Share Like
Simpan

Hai Bu, bagaimana kabar si Kecil saat ini? Di usianya sekarang, semua kebutuhan dan perlindungan bagi si Kecil tentunya menjadi perhatian utama bagi setiap ibu di dunia. Namun, jangan salah, jadi anak kecil itu tetap saja melelahkan, lho. Apalagi, saat ini dunia luar masih terasa asing baginya. Akibatnya, banyak hal sederhana yang terasa begitu menyeramkan baginya.

Asal Mula Rasa Takutnya yang Berlebihan 

Trauma merupakan salah satu alasan terbesar di balik rasa takutnya yang berlebihan. Kini, daya ingat si Kecil sudah semakin berkembang dan mampu mengingat hal-hal yang sempat membuatnya takut. Sebagai contoh, jika si Kecil pernah menangis saat disuntik dokter, ia mungkin akan menjerit ketakutan saat melihat semua sosok berjubah putih di rumah sakit.

Perkembangan psikologi anak yang belum sepenuhnya sempurna juga bisa menjadi penyebab utama di balik rasa takutnya. Di usia ini, si Kecil biasanya memiliki daya imajinasi yang liar dan belum bisa membedakan mana yang masuk akal dan tidak. Jika si Kecil gelisah saat mendengar suara mesin penyedot debu, rasa takutnya itu bisa jadi terbentuk karena pola pikirnya yang menganggap kedua alat tersebut bisa menghisap si Kecil suatu saat nanti.

Ketakutannya ini juga bisa dipicu saat si Kecil melihat reaksi dan tingkah laku Ibu atau orang terdekat lainnya. Ketika melihat Ibu atau Ayah menunjukkan ekspresi takut, ia mungkin berpikir, "Jika itu bisa terjadi pada orang lain, berarti aku juga bisa."  Akibatnya, si Kecil pun membangun rasa takut yang sama.

Agar si Kecil Lepas dari Rasa Takutnya

Saat ini, rasa takutnya itu mungkin terasa berlebihan dan mengada-ada. Namun, jika tidak segera ditangani, sifat si Kecil ini bisa terus terbawa sampai ia besar nanti. Maka dari itu, cobalah mengikuti beberapa tips di bawah ini:

Jangan  menganggap remeh 

Rasa takutnya bisa jadi terasa aneh, tapi ini serius, Bu. Seperti yang dijelaskan dalam situs Mothersandbaby.com, kunci untuk mengatasi rasa takut si Kecil adalah dengan memahami perasaannya tanpa membenarkan ketakutannya tersebut. Karena itu, daripada berkata "jangan konyol" saat melihat si Kecil takut dengan serangga, cobalah menenangkan si Kecil dengan berkata, "Binatang itu nggak berbahaya, kok. Namun, kalau kamu takut, ayo kita lewat jalan lain." 

 Memberikan  penjelasan yang rasional

Seperti yang disebutkan di atas, rasa takutnya yang berlebihan biasanya terbentuk karena perkembangan psikologi anak yang belum sempurna, sehingga daya imajinasinya masih berkeliaran bebas. Karena itu, berikanlah ia penjelasan yang singkat dan masuk akal terhadap rasa takutnya itu. Sebagai contoh, jika si Kecil takut terhisap oleh mesin penyedot debunya, coba demonstrasikan kepadanya kalau mesin itu hanya bisa menyedot benda-benda kecil dan tak bisa menghisap tubuh manusia. Setelah melihat hal tersebut, si Kecil tentu tidak takut lagi akan tersedot masuk oleh mesin penyedot debu itu.

Bermain peran 

Bermain dapat menjadi terapi yang menyenangkan untuk menghilangkan rasa takut milik si Kecil. Tak hanya itu, permainan ini pun baik bagi perkembangan psikologi anak. Jika ia sebelumnya takut disuntik, permainan dokter-dokteran bersama Ibu dapat membuatnya mengantisipasi apa saja yang akan terjadi saat berkunjung ke rumah sakit. Begitu pula dengan rasa takut si Kecil dengan orang asing, yang perlahan dapat dihilangkan lewat aktivitas bermain peran bersama boneka serta mainan miliknya.

Walaupun terkadang meresahkan, rasa takutnya tersebut sebenarnya menjadi pertanda bahwa kondisi psikologi anak sudah tumbuh dan berkembang dengan baik. Maka dari itu, teruslah memberikan bimbingan dan kasih sayang baginya agar ia dapat segera melewati masa-masa ini. Selamat beraktivitas bersama si Kecil, Bu!