Share Like
Simpan

Hai, Bu! Bagaimana kabar si Kecil? Apakah sudah memulai konsumsi menu MPASI? Beberapa waktu lalu saya sempat kebingungan mencari variasi menu bagi si Kecil. Maklum, saya khawatir ia bosan jika menunya kurang variatif. Untungnya, saya menemukan informasi di forum diskusi bahwa jamur bisa dipakai sebagai pilihan bahan MPASI. Saya pun bertanya-tanya, memangnya aman memberikan jamur untuk MPASI? Setelah berkonsultasi online kepada ahli gizi, saya menemukan banyak manfaat jamur bagi si Kecil lho, Bu! Berikut saya rangkumkan informasinya.

Manfaat Jamur untuk si Kecil

Nah, Ibu tentu penasaran apa saja manfaat jamur bagi kesehatan si Kecil? Ini beberapa di antaranya, Bu.

  • Meningkatkan kekebalan tubuh
  • Melancarkan metabolisme
  • Mengoptimalkan pertumbuhan
  • Melancarkan peredaran oksigen di tubuh

Sebagai makanan bayi, jamur mengandung senyawa yang bisa memperkuat sistem imun tubuh. Dengan begitu, si Kecil diharapkan tidak mudah sakit.

Kandungan iron yang teradapat dalam jamur ternyata mampu mengoptimalkan metabolisme tubuh si Kecil, Bu. Nah, saat metabolismenya baik, si Kecil akan terus aktif dan bertenaga setiap harinya.

Tak hanya  melancarkan metabolisme, konsumsi jamur secara teratur juga baik untuk pertumbuhannya, lho! Vitamin D yang terdapat dalam jamur mampu menguatkan tulang dan gigi si Kecil.

Kandungan iron berperan penting dalam hal ini, Bu. Iron dalam jamur membantu mengikat oksigen dalam darah, sehingga disebarkan secara optimal ke seluruh tubuhnya.

Tips Memberikan Jamur Sebagai MPASI

Nah, berbagai manfaat yang disebutkan di atas tentunya akan lebih optimal apabila Ibu memberikan asupan jamur dengan cara yang tepat. Berikut ini beberapa hal yang bisa Ibu perhatikan.

  • Meski si Kecil sudah memulai konsumsi MPASI pada usia 6 bulan, sebaiknya konsumsi jamur dimulai saat si Kecil berusia 10-12 bulan. Pada usia ini, pencernaan si Kecil sudah terlatih dengan makanan lunak lainnya, sehingga bisa mulai dikenalkan dengan makanan yang lebih bertekstur.
  • Pilihlah jamur yang segar, yaitu bertekstur lembut dan tidak layu maupun berlendir.
  • Meski banyak jamur liar yang bisa ditemukan di lingkungan, lebih baik Ibu membeli jamur tersebut di tempat terpercaya. Terutama jika pengetahuan Ibu seputar jamur yang aman dikonsumsi masih minim.
  • Pastikan jamur benar-benar matang saat proses memasak. Ketika dimasak sempurna, jamur akan lebih mudah dicerna tubuh, lebih higienis, dan risiko alerginya pun berkurang. Bagaimana, Bu? Sekarang sudah tak ragu memberikan jamur sebagai menu MPASI si Kecil bukan? Semoga ilmu ini bisa bermanfaat dan si Kecil tumbuh dengan optimal, ya!