Whatsapp Share Like Simpan

Saat ini sudah banyak produk minyak rambut bayi yang dijual bebas di pasaran. Produk-produk tersebut dianggap dapat menguatkan akar rambut bayi agar tidak mudah rontok. Selain itu, produk minyak rambut bayi juga dianggap dapat membuat rambut lebih tebal, berkilau, dan sehat. Namun, apakah anggapan tersebut benar? 

Sebab, hingga saat ini masih banyak pro dan kontra seputar penggunaan minyak rambut bayi. Sebagian menganggap minyak rambut merupakan produk perawatan yang penting, tetapi sebagian lainnya menganggap bayi tidak membutuhkan minyak rambut karena akan memicu efek samping. Lantas, manakah anggapan yang tepat? Untuk mengetahui jawabannya, simak penjelasannya berikut ini, yuk!

Perlukah Menggunakan Minyak Rambut Bayi?

Penggunaan minyak rambut bayi yang dijual di pasaran sebenarnya tidak direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Akademi Kedokteran Anak Amerika (AAP). Sebab, produk minyak rambut bayi sebenarnya tidak cukup efektif 100% dalam mencegah kerontokan, mempercepat pertumbuhan rambut, dan cradle cap pada bayi. 

Ibu bisa mengetahui fakta di balik alasan IDAI dan AAP terkait penggunaan produk minyak rambut bayi berikut ini: 

  • Minyak rambut bayi belum tentu dapat mencegah kerontokan

    Kerontokan rambut dapat dialami oleh siapa saja, tak terkecuali bayi. Namun, Ibu tidak perlu buru-buru untuk mengoleskan produk minyak rambut bayi untuk mengatasi kondisi tersebut. Ini karena menurut AAP, kerontokan rambut bayi sebenarnya hal yang normal dan tidak akan menyebabkan kebotakan yang permanen.

    Artikel Sejenis

    Melansir laman resmi healthline.com, peneliti anak dari Universitas Oregon, Amerika Serikat menunjukkan bahwa hampir sebagian besar bayi dapat mengalami kerontokan rambut di 6 bulan pertama kehidupannya, dengan puncak kerontokan terjadi di 3 bulan pertama. 

    Kondisi tersebut disebabkan oleh berbagai hal, terutama karena hormon atau posisi tidur si Kecil. Jika kerontokan rambutnya masih terlihat normal, sebaiknya Ibu tidak perlu khawatir berlebihan, ya, apalagi langsung mengoleskan minyak rambut bayi tanpa melihat komposisinya terlebih dahulu. Sebab, penggunaan minyak rambut bayi untuk mengatasi kerontokan rambut belum tentu efektif, sehingga penggunaannya relatif tidak diperlukan. 

    Perlu Ibu ketahui juga, rambut bayi yang rontok ini akan digantikan dengan folikel rambut baru yang lebih permanen dan semua itu merupakan proses yang normal. Namun, apabila Ibu melihat kondisi rambut si Kecil yang rontok secara berlebihan, sebaiknya segera membawa ia ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih baik. 

  • Minyak rambut bayi yang tidak tepat dapat menyebabkan radang kulit

    Penggunaan minyak rambut bayi memang tidak sepenuhnya salah, namun tidak dianjurkan oleh IDAI jika tidak mengetahui kondisi kulit kepala si Kecil, komposisi minyak rambut, dan kebutuhan yang diperlukan untuk merawat rambut si Kecil. 

    Sebagai contoh, apabila Ibu melihat si Kecil mengalami kerontokan, tetapi justru menggunakan produk minyak rambut yang komposisinya tanpa ada minyak kemiri. Hal tersebut bisa jadi keliru karena minyak kemiri dapat membantu meningkatkan pertumbuhan rambut. 

    Melansir laman resmi alodokter.com, minyak kemiri (Aleurites moluccana) mengandung protein, beragam vitamin, dan mineral yang bermanfaat untuk membantu meningkatkan pertumbuhan rambut sekaligus mencegah kerontokan. 

    Namun, perlu diingat kembali, Ibu perlu berhati-hati menggunakan minyak rambut karena kulit bayi masih sangat sensitif, sehingga kulitnya rentan mengalami peradangan apabila terkena kontak dengan bahan yang tidak sesuai. 

    Peradangan pada kulit kepala bayi akibat penggunaan minyak rambut bayi tidak tepat bisa menyebabkan kulit kepala gatal, perih, muncul ruam merah, bengkak, hingga muncul beragam keluhan lainnya. Kondisi tersebut tentu bisa memperburuk pertumbuhan rambut bayi si Kecil. 

