Whatsapp Share Like
Simpan

Bu, pernah nggak sih terpikirkan, kenapa si Kecil suka sekali menirukan suara hewan? Apa ia suka dengan suaranya? Atau hanya sekedar menirukan apa yang ia dengar? Saya mau berbagi sedikit pengetahuan kepada Ibu, nih. Ternyata, ketika menirukan suara hewan, dia justru sedang melatih kemampuan berbahasanya. Jadi, tak heran kalau si Kecil suka sekali mengikuti suara salah satu hewan yang didengarnya sehari-hari.

Hebatnya lagi, jika Ibu rajin mengenalkan si Kecil dengan berbagai macam suara hewan, ia juga jadi terlatih untuk membedakan suara-suara tadi! Nah, jadi apabila sebelumnya si Kecil sudah mengenal suara kucing atau anjing, saat ini Ibu juga sudah bisa mengenalkannya dengan suara hewan-hewan lain seperti kuda, kodok, ataupun sapi. 

Bagaimana cara mengajarkannya? Waktu si Kecil umurnya masih 2½ sampai 3 tahun dulu, saya sering membacakan buku cerita yang menggunakan hewan sebagai tokoh utamanya. Kebetulan, saya punya buku Kumpulan Dongeng Binatang. Jadi, saya tidak perlu repot lagi mencari berbagai macam buku cerita yang bisa digunakan oleh si Kecil untuk belajar. Nah, supaya si Kecil lebih mudah menghafalnya, saya biasanya memperkenalkan suara-suara hewan secara bertahap, misalnya lewat permainan seperti ini:

Alat-alat:

Buku cerita bergambar dengan tokoh hewan.

Jika ada, Ibu bisa menggunakan boneka jari atau mainan milik si Kecil yang sesuai dengan tokoh pada buku cerita.

Cara bermain:

  1. Pertama-tama, ajak si Kecil untuk memilih cerita sesuai hewan yang paling menarik perhatiannya. Misalnya, dongengan tentang Itik Buruk Rupa. 
  2. Kemudian, mintalah si Kecil untuk mengambil mainannya yang berbentuk seperti itik dan mulailah bercerita.
  3. Saat membacakan cerita, sesekali buatlah suara yang menyerupai itik, Bu. Jadi, ia bisa semakin tahu seperti apa suara itik itu.
  4. Setelah Ibu, kini giliran si Kecil yang mencoba membuat suara itik. Meskipun ia belum bisa mengikutinya dengan benar, tapi nggak apa-apa, Bu. Yang penting, si Kecil sudah berani mencoba dan belajar hal baru dari itu. Jadi, tetap berikan ia pujian dan pelukan ya, agar si Kecil semakin bersemangat untuk belajar hal baru bersama Ibu

Kalau Ibu punya buku cerita dengan tokoh selain itik, bisa juga, lho digunakan sebagai media belajar si Kecil. Misalnya dongeng Si Parkit: Raja Parakeet atau dongeng Si Kancil. Jadi, semakin kaya deh pengetahuan si Kecil akan jenis-jenis suara hewan. Hal ini bisa ikut membantu perkembangan kemampuan linguistik atau berbahasa pada si Kecil. Kenapa begitu? Soalnya, permainan suara hewan ini merupakan salah satu cara menstimulasi si Kecil secara vokal, sehingga dapat membantu perkembangan berbahasanya. 

Nantinya, dari kegiatan meniru suara hewan ini bersama Ibu, si Kecil  juga bisa menambah kosa katanya juga, lho. Ini karena sering tidak kita sadari, sambil menjelaskan tentang aneka hewan dan suaranya, Ibu juga sebenarnya ikut melatih si Kecil untuk memperluas perbendaharaan katanya lewat cerita dan penjelasan yang Ibu berikan. Sambil mendengarkan, si Kecil jadi bisa belajar kata-kata baru sambil berusaha memahami artinya.

Setelah selesai bermain nanti, siapkan menu buah-buahan untuknya ya, misalnya jeruk, stroberi, jambu merah, atau papaya. Buah-buah tersebut kaya akan vitamin C yang baik untuk menjaga sistem kekebalan tubuhnya. Si Kecil jadinya tidak mudah sakit, Bu.

Agar daya tahan tubuhnya tetap terjaga, saya biasa memberikannya susu pertumbuhan sebanyak tiga kali sehari, yaitu waktu sarapan pagi, setelah tidur siang, dan sebelum tidur malam Susu Frisian Flag Jelajah bisa jadi salah satu pilihan yang baik untuk si Kecil karena punya kandungan DHA yang tinggi serta mengandung protein, zat Besi, iodin, inulin serta seng, Selenium, vitamin A, C, dan E sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh si Kecil. 

Semoga tumbuh kembang si Kecil semakin optimal ya, Bu!