Whatsapp Share Like
Simpan

Buah hati adalah anugerah terindah dari Tuhan, dan sudah selayaknya Ibu bersyukur dengan memberikan yang terbaik bagi buah hatinya. Menyusui adalah suatu ungkapan rasa syukur atas anugerah Tuhan sekaligus memberikan nutrisi terbaik bagi buah hati, yaitu Air Susu Ibu (ASI).

Mengapa harus menyusui?

Memberikan ASI Eksklusif tidak sekedar memberikan nutrisi terbaik bagi bayi, tetapi juga membentuk ikatan Ibu dan buah hati. Air Susu Ibu (ASI) mengandung Asam Dokosaheksaenoat (DHA) dan Asam Arakidonat (AA) yang berperan dalam pembentukan dan perkembangan sel-sel otak si kecil. Selain itu, ASI mudah dicerna karena mengandung enzim/zat yang membantu proses pencernaan, antara lain lipase untuk mengurai lemak, amilase untuk mengurai karbohidrat dan protease untuk mengurai protein. Kolostrum/jolong yang keluar pada hari-hari pertama melahirkan melindungi si Kecil dari bibit penyakit.

Bagi Ibu yang menyusui, akan merangsang pelepasan hormon oksitosin dan memicu kontraksi rahim untuk kembali ke ukuran semula dan mengurangi perdarahan setelah Ibu melahirkan. Selain itu, berat badan Ibu dapat kembali ke berat badan semula sebelum hamil dan sebagai metode kontrasepsi alami untuk menunda kehamilan berikutnya. Dengan memberikan ASI, dapat menurunkan risiko terjadinya kanker rahim dan kanker payudara di masa yang akan datang.

ASI eksklusif selama 6 bulan

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan ataupun minuman tambahan lain, termasuk air putih. Organisasi Kesehatan Dunia/WHO tahun 2001 menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan adalah yang terbaik bagi si kecil.

Pada usia enam bulan, sistem kekebalan tubuh/imunitas dan pencernaan si Kecil, termasuk zat/enzim pemecah protein dan karbohidrat, baru terbentuk sempurna. Pemberian makanan padat sebelum waktunya ditambah penyajian makanan yang tidak higienis berarti membuka pintu gerbang masuknya bibit penyakit. Penelitian membuktikan bahwa bayi yang memperoleh makanan sebelum usia enam bulan lebih banyak mengalami infeksi saluran cerna, seperti diare, sembelit, dan kembung, serta infeksi saluran napas seperti batuk pilek.

Artikel Sejenis

Jika Ibu punya masih pertanyaan seputar kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil, Ibu bisa mengunjungi laman Tanya Pakar. Di sana pertanyaan yang Ibu ajukan akan dijawab langsung oleh ahlinya. Jangan lupa untuk registrasi dulu supaya bisa menggunakan fitur tersebut!