Share Like
Simpan

Kebutuhan gizi setiap individu berbeda, tergantung pada umur, aktivitas fisik, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan keadaan khusus (misalkan ketika sakit, masa penyembuhan). Karena masih tumbuh dan berkembang, bayi dan balita memiliki kebutuhan gizi yang lebih besar dari dewasa, yaitu 100-120 kilokalori per kg berat badannya.

Memenuhi kebutuhan gizi anak amatlah penting agar anak sehat, tumbuh cerdas dan berkembang produktif. Berikan asupan gizi yang lengkap dan seimbang, mencakup 5 unsur gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral ditambah air dan serat pangan.

Anak yang gizinya tidak seimbang bisa memiliki postur tubuh yang tidak ideal, atau tidak sesuai dengan berat dan tinggi badan seusianya, sehingga akan terlihat pendek dan gemuk. Postur yang pendek terjadi karena rendahnya asupan protein, terutama protein hewani; sedangkan anak menjadi gemuk karena terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dan sangat sedikit asupan seratnya. Kekurangan kalori atau energi pun dapat menyebabkan anak menjadi kurus.

Ibu perlu memperhatikan komposisi makanan dan jumlah zat gizi yang harus tersedia dalam menu si kecil sehari-hari. Proporsi zat gizi makro dari kalori total yang dianjurkan yaitu 45-65% karbohidrat, 25-35% lemak, dan 5-20% protein. Penambahan gula tidak boleh lebih dari 25% kalori total. Asupan lemak jemuh, asam lemak trans dan kolesterol hendaknya serendah mungkin. Jangan lupa untuk selalu menyertakan serat pangan sekurang-kurangnya 25 gram setiap harinya.

Jadi untuk mencukupi kebutuhan si kecil yang berusia 4-6 tahun, minimal setiap harinya bunda harus menyiapkan menu berikut :
 

Nasi/pengganti 1-3 piring
Lauk Hewani 2-3 potong, susu 1-2 gelas
Lauk nabati 1-3 potong
Sayuran 1-1½ mangkuk
Buah-buahan 2-3 potong