Share Like
Simpan

Senang ya, Bu, melihat si Kecil sudah memasuki usia pra sekolah. Pada usia ini, kemampuan sosialisasi si Kecil biasanya akan mulai terlatih, mengingat ia akan bertemu banyak teman baru di PAUD atau taman bermain. Nah, supaya si Kecil dapat menikmati masa bermain di sekolahnya, Ibu perlu mulai mencari tahu cara mendidik anak agar menjadi teman yang baik. Berikut ini beberapa cara yang pernah saya praktikan pada si Kecil dulu. Simak sama-sama, yuk!

1. Membaca Buku Cerita

Salah satu cara menyenangkan untuk mengajarkan si Kecil soal persahabatan yaitu melalui buku cerita. Sebagai contoh, saya sering membacakan si Kecil buku cerita soal perjuangan 3 sahabat kelinci yang berusaha menolong seekor kura-kura untuk keluar dari lubang. Sesekali saya akan menanyakan si Kecil, “sahabat Adik di sekolah siapa saja? Pernah saling tolong menolong seperti kelinci ini tidak?” Dengan begitu, ia akan mengerti bahwa sahabat memang perlu selalu kompak untuk menolong satu sama lain.

2. Bermain dengan Teman Baru

Apakah Ibu pernah merasa gelisah bahkan kurang percaya diri ketika harus menyapa orang yang belum dikenal? Nah, sama halnya dengan orang dewasa, si Kecil terkadang juga merasakan kekhawatiran yang sama ketika harus berkenalan dengan teman baru. Itu sebabnya, penting untuk Ibu mulai mendorong si Kecil untuk mengalahkan kekhawatiran tersebut. Ini bisa Ibu lakukan dengan sering mengundang beberapa teman sekolahnya untuk bermain bersama di rumah. Selama proses bermain, sebaiknya Ibu terus mendampinginya dan ingatkan untuk berbagi dengan temannya.

3. Berikan Contoh Nyata

Bu, si Kecil adalah peniru yang ulung. Itu sebabnya, cara paling efektif untuk mengajarkan si Kecil menjadi teman yang baik adalah memberi contoh nyata. Misalnya, mulai ceritakan pada si Kecil segala kebaikan sahabat Ibu yang juga ia kenal. Sesekali ajak juga sahabat Ibu untuk makan malam bersama di rumah dengan si Kecil. Dengan melihat kedekatan tersebut, tanpa disadari si Kecil akan belajar makna persahabatan yang baik. 

4. Bermain Drama

Cara lain yang sering saya lakukan adalah mengajak si Kecil bermain drama, Bu. Contohnya, saya berperan menjadi teman sekolahnya yang pemalu dan sulit untuk bersosialisasi. Dalam permainan ini, si Kecil memiliki peran untuk membujuk saya agar mau bermain bersamanya. Sesekali saya mengganti skenario cerita untuk mengajarkan si Kecil karakteristik pertemanan yang baik, seperti berbagi, memberi pujian, meminta maaf jika salah, dan lainnya. Namun, pastikan Ibu menciptakan skenario drama yang sederhana dan mudah dipraktikan ketika bermain dengan temannya.

Membangun karakter pertemanan yang positif memang sebaiknya mulai diajarkan pada si Kecil sejak ia berusia dini. Yuk, mulai lakukan cara mendidik anak di atas agar ia bisa belajar untuk menjadi seorang teman yang baik!