Share Like
Simpan

Waktu dibangunkan untuk bersiap-siap pergi ke kelompok bermainnya, si Kecil malah menangis dan mengatakan tidak mau pergi atau tiba-tiba saja mengeluhkan sakit perut. Mengapa ya? Tidak biasanya dia seperti ini. Pada awal-awal mengikuti kelompok bermainnya, si Kecil begitu bersemangat dan gembira setiap kali dibangunkan untuk mandi dan bersiap-siap.

Si Kecil tiba-tiba mogok sekolah atau tidak mau diantar ke tempat penitipan anak seperti biasanya, pasti ada penyebabnya. Jika ternyata perutnya benar-benar sakit, sebaiknya Ibu membawa si Kecil untuk diperiksa dokter. Tetapi jika sakit perutnya itu hanya pura-pura, Ibu hendaknya mencoba mengajak si Kecil berbicara dan mengungkapkan perasaannya. Lakukan secara perlahan, jangan mendesaknya.


Perasaan aman, sayang dan dekat akan lebih memudahkan si Kecil untuk menyampaikan kesulitan yang dijumpainya di sekolah. Dengarkan terlebih dahulu apa yang disampaikan si Kecil, jangan menyela percakapan. “Ya sudah kalau kakak hari ini tidak mau sekolah. Tapi kita bangun yuk, mandi dulu”. Ketika memandikan si Kecil, coba pancing dengan menanyakan gurunya atau teman-temannya. Dari percakapan ini Ibu bisa melihat bagaimana reaksi si Kecil, misalnya “Aku tidak suka dengan Ibu Tina”. Nah mungkin ini penyebab si Kecil mogok sekolah.

Rasa tidak suka dengan guru atau teman bisa menjadi penyebab si Kecil mogok sekolah. Si Kecil tidak suka dengan salah satu temannya mungkin karena sering diganggu atau di-bully. Perasaan ini menjadikan si Kecil merasa tidak aman dan tidak nyaman berada di sekolah. Cobalah untuk mencari tahu penyebab rasa tidak suka ini dan memberikan solusinya. Mungkin ada baiknya ibu menemui gurunya dan berbicara mengenai hal ini.

Terpisah dari Ibu juga bisa menjadi penyebab si Kecil mogok sekolah. Si Kecil tidak bermasalah dengan guru maupun temannya, tetapi merasa cemas karena harus terpisah dari Ibu dan lebih nyaman berada di rumah. Ibu harus meyakinkan si Kecil bahwa meskipun tidak berada di sampingnya, Ibu tetap menyayanginya. Yakinkan bahwa sekolah adalah lingkungan yang juga aman bagi si Kecil karena ada ibu guru yang akan membantu dan menjaganya selama berada di sekolah, dan ada teman-teman untuk bermain dan belajar bersama. Lakukan ritual setiap kali sebelum ‘berpisah’ dengan si Kecil. Peluk dan katakan “Ibu sayang kakak, selamat bersenang-senang ya di sekolah, nanti siang kita bermain lagi di rumah” atau jika Ibu bekerja “Ibu sayang kakak, baik-baik di sekolah ya nak, nanti jam 12 ibu akan telepon kakak”.

Menghadapi si Kecil mogok sekolah bukan hal yang mudah. Meluangkan waktu duduk bersama si Kecil dan mendengarkan kesulitan yang dihadapinya, merupakan cara yang tepat untuk mengetahui penyebab dan kemudian mencarikan solusinya. Canda dan tawa bisa menjadi penghapus rasa cemas dan takut si Kecil yang mogok sekolah. Luangkan waktu di pagi hari sebelum berangkat untuk bercanda dan tertawa bersama si Kecil, sehingga si Kecil kembali bersemangat untuk bertemu guru dan teman-temannya di sekolah.