Share Like
Simpan

Karena si Kecil aktif bereksplorasi, kepala pun bisa terbentur, terutama bila si Kecil mulai berjalan, berguling, dan merangkak. Saat kepalanya terbentur, Ibu menjadi khawatir, namun biasanya sebagian besar cedera kecil atau benturan pada kepala tidak membahayakan. Kebanyakan anak jatuh saat saat naik turun tangga, bergulingan di sofa dan jatuh ke lantai. Kapan cedera pada kepala harus diperhatikan?

Benturan pada kepala si Kecil lebih sering terjadi dibandingkan pada orang dewasa, karena beberapa hal:

  • Batita masih belum dapat mengendalikan gerakan kepalanya sebaik orang dewasa. Selain itu, ukuran kepala mereka relatif lebih besar dan otot-otot lehernya belum berkembang dengan baik
  • Kaki si kecil juga relatif lebih pendek dibandingkan ukuran tubuh mereka, hal ini menyebabkan pusat gravitasi lebih mendekati kepalanya dibandingkan dengan pusat gravitasi pada orang dewasa.
  • Batita lebih sering mengalami cedera atau jatuh karena mereka sedang mempelajari keterampilan baru seperti berjalan, berlari dan melompat.

 

Benturan atau tergores di bagian kepala dan wajah biasanya akan sembuh dengan baik dan dapat diatasi dengan perawatan cedera layaknya di bagian tubuh lainnya. Luka pada permukaan kepala kadang dapat mengeluarkan darah karena wajah dan kulit kepala memiliki pembuluh darah yang banyak pada bagian yang dekat dengan permukaan kulit. Namun biasanya luka akibat benturan tidak parah dan bila mengeluarkan darah, akan berhenti dengan perawatan biasa. Bila sudah diberikan perawatan, tetapi tidak mengurangi darah yang keluar, maka sebaiknya segera pergi ke dokter, karena batita dapat kehilangan darah yang cukup banyak akibat goresan yang dalam pada bagian kepalanya.

Cedera kepala yang serius dapat menyebabkan cedera pada otak. Semakin besar tekanan saat jatuh, maka dapat menyebabkan cedera yang serius pada otak yang menimbulkan pembengkakan. Ada beberapa tanda yang perlu Ibu ketahui untuk dampak cedera yang serius:
• Muntah lebih dari 2 kali karena muntah dapat merupakan tanda peningkatan tekanan pada otak
• Sakit kepala hebat
• Bicaranya menjadi gagap
• Jalan yang tidak stabil (terutama pada anak yang sudah lancar berjalan sebelum cedera terjadi)
• Si Kecil sering mengeluh pusing
• Sulit bangun
• Keluarnya cairan atau darah dari telinga atau salah satu lubang hidung yang menetap


Sebenarnya risiko cedera pada kepala dapat dicegah. Ibu bisa melatih si Kecil menggunakan kursi khusus batita saat di mobil, memakai sabuk pengaman dan membuat lingkungan rumah seaman mungkin sehingga si Kecil tidak sering terjatuh atau terbentur. Disamping itu, sebaiknya si Kecil selalu dalam pengawasan Ibu atau pengasuh. Apabila si Kecil mengalami cedera kepala serius, maka segera bawa si Kecil ke sarana pelayanan kesehatan terdekat untuk ditangani lebih lanjut.