masih begitu posesif, jangan khawatir, Bu. Proses beradaptasi memang bukan hal yang mudah dilakukan olehnya. Jadi,  tetaplah bersabar dan terus bimbing ia untuk mengembangkan kemampuan bersosialisasinya ini, ya.

Jadi, sudah siap membimbing proses jelajah si Kecil dalam mengasah kemampuannya tersebut? Ya, di usia 1-3 tahun ini, si Kecil memang sedang asyik bereksplorasi, Bu. Tidak hanya fisiknya yang banyak bergerak, namun pikirannya juga bekerja mengamati hal-hal baru yang ia temui di sekitarnya. Oleh karenanya, selain mempraktikkan tips-tips di atas, yuk dukung juga proses belajarnya dengan menyiapkan menu seimbang yang kaya akan nutrisi di sela-sela aktivitasnya nanti.

Dulu, agar menunya jadi lebih menarik, saya senang sekali memberikan variasi buah-buahan, sayuran, ataupun Protein baik hewani maupun nabati untuknya. Ia jadi bisa belajar mengenal berbagai bentuk makanan sekaligus mendapatkan nutrisi untuk mendukung pertumbuhannya.

Selain lewat menu sehari-hari, untuk membantu memenuhi kebutuhan gizinya, saya selalu menyajikan susu Frisian Flag Jelajah Suprima yang diperkaya dengan kombinasi tinggi Protein, Zat Besi, Iodium, Selenium, Seng, Vitamin A, C & E dan dengan Inulin untuk setiap tahap penting pertumbuhan si Kecil. Jika tubuhnya kuat dan sehat, proses jelajahnya pun bisa makin optimal!

Menarik bukan? Semoga si Kecil tumbuh menjadi anak yang mau berbagi. ya. Satu lagi pesan dari saya, mari rayakan momen tumbuh kembangnya yang istimewa ini  dengan mengabadikan momen si Kecil saat pertama kali mau berbagi ke dalam foto. Kelak, foto tersebut pasti bisa menjadi kenang-kenangan setelah ia besar nanti. Selamat mempraktikkan tips saya, Bu!