Share Like
Simpan

Tidak dapat dipungkiri bahwa stres saat hamil sulit untuk dihindari. Apalagi, bila ini adalah momen kehamilan pertama bagi Ibu dan kelahiran si Kecil sudah tinggal menghitung hari. Karena belum berpengalaman, wajar bila saat ini Ibu diliputi kekhawatiran. Sewaktu hamil anak pertama dulu, saya juga demikian, Bu.

Namun, menurut artikel yang saya baca di salah satu forum kehamilan, stres saat hamil sebaiknya dihindari karena bisa berpengaruh negatif, tak hanya pada kesehatan wanita hamil, tetapi juga pada perkembangan janin , terutama otak janin, sebab:

- Stres Memengaruhi Populasi Mikroba yang Hidup pada Vagina Ibu

Tahukah, Bu? Beragam mikroba hidup pada vagina Ibu. Sekitar 95% di antaranya merupakan bakteri (mikrobiota) baik Lactobacillus yang bisa melindungi vagina dari serangan bakteri yang merugikan. Sisanya, sebanyak 5% merupakan bakteri jahat. Artikel yang saya baca menyebutkan, mikrobiota pada vagina Ibu terhubung dengan mikrobiota pada usus janin yang berperan membantu sistem kekebalan serta meningkatkan metabolisme tubuh dan memengaruhi perkembangan otaknya, Bu. Nah, saat Ibu stres, populasi mikrobiota baik pada vagina Ibu berkurang, sehingga kekebalan dan metabolisme tubuh serta perkembangan otak janin kurang optimal.

- Stres Menyebabkan Pembuluh Darah Ibu Mengeras dan Menyempit

Penjelasan lainnya, stres dapat mengganggu kestabilan kadar hormon pada tubuh Ibu. Saat Ibu tegang dan stres, tubuh akan secara otomatis mengeluarkan hormon epinephrine dan norepinephrine yang membuat pembuluh darah mengeras dan menyempit. Hal ini jelas merugikan perkembangan janin karena dapat mengurangi pasokan oksigen dan sari-sari makanan yang ditransfer dari tubuh Ibu ke si Kecil. Dengan begitu, tumbuh kembang janin sulit optimal, termasuk untuk bagian otaknya, Bu.

- Ketidakstabilan Hormon Tubuh Ibu Mengganggu Perkembangan Saraf Janin

Menurut artikel yang saya baca, ketidakstabilan hormon tubuh yang terjadi karena Ibu stres juga meningkatkan peluang si Kecil mengalami gangguan perkembangan saraf otak, sehingga nantinya ia lebih riskan mengidap autisme maupun skizofrenia.

Setelah membaca pemaparan di atas, Ibu tentu setuju ya bahwa selama masa kehamilan, penting bagi Ibu untuk mengendalikan stres dan menjaga suasana hati tetap baik. Untuk itu, demi tumbuh kembang calon buah hati yang lebih optimal, yuk lakukan beberapa hal ini untuk menenangkan kembali kondisi psikologi saat Ibu mulai merasa tertekan:

1. Sampaikan Keluhan Ibu
Ketimbang memendam sendiri kekhawatiran dan kecemasan yang Ibu rasakan, akan lebih baik bila Ibu menyampaikannya pada suami dan orang-orang terdekat Ibu. Perhatian dan dukungan dari orang-orang terdekat untuk Ibu akan membuat Ibu merasa didukung dan tak sendirian. Dengan begitu, kecemasan yang Ibu rasakan pun akan berkurang perlahan-lahan.

2. Istirahat yang Cukup
Sulitnya menemukan posisi tidur yang pas, rasa kesemutan dan kram pada kaki, ataupun nyeri punggung memang berpotensi mengganggu tidur Ibu baik di siang maupun malam hari saat kehamilan mulai memasuki akhir trimester kedua. Namun, bukan berarti Ibu boleh begadang.

Ingat, Bu, istirahat yang cukup adalah salah satu kunci menjaga tubuh tetap fit selama masa kehamilan. Karenanya, bila Ibu mengalami gangguan tidur, yang perlu Ibu lakukan adalah mencari solusi dari masalah yang mengganggu Ibu. Misalnya, untuk masalah kesulitan menemukan posisi tidur yang pas, Ibu bisa mencoba posisi tidur miring ke kanan atau ke kiri serta pilih bantal khusus Ibu hamil yang bisa menopang tubuh Ibu dengan lebih maksimal. Sementara, bila Ibu terganggu dengan masalah kram dan kesemutan, solusi yang bisa Ibu coba di antaranya yaitu rutin memberikan pijatan lembut di area-area yang kram supaya aliran darah lebih lancar.

3. Lakukan Olahraga Ringan
Peregangan adalah salah satu cara paling efektif untuk membuat tubuh senantiasa bugar dan segar, sehingga pikiran Ibu pun lebih fresh dan tak melulu teringat pada hal-hal yang membuat Ibu cemas. Jadi, masukkan olahraga sebagai salah satu agenda wajib setiap hari, baik pagi ataupun sore hari ya, Bu. Terkait hal ini, Ibu bisa memilih jenis olahraga ringan dan minim risiko seperti berjalan kaki, yoga, senam hamil, ataupun berenang.

Jadi, yuk, hindari stres selama kehamilan supaya perkembangan janin dalam kandungan bisa semakin optimal, Bu!