Whatsapp Share Like
Simpan

Hai, Bu! Bagaimana kabar bayi Ibu? Apakah sudah memulai konsumsi menu MPASI? Beberapa waktu lalu saya sempat kebingungan mencari variasi menu bagi bayi saya. Maklum, saya khawatir ia bosan jika menunya kurang variatif. Untungnya, saya menemukan informasi di forum diskusi bahwa jamur bisa dipakai sebagai pilihan bahan MPASI.

Saya pun bertanya-tanya, memangnya aman memberikan jamur untuk MPASI? Setelah berkonsultasi online kepada ahli gizi, saya menemukan banyak manfaat jamur bagi bayi lho, Bu! Berikut saya rangkumkan informasinya.

Kandungan Jamur

Pertama-tama, Ibu harus tahu dulu apa saja kandungan nutrisi yang ada di dalam jamur berikut ini:

  1. Kalium. Berbagai penelitian menemukan bahwa ada beberapa jenis jamur mengandung kalium yang lebih tinggi dari sebuah pisang. Zat tersebut berperan dalam menjaga fungsi sistem saraf dan menyeimbangkan cairan di dalam tubuh.
  2. Zat besi. Di dalam juga terkandung zat besi yang berfungsi untuk membentuk sel darah baru yang akan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh.
  3. Selenium. Jamur merupakan sumber selenium yang penting untuk bayi. Selenium mampu mengurangi pertumbuhan sel kanker dan mencegah peradangan di dalam tubuh
  4. Serat. Kandungan serat di dalam jamur dapat membantu memperlancar pencernaan bayi.
  5. Vitamin D. Ibu pasti sudah tahu kan manfaat dari vitamin D? Ya, vitamin ini berperan dalam membangun tulang dan gigi bayi yang kuat agar tidak mudah keropos.

Manfaat Jamur untuk Bayi

Nah, Ibu tentu penasaran apa saja manfaat jamur bagi kesehatan bayi? Ini beberapa di antaranya, Bu:

  1. Meningkatkan kekebalan tubuh
  2. Melancarkan metabolisme
  3. Mengoptimalkan pertumbuhan
  4. Melancarkan peredaran oksigen di tubuh

Sebagai makanan, jamur mengandung senyawa yang bisa memperkuat sistem imun tubuh. Dengan begitu, bayi diharapkan tidak mudah sakit.

Artikel Sejenis

Kandungan iron yang terdapat dalam jamur ternyata mampu mengoptimalkan metabolisme tubuh bayi, Bu. Nah, saat metabolismenya baik, bayi akan terus aktif dan bertenaga setiap harinya. Tak hanya  melancarkan metabolisme, konsumsi jamur secara teratur juga baik untuk pertumbuhannya, lho!

Kandungan iron berperan penting dalam hal ini, Bu. Iron dalam jamur membantu mengikat oksigen dalam darah, sehingga dapat disebarkan secara optimal ke seluruh tubuhnya.

Tips Memberikan Jamur Sebagai MPASI

Nah, berbagai manfaat yang disebutkan di atas tentunya akan lebih optimal apabila Ibu memberikan asupan jamur dengan cara yang tepat. Berikut ini beberapa hal yang bisa Ibu perhatikan saat ingin memberikan jamur untuk MPASI bayi:

  1. Perhatikan usia bayi. Meski bayi sudah memulai konsumsi MPASI pada usia 6 bulan, sebaiknya konsumsi jamur dimulai saat bayi berusia 10-12 bulan. Pada usia ini, pencernaan bayi sudah terlatih dengan makanan lunak lainnya, sehingga bisa mulai dikenalkan dengan makanan yang lebih bertekstur.
  2. Memilih jamur yang baik. Pilihlah jamur yang segar, yaitu bertekstur lembut dan tidak layu maupun berlendir.
  3. Beli di tempat yang terpercaya. Meski banyak jamur liar yang bisa ditemukan di lingkungan, lebih baik Ibu membeli jamur tersebut di tempat terpercaya. Terutama jika pengetahuan Ibu seputar jamur yang aman dikonsumsi masih minim.
  4. Perhatikan proses memasaknya. Pastikan jamur benar-benar matang saat proses memasak. Ketika dimasak sempurna, jamur akan lebih mudah dicerna tubuh, lebih higienis, dan risiko alerginya pun berkurang.
  5. Perhatikan reaksi bayi. Ibu perlu memperhatikan reaksi bayi setelah mengonsumsi jamur, apakah ia mengalami alergi atau tidak. Tunggulah selama beberapa hari setelah percobaan pertama untuk melihat apakah bayi menunjukkan tanda-tanda alergi. Jika ada, maka jangan berikan lagi. Namun jika tidak, Ibu boleh terus memberikannya.

Resep Jamur Praktis untuk MPASI

Jamur bisa dikreasikan menjadi berbagai jenis hidangan, baik untuk menu utama maupun camilan. Cara penyajiannya juga beraneka ragam, mulai dari ditumis, direbus, maupun dipanggang. Sebagai inspirasi untuk Ibu, berikut ada contoh resep jamur yang praktis untuk MPASI bayi:

  • Nasi Tim Jamur
    Cara memasak:
    1. Buat nasi tim seperti biasa.
    2. Masukkan potongan jamur yang sudah dipotong kecil-kecil dan ditumis sebagai topping di atas nasi.
  • Telur Dadar Jamur
    Cara memasak:
    1. Pecahkan telur ke dalam mangkuk, kocok lepas.
    2. Masukkan irisan jamur, tambahkan keju, dan sedikit merica.
    3. Goreng telur dengan margarin.
  • Tumis Jamur
    Cara memasak:
    1. Potong jamur kecil-kecil.
    2. Tumis dengan mentega atau minyak zaitun, bawang putih, dan sedikit garam.
    3. Untuk protein hewaninya, Ibu bisa menambahkan daging cincang halus.
    4. Masukkan brokoli yang sudah dikukus dan dipotong kecil-kecil.
    5. Tumis jamur siap disantap dengan nasi putih.
  • Sup Jamur
    Cara memasak:
    1. Potong kecil-kecil wortel, kentang, kubis, dan jamur kuping atau jamur kancing.
    2. Siapkan air mendidih, masukkan bawang geprek dan daun bawang.
    3. Masukkan potongan sayuran dan jamur. Tunggu hingga matang tanpa menghilangkan nutrisi di dalamnya.

Bagaimana, Bu? Sekarang sudah tak ragu memberikan jamur untuk MPASI bayi bukan? Kalau Ibu punya resep sendiri, bisa langsung dicoba, ya. Semoga ilmu ini bisa bermanfaat dan bayi tumbuh dengan optimal!

Untuk Ibu yang masih ingin berkonsultasi seputar anak, Ibu bisa menggunakan fitur Tanya Pakar. Di sana Ibu bisa bertanya langsung kepada ahlinya. Jangan lupa untuk registrasi lebih dahulu agar bisa mengakses fitur tersebut ya, Bu.

Sumber:
Hellosehat.com