  • Minyak rambut bayi bukan solusi untuk cradle cap 

    Cradle cap adalah kondisi kulit kepala bayi yang bersisik dan kemerahan, tetapi tidak menyebabkan gatal. Kondisi ini disebut juga dengan istilah dermatitis seboroik karena disebabkan oleh terlalu banyaknya produksi minyak di kelenjar sebasea pada kulit bayi. 

    Karena alasan itulah, AAP menilai penggunaan minyak rambut bayi bukanlah solusi utama untuk mengatasi cradle cap. Justru, lapisan minyak pada produk tersebut akan mengakibatkan penumpukan yang nantinya dapat menambah parah sisik yang ada pada kulit kepala bayi, terutama di sekitar ubun-ubun. 

    Cradle cap sebenarnya akan hilang sendiri seiring dengan pertambahan usia si Kecil. Apabila Ibu ingin membersihkan sisik yang menempel, Ibu dapat keramaskan rambut si Kecil menggunakan sampo khusus dermatitis seboroik sesuai anjuran dokter. Akan lebih baik jika Ibu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk mengatasi cradle cap sebelum menggunakan minyak rambut bayi.

Menjaga Kesehatan Rambut Bayi Secara Alami

Sebelum menggunakan minyak rambut bayi, sebaiknya Ibu perlu mengetahui cara merawat rambut si Kecil dengan tepat. Rambut terbuat dari sejenis protein yang disebut keratin. Perawatan rambut untuk bayi, anak-anak, dan orang dewasa sebenarnya berbeda. 

Ini karena jenis rambut setiap orang pasti berbeda, ada yang lurus, keriting, ikal, berminyak, kering, tipis, atau tebal. Itulah sebabnya, Ibu perlu mengetahui perawatan alami yang tepat sebelum menggunakan produk minyak rambut bayi, salah satunya mengenai cara keramas yang tepat untuk bayi. 

Saat rambut si Kecil akan dikeramas, pastikan Ibu memilih sampo yang diformulasikan khusus untuk bayi, komposisinya tidak mengandung zat kimia yang berbahaya, tidak perih di mata, dan ringan untuk kulit kepala bayi. 

Maka dari itu, melansir laman resmi parents.com, Ibu dianjurkan untuk mencari sampo dengan keseimbangan pH sekitar 4,5 hingga 6 karena sampo dengan tingkat pH yang lebih tinggi dari itu akan membuat rambut bayi rentan kusut. Rambut bayi yang baru lahir hanya perlu dicuci dengan sampo seminggu sekali, sedangkan bayi yang sudah berusia 4 bulan bisa dikeramas setiap 2 hari sekali. 

Nutrisi Penting untuk Rambut Bayi

Sebelum memutuskan untuk mengoleskan minyak rambut bayi, akan lebih baik jika Ibu mengoptimalkan kesehatan rambut bayi secara alami dari dalam dan penggunaan sampo yang tepat. Menjaga kesehatan rambut dari dalam bisa dioptimalkan dengan pemberian nutrisi yang mencakup protein, zat besi, zinc, asam lemak omega 3, vitamin A, vitamin B5, vitamin B7, vitamin D, dan vitamin E. 

Nutrisi-nutrisi tersebut dapat membantu mengoptimalkan kesehatan rambut si Kecil sejak dini. Maka dari itu, selama Ibu hamil hingga menyusui, sebaiknya Ibu mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Ini karena saat si Kecil masih di dalam kandungan hingga usianya 1 tahun, asupan makanan yang dikonsumsi Ibu berperan penting untuk menjaga kesehatan dan tumbuh kembang bayi lebih prima.

Itulah sebabnya, Ibu bisa mengonsumsi susu yang diformulasikan khusus ibu hamil dan menyusui, seperti susu Frisian Flag MAMA.

Susu Frisian Flag MAMA mengandung beragam nutrisi yang telah disebutkan di atas lho, Bu. Susu ini merupakan sumber protein yang penting untuk pertumbuhan tulang si Kecil dan juga daya tahan tubuh Ibu. Di dalamnya pun mengandung kalsium yang tinggi untuk kesehatan tulang Ibu dan si Kecil, tinggi zat besi untuk mencegah anemia, sumber serat inulin untuk mencegah terjadinya sembelit atau konstipasi, serta tinggi asam folat untuk mencegah terjadinya cacat pada tabung saraf janin.

Selain merawat dari dalam, Ibu juga tetap perlu merawat rambut si Kecil dari luar. Apabila Ibu melihat pertumbuhan rambut si Kecil tampak kurang sehat, seperti rambut rontok yang berlebihan, muncul cradle cap yang terus menerus, muncul ruam merah di kulit kepala, rambut kering, dan lain sebagainya, sebaiknya segera periksakan si Kecil ke dokter untuk mendapat penanganan yang lebih tepat, dibandingkan asal memberikan minyak rambut bayi yang tak sesuai dengan kondisi kulit rambut si Kecil.