Share Like
Simpan

Kalau menyangkut perkembangan anak, rasanya perasaan kita sebagai Ibu selalu diliputi kecemasan, ya? Salah satu contohnya kalau si Kecil sudah menginjak usia 1 tahun, tapi belum bisa berjalan juga.

Perasaan seperti itu wajar sekali. Sekedar berbagi cerita Bu, anak saya juga akhirnya baru bisa berjalan di usianya yang ke 15 bulan. Walaupun ada rasa khawatir, deg-degan dan sedikit kesal saat mendengar komentar orang lain, tapi toh akhirnya si Kecil bisa berjalan juga.

Tapi, sebenarnya di umur berapa sih anak disebut terlambat berjalan? Lalu, apa saja yang bisa kita lakukan, ya? Kali ini, saya ingin membahas hal tersebut, Bu. Yuk, kita lihat jawabannya bersama!

Kapan Seharusnya Si Kecil Bisa Berjalan?

Banyak orang menganggap bahwa usia normal anak mulai berjalan adalah sekitar 1 tahun. Namun, sebenarnya pencapaiannya itu bisa bervariasi, mulai dari 9-18 bulan. Jangan khawatir jika dia belum juga melangkah. Beberapa anak melewati fase merangkak dan langsung berjalan. Namun, ada juga yang sudah pintar merangkak tapi belum mau berjalan. Ini normal karena perkembangan setiap anak berbeda.

 Biasanya, tanda-tanda si Kecil sudah mau berjalan adalah ketika dia menggunakan lengan dan kakinya untuk berpindah. Nah, jika ia sudah berguling, menggunakan lengannya untuk maju, dan berpegangan pada meja, maka tak lama lagi kemungkinan dia akan bisa berjalan.

Penyebab Terlambatnya Berjalan

 Sebenarnya adakah faktor yang membuat si Kecil telat berjalan? Menurut beberapa terapis fisik, faktor terbesar adalah dari keluarga dan lingkungannya. Contohnya, mungkin si Kecil memiliki keluarga yang sibuk sehingga dia lebih banyak bermain di boks dan membuat otot kakinya jadi tidak cukup kuat karena jarang dilatih.  Selain itu, bisa juga karena dia terlalu sering digendong. Hal tersebut membuatnya jadi tidak mendapat kesempatan yang cukup untuk berpindah tempat dengan kakinya.

Baby walker juga bisa menjadi sumber penyebab si Kecil terlambat berjalan, lho. Walaupun dulu alat ini sering dipakai untuk latihan berjalan, tapi ternyata penggunaan alat ini dirasa kurang tepat. Dari yang saya baca di situs Babycenter.com, lembaga The American Academy of Pediatrics menyarankan untuk tidak menggunakan baby walker karena alat ini bisa menghambat proses latihan otot kaki sebagai persiapan untuk mulai belajar berjalan.

Menyemangati dan Melatih si Kecil Berjalan

Secara alami, si Kecil terlahir dengan keinginan dan kebutuhan untuk berjalan. Masih ingat, waktu dia masih berusia sekitar 3 bulan, si Kecil suka menggerakan kakinya seperti ingin berjalan waktu Ibu mengangkatnya? Ini refleks, Bu. Mereka ingin berjalan, tapi kedua kakinya dirasa terlalu berat.

Oleh sebab itu, yuk terus semangati si Kecil dengan mendampinginya latihan berjalan di tengah aktivitas sehari-hari. Caranya mudah, kok. Dulu, saya membuat jadwal rutin untuk mengajak si Kecil keluar dari boksnya dan berlatih berjalan. Lalu, ketika dia sudah mulai belajar berdiri & berjalan sambil berpegangan, coba deh Ibu jongkok dengan gerakan tangan menyambutnya. Wah, pasti si Kecil makin semangat dan percaya diri untuk bisa berjalan. Satu lagi Bu, jangan lupa menyiapkan lingkungan yang aman dengan menggunakan pelindung furniture untuk melindungi si Kecil dari sudut-sudut tajam di sekitar rumah.

Tak perlu selalu khawatir jika si Kecil belum berjalan saat ini. Penelitian mengatakan kalau tak ada hubungannya usia berjalan dengan perkembangan otaknya kelak. Hanya saja, jika si Kecil belum juga bisa berjalan di usia 2 tahun, coba konsultasikan hal tersebut ke dokternya, ya. Yang terpenting, terus semangati dia dan pastikan si Kecil terus mendapat asupan nutrisi yang tepat untuk mendukung proses tumbuh kembangnya!