Whatsapp Share Like
Simpan

Dari siapakah si Kecil pertama kali belajar melakukan sesuatu? Tentunya, jawabannya adalah orang tua. Tahukah, Ibu? Tanpa disadari, anak meniru kebiasaan orang tua selama bersamanya. Anak saya pun meniru kebiasaan bersenandung ketika sedang beraktivitas. Sayangnya, ada kebiaasaan buruk saya yang diikuti juga oleh si Kecil. Untuk itu, Ibu harus berhati-hati ketika berada di dekat si Kecil. Sejumlah kebiasaan ini bisa membahayakan kesehatan mental si Kecil, lho.

1. Mengeluh Soal Diri Sendiri

Tanpa disadari, mungkin Ibu pernah mengeluhkan sesuatu di depan si Kecil. Misalnya, mengeluhkan bentuk tubuh yang kurang ideal atau bagian tubuh yang tidak cukup cantik. Menurut beberapa artikel psikologi yang saya baca, sikap ini bisa memengaruhi kepercayaan diri si Kecil. Ia akan belajar melihat kekurangan dirinya saja, sehingga kurang memerhatikan kelebihan yang dimiliki. Oleh sebab itu, aebelum itu terjadi, mulailah fokus untuk mencintai diri sendiri. Ketika Ibu bangga dengan diri sendiri, si Kecil juga akan bangga terhadap Ibu. Secara tidak langsung, ia juga akan belajar tentang kepercayaan diri ketika melihat Ibu.

2. Cara Berbicara dengan Orang Lain

Ingin tahu cara berbicara Ibu terhadap orang lain? Lihatlah cara si Kecil berbicara. Kira-kira seperti itulah cara Ibu berbicara. Itu sebabnya, apabila Ibu pernah berbicara dengan volume tinggi, si Kecil akan menirunya. Si Kecil terbiasa melihat cara komunikasi seperti itu dan menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar dan benar. Jadi, berhati-hatilah saat berbicara di depan si Kecil ya, Bu!

3. Memendam Perasaan

Apakah Ibu tipe orang yang suka memendam perasaan? Tampaknya, Ibu harus mulai mengubah kebiasaan ini. Apalagi, bila Ibu sering melarikan kesedihan dan kekecewaan dengan mengonsumsi atau melakukan sesuatu. Misalnya, memilih makan junk food saat sedih daripada mengungkapkan perasaan Ibu. Sebagai peniru yang ulung, si Kecil juga akan melakukan hal serupa ketika ia memiliki masalah. Ini akan membuat si Kecil sulit terbuka dan enggan mengutarakan perasaannya. Oleh sebab itu, mulai sekarang, biasakan untuk bercerita kepada orang lain ketika ada masalah, supaya si Kecil ikut meniru kebiasaan tersebut. 

4. Tidak Menyimak

Apakah Ibu sering asyik dengan gadget sampai lupa menyimak cerita si Kecil soal sahabat barunya? Mungkin cerita tersebut terkesan sepele bagi Ibu, namun tidak demikian untuk si Kecil. Ketika ia merasa tidak diperhatikan, ia akan melakukan hal sama ketika orang lain berbicara kepadanya. Jadi, tak perlu emosi saat si Kecil tidak segera menjawab panggilan atau teguran Ibu. Apalagi, ketika ia sedang asyik menonton video atau main games di ponselnya. Menurut penelitian tentang psikologi anak yang saya baca, kondisi ini muncul karena anak meniru kebiasaan Ibu yang selalu sibuk dengan ponselnya. Menurutnya, itu adalah hal yang wajar dilakukan.

5. Sering Membanding-Bandingkan

Bu, tidak ada orang yang suka dibandingkan dengan orang lain, termasuk si Kecil. Apalagi, bila Ibu atau Ayah menganggap semua pencapaian sebagai kompetisi. Di dalam hatinya, akan timbul perasaan tidak suka ketika Ibu membandingkannya dengan anak lain. Sikap Ibu ini akan menumbuhkan rasa tidak puas dan ambisius secara berlebihan. Ia juga berisiko akan membandingkan dirinya dengan orang lain ketika dewasa kelak.

Wah, ternyata, hal-hal yang terlihat sepele, memengaruhi kepribadian si Kecil dengan cukup signifikan ya, Bu. Namun, Ibu juga perlu menginat bahwa meniru orang tua merupakan salah satu bentuk kepintaran si Kecil. Itu tandanya otak si Kecil mudah mencerna dan berkembang dengan baik. Namun, apabila anak meniru kebiasaan orang tua yang tidak baik, itu saatnya Ibu introspeksi agar kebiasaan buruk tersebut tidak dilakukan oleh si Kecil.