Share Like
Simpan

Setelah saya perhatikan, ternyata si Kecil di rumah sulit menyapa orang-orang di sekitarnya. Saya sampai mengira buah hati sebagai anak yang pemalu. Namun, setelah saya mencari berbagai informasi melalui internet, ternyata si Kecil hanya membutuhkan pendidikan karakter anak untuk memotivasi keberaniannya menyapa. Apa yang menyebabkan si Kecil bersikap seperti itu dan bagaimana cara mengatasinya? Saya bagikan sejumlah informasinya.

Apa Benar si Kecil Pemalu?

Si Kecil tidak menyapa bukan berarti ia anak yang pemalu. Apalagi, bila ia merupakan anak yang aktif di kegiatan sehari-hari. Menurut artikel yang saya baca, ada beberapa hal yang menyebabkan si Kecil memilih tidak menyapa seseorang. 

1. Meniru Orang Tua

Coba perhatikan, apakah Ibu atau Ayah juga sering kesulitan menyapa orang-orang di sekitar? Apabila jawabannya iya, bisa jadi si Kecil melihat hal tersebut dan menirunya, Bu. Ia menganggap hal tersebut wajar dilakukan karena orang di sekitarnya terbiasa melakukannya.

2. Kemampuan Sosialnya Belum Optimal

Setiap anak memiliki pencapaian tertentu pada usianya. Bisa jadi, di usianya saat ini, kemampuan sosial si Kecil belum terlatih. Alasannya bermacam-macam, Bu. Mulai dari jarang bermain di luar rumah sampai kurangnya intensitas bertemu orang lain. Oleh sebab itu, menyapa seseorang merupakan hal yang canggung baginya. 

3. Berada di Lingkungan Baru

Apabila Ibu dan keluarga baru pindah rumah atau mengunjungi rumah kerabat yang tidak ia kenal dekat, bisa jadi si Kecil akan terdiam dan enggan berinteraksi. Alasannya, si Kecil merasa asing terhadap lingkungan dan orang yang harus disapa. Ia juga mungkin khawatir dengan pendapat dan harapan orang lain terhadap dirinya, Bu. 

4. Merasa Tidak Nyaman

Apakah sebelum disarankan menyapa orang lain, si Kecil sempat mengalami hal tidak menyenangkan? Faktor eksternal seperti ini bisa jadi menjadi alasan lain yang membuatnya diam saja saat diajak berinteraksi, Bu. Alasan lainnya, bisa jadi si Kecil baru bangun tidur atau sedang bad mood sehingga merasa tidak nyaman.

5. Tidak Suka Dipaksa

Bu, meskipun si Kecil masih sangat muda, terkadang ia punya keinginan sendiri, lho. Oleh sebab itu, ia tidak suka dipaksa, termasuk saat menyapa orang lain. Semakin Ibu memaksanya, si Kecil akan semakin menutup diri.

Bagaimana Caranya Mulai Menyapa?

Meski si Kecil menunjukkan keengganan untuk memulai komunikasi, Ibu masih bisa membiasakan si Kecil untuk bertegur sapa secara alami. Ibu bisa melakukan sosialisasi pada anak soal pentingnya bertegur sapa. Berikut ini beberapa caranya.

  • Hindari memaksa si Kecil jika ia tak ingin melakukannya atau tidak menyukainya. Ketika ia mulai menolak, Ibu bisa memintanya melakukan hal lain yang memiliki makna serupa. Misalnya, memintanya untuk melambaikan tangan sebagai simbol menyapa.
  • Terkadang, si Kecil hanya memerlukan waktu sejenak untuk beradaptasi. Jadi, beri waktu hingga mood-nya kembali membaik. Lalu, pinta ia untuk menyapa kembali.
  • Ibu bisa membuat permainan dengan si Kecil soal bertegur sapa agar si Kecil terbiasa. Misalnya, bermain peran dan melakukan adegan saling sapa. Dengan begini, si Kecil mengetahui sikap yang harus ditunjukkan ketika bertemu orang lain. 
  • Setelah melakukan tips di atas, mungkin saja si Kecil tetap sulit menyapa orang lain. Namun, tak perlu melabeli si Kecil sebagai anak pemalu, ya. Hal ini justru membuatnya semakin membatasi diri. Biarkan ia belajar membuka diri sedikit demi sedikit.

Intinya Bu, cobalah memahami alasan si Kecil dan membiasakannya secara perlahan untuk menyapa orang lain. Hal ini penting untuk memulai pendidikan karakter anak agar ia mudah bersosialisasi. Selain itu, hal ini bisa membuatnya lebih percaya diri di kemudian hari. Semangat terus mendidik si Kecil, Bu!