Share Like
Simpan

Picky eater? Ya, Ibu tentu sudah tidak asing lagi dengan kata itu bukan? Seorang anak yang picky eater cenderung menolak makanan atau hanya mau makan makanan tertentu saja. Ciri-ciri picky eater yang lain adalah muntah jika mencoba makanan baru dan menjauhkan makanan yang dihidangkan di hadapannya
Pilih-pilih makanan ini seringkali muncul ketika si Kecil menginjak 1 tahun, usia ketika si Kecil mulai bisa makan sendiri, bisa memilih jenis dan menentukan banyaknya makanan.

Kebiasaan makan dalam keluarga akan mempengaruhi pola makanan dan kualitas diet, juga penerimaan si Kecil terhadap makanan. Semakin banyak paparan dan semakin banyak kesempatan untuk merasakan suatu jenis makanan, maka semakin besar penerimaan si Kecil terhadap makanan tersebut.

Lalu bagaimana menyiasati si Kecil yang suka pilih-pilih makanan?

• Kenalkan makanan baru sampai 10 kali sebelum si Kecil menyukainya

• Jika si Kecil tidak lapar, jangan memaksanya untuk makan atau ngemil. Jangan suapi atau paksa si Kecil untuk makan makanan tertentu atau untuk menghabiskan makanannya. Ini hanya akan menambah penolakannya terhadap makanan. Memaksa untuk makan juga bisa menyebabkan si Kecil menjadi cemas atau frustasi jika waktu makan tiba.

• Berikan makan dalam porsi Kecil dan biarkan si Kecil nanti minta sendiri tambahannya jika dia masih merasa lapar.

• Ciptakan rutinitas, hidangkan makanan utama dan makanan selingan pada jam yang sama setiap harinya. Berikan jus buah atau susu setelah makan, dan berikan air putih saja diantara jam makan.

• Dorong keinginan si Kecil untuk mencoba makanan baru dengan bercerita tentang warna, bentuk, aroma dan tekstur makanan tersebut, jangan ceritakan rasanya. Sajikan makanan baru ini bersamaan dengan makanan kesukaannya.

• Kreatif dalam menyajikan makanan : sajikan brokoli atau sayuran lain dengan saus kesukaannya, potong dalam bentuk yang lucu, sajikan diatas piring bergambar dan berwarna ceria, tambahkan potongan brokoli ke dalam saos spageti, taburkan potongan buah di atas sereal sarapan si Kecil.

• Ajak si Kecil untuk berbelanja bahan makanan, biarkan dia memiliki sayur atau buah yang akan Ibu beli. Setibanya di rumah nanti, minta si Kecil untuk mencuci sayur dan buah yang dipilihnya tadi dan menyajikannya di meja.

• Berikan contoh yang baik karena si Kecil adalah peniru ulung. Jika dilihatnya Ayah dan Ibu suka makan sayur/buah, si Kecil pasti akan meniru.

• Matikan televisi atau alat elektronik lainnya selama jam makan, sehingga si Kecil fokus terhadap makanannya.

• Makanan penutup yang manis sebaiknya cukup disajikan 1-2 kali seminggu. Pilih makanan penutup yang sehat, seperti buah, yogurt untuk disajikan setiap hari